Perbedaan Persepsi Terhadap Teori Evolusi

Kali ini salah seorang dari kami akan menanggapi salah satu tulisan tentang Teori Evolusi di situs ini. Inti dari tulisan itu adalah tentang bagaimana kalau anda ingin menjatuhkan Teori Evolusi. Setelah kami baca maka kami menyimpulkan penulis ini memeiliki persepsi yang berbeda dengan kami terhadap Teori Evolusi. Dari awal penulis telah menyatakan bahwa Teori Evolusi adalah teori yang ilmiah. Sehingga untuk menjatuhkannya perlu teori lain yang melebihi teori evolusi.

Disinilah letak beda persepsi antara kami dengan penulis. Bagi Kami Teori Evolusi adalah Teori tidak ilmiah yang dianggap ilmiah. Jelas perbedaan ini didasari oleh pengertian ilmiah itu sendiri. Apakah yang dimaksud ilmiah itu adalah karena komunitas akademik mengakui teori evolusi?. Pernyataan ini sebenarnya tidak berhubungan langsung. Teori disebut Ilmiah jika teori tersebut menjelaskan suatu fenomena alam dengan baik yang disertai bukti empiris. Jadi pokok bahasannya adalah pada penjelasan teori evolusi dan bukti empirisnya. Kedua hal ini yang kami kaji dari Teori Evolusi dan ternyata penjelasan teori evolusi dan bukti empirisnya tidaklah kuat untuk dikatakan ilmiah.

Bagaimana mungkin begitu, apakah anda lebih pintar dari para ilmuwan itu? Tentu jika ada yang bertanya maka kami akan menjawab dalam hal data-data biologis yang disampaikan maka kami tidak lebih pintar dari para ilmuwan itu. Tapi seperti halnya mereka manusia maka kami pun memiliki kemampuan untuk berpikir dan menarik kesimpulan dari sekumpulan data-data yang disajikan para Ilmuwan itu. Yang perlu diperhatikan adalah di antara yang menentang Teori Evolusi juga ada dari kalangan Ilmuwan. Jadi tidak perlu pakai Argumentum Ad Verecundiam.

Menurut kami tidaklah tepat membandingkan Teori Evolusi dengan Teori Gravitasi Newton dan Teori Relativitas Umum. Teori Gravitasi Newton menjelaskan dengan baik dan memiliki bukti empiris sebagai teori ilmiah. Berikut perbedaannya dengan Teori Evolusi

  1. •    Sampai sekarang tidak ada laporan yang menyatakan bahwa data-data yang digunakan Newton untuk merumuskan Teori Gravitasinya adalah salah. Sedangkan Teori Evolusi, terdapat data-data yang keliru dalam pembentukan teori tersebut, contohnya, Eksperimen Miller, Rekapitulasi Embriologik, Manusia Piltdown, Gigi Manusia Nebraska, Masa Hidup Archaeopteryx, dan Evolusi Kuda.
  2. •    Interpretasi Newton mengenai pergerakan benda langit dalam perumusan Teori Gravitasinya adalah absah dan tidak dipertentangkan. Sedangkan Teori Evolusi, banyak interpretasi dalam perumusan Teori Evolusi adalah tidak absah seperti Mitos Ngengat(Melanisme Industri), Kompleksitas Yang Tak Tersederhanakan, Organ Vestigial,Transisi dari Air ke Darat, Punctuated Equilibrium dan yang paling penting adalah Konsep Kebetulan dalam Evolusi.
  3. •    Tidak ada penemuan baru yang yang menyanggah dasar Teori Gravitasi Newton(contoh penulis tentang orbit merkurius, tidak menyanggah dasar Teori Gravitasi hanya menunjukkan ketidakmampuan Teori Gravitasi untuk menjelaskan orbit merkurius), sedangkan Teori Evolusi, terdapat penemuan yang menyanggah dasar Teori Evolusi, seperti Ledakan Kambrium, Jejak Kaki Prasejarah, Asas Entropi(penulis itu mengaku tidak tahu apa hubungannya dengan Teori Evolusi, kalau benar berarti ini membuktikan bahwa dia tidak habis membaca The Evoluiton Deceit)
  4. •    Teori Gravitasi dapat dibuktikan secara eksperimental, sedangkan Teori Evolusi tidak dibuktikan secara eksperimental, yang ada hanya data pengamatan yang tidak berefek langsung. Lebih jelasnya seperti ini gaya gravitasi punya efek langsung pada orbit planet sistem tata surya, oleh karenanya dapat diverifikasi dengan pengamatan terhadap orbit planet, Begitu pula Teori Relativitas Umum dapat diverifikasi dengan melihat pergeseran sinar ketika gerhana matahari. Sedangkan Teori Evolusi, yang mengatakan evolusi dipengaruhi seleksi alam tidak ada satupun pengamatan yang merupakan efek langsung dari ini, yang ada hanya data-data pengamatan yang diinterpretasi bukan efek langsung. Percobaan-percobaan eksperimental tentang mutasi jelas bukan efek langsung dari evolusi karena percobaan itu jelas diintervensi oleh manusia yang berkesadaran. Tidak dengan proses acak atau kebetulan.

Jadi Teori Evolusi tidak bisa disamakan dengan Teori Gravitasi Newton.

Tentu para Evolusionis telah berusaha membantah dan menyanggah keberatan-keberatan terhadap Teori Evolusi. Tetapi masalahnya adalah berputar pada Interpretasi, dan setiap interpretasi mereka tidak pernah memuaskan(setidaknya bagi para penentangnya). Para pendukung Evolusi hanya berlindung di balik status kelimuan mereka para Evolusionis, Sehingga tidak berlebihan kalau mereka lebih percaya pada apa yang dikatakan Evolusionis. Konsep seperti ini hanyalah sejenis Argumentum Ad Verecundiam atau dalam agama lebih dikenal dengan Taklid. Evolusionis tentu ahli dalam masalah evolusi tetapi mengenai kompleksitas sistem tubuh manusia, seorang Dokter jelas lebih ahli. Oleh karenanya Tidak berlebihan kalau ada para dokter yang menentang Evolusi Makro Darwin. Evolusi tidak berhasil menjelaskan kompleksitas. Penjelasan mereka para evolusionis tentu saja ada tapi lihat sendiri apakah memuaskan atau tidak. Sekedar ada bukan penyelesaian.

Evolusionis telah membantah semua Omong Kosong itu, perkataan seperti ini(jika ada yang berkata seperti ini) menunjukkan sikap taklid semata. Sepertinya orang yang berkata ini tidak benar-benar memikirkan bantahan tersebut dengan baik. Kritikan terhadap Teori Evolusi bukan sekedar omong kosong. Sekedar ada bantahan dari evolusionis sudah cukup memuaskan mereka para pendukung Teori Evolusi. Oleh karenanya wajar jika mereka melihat orang yang menentang terhadap Teori Evolusi sebagai orang yang terkelabui atau tertipu. Sebaliknya orang yang dikira tertipu itu melihat para pendukung Teori Evolusi sebagai pihak yang tertipu juga.

Baiklah kembali ke penulis itu. Dia berkata ”Satu-satunya cara Anda untuk menjatuhkan Teori Evolusi, jika Anda mau, adalah dengan membuat teori baru. Jelaskan alam ini dengan cara lebih baik. Itu satu-satunya jalan. Jika Anda cuma bisa mengatakan bahwa “teori evolusi gagal menjelaskan A”, “teori evolusi gagal menjelaskan B”, dan sebagainya, maka itu tak ada artinya. Ketika satu teori sudah bisa mengakomodasi bukti-bukti sains yang ditemukan, maka teori itu akan tetap diterima sampai ditemukannya sebuah teori yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Permasalahannya adalah pada kata-katanya bahwa Teori Evolusi sudah bisa mengakomodasikan bukti-bukti sains yang ditemukan, kami jelas tidak sependapat dalam masalah ini. Teori Evolusi diterima oleh kalangan akademis pada awalnya karena data-data pada saat itu belum cukup banyak untuk menolak Teori Evolusi. Sedangkan sekarang ada cukup banyak hal yang jika diketahui pada awal berkembangnya Teori Evolusi, maka Teori Evolusi tidak akan diterima. Sekali lagi ini masalah persepsi.

Mengenai kisah pelanginya, yang kami tangkap adalah sepertinya dia tidak setuju dengan konsep Tuhan menciptakan sekali jadi, harus ada proses biar lebih indah. Tentu masalah ini berkaitan dengan konsep Ketuhanan. Bagi kami jelas tidak ada masalah apakah Tuhan menciptakan sekali jadi atau dengan proses. Yang jadi masalah ketika sebuah Teori menyatakan proses itu terjadi dengan Kebetulan. Tuhan tidak bekerja secara kebetulan(mungkin lebih tepat Tuhan dan kebetulan jelas tidak bisa dibandingkan). Mengenai Proses Penciptaaan, silakan para ilmuwan itu mencari. Tetapi setiap penjelasan mereka selalu bisa dinilai ilmiah atau tidak. Ilmuwan tidak hanya punya unsur ilmiah mereka juga punya unsur dogmatis Ideologis. Hal ini yang perlu diperhitungkan.

Kesimpulan Tulisan ini adalah Tidak Perlu Menunggu Atau Membuat Teori Yang Lebih Baik Untuk Menolak Teori Evolusi. Tentu jika ada maka itu lebih baik dan jika tidak ada maka lebih baik dicari. Kritik tidak harus disertai penyelesaian. Tetapi untuk meruntuhkan teori evolusi di kalangan akademis yang mendukung evolusi maka menurut mereka perlu menampilkan Teori yang lebih baik. Menurut mereka sekedar Perancangan Cerdas, Kesamaan Desain atau Penciptaan tidak memuaskan dibanding Kebetulan.

Bagi orang-orang tertentu(seperti penulis ini) karena perbedaan persepsi tentang keilmiahan Teori Evolusi maka dia berpandangan untuk menjatuhkan Teori Evolusi harus dengan Teori baru. Kami jelas tidak sependapat karena Teori Evolusi tampak tidak ilmiah dalam pandangan kami dan kami punya dasar untuk itu. Dan sebenarnya disitulah letak permasalahan para pengkritik Teori Evolusi. Silakan setiap orang bebas mengkaji dan berpendapat atau bebas untuk lebih percaya siapa. Masalah siapa yang tertipu, tiap orang kan bisa merasa benar. Tapi Semuanya selalu bisa dibahas.

Note: Tulisan ditulis salah seorang dari kami dan ditampilkan oleh saudara Hasan..

Faithfreedom Hanyalah Sekumpulan Pemboros Yang Menyebarkan Tipu Daya

Semoga keselamatan dilimpahkan kepada kalian, disertai rahmat dan berkah dari Allah swt

Semoga salam dan shalawat senantiasa terlimpah kepada junjungan kita Sang Rasulullah Muhammad SAW beserta keluarganya yang disucikan Allah

Semoga cahaya iman senantiasa menyinari pengikut-pengikut beliau dan Allah berkenan memberi petunjuk kepada orang-orang yang berusaha mencari kebenaran dan Allah pun berkenan memberi hidayah kepada setiap dari mereka yang Allah kehendaki

Dalam Surah Al-Israa’ ayat ke-27: Allah swt berfirman:
Sesungguhnya pemboros – pemboros itu adalah saudara – saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya
.
Dalam kitab tafsirnya, Ibnu Katsir berkata:
﴿إِنَّ الْمُبَذرِينَ كَانُواْ إِخْوَنَ الشَّيَـطِينِ﴾
(Verily, the spendthrifts are brothers of the Shayatin,) meaning, they are their brothers in extravagance, foolishness, failing to obey Allah and committing sin. Allah said:
﴿وَكَانَ الشَّيْطَـنُ لِرَبِّهِ كَفُورًا﴾
(and the Shaytan is ever ungrateful to his Lord.) meaning, he is an ingrate, because he denied the blessings of Allah and did not obey Him, turning instead to disobedience and rebellion.
﴿وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَآءَ رَحْمَةٍ مِّن رَّبِّكَ﴾
(And if you turn away from them and you are awaiting a mercy from your Lord) `If your relatives and those to whom We have commanded you to give, ask you for something, and you do not have anything, and you turn away from them because you have nothing to give,
﴿فَقُل لَّهُمْ قَوْلاً مَّيْسُورًا﴾
(then, speak unto them a soft, kind word.) meaning, with a promise. This was the opinion of Mujahid, `Ikrimah, Sa`id bin Jubayr, Al-Hasan, Qatadah and others.

Mari Kita Bahas Sejenak:

Bahwasanya Allah swt. dalam Al-Israa’ ayat ke-27 dengan sangat jelas mengatakan pemboros-pemboros adalah saudara-saudara syaitan. Lalu siapakah pemboros-pemboros itu?
Mungkin kebanyakan dari kita akan menghubungkan arti dari pemboros adalah penghambur-hamburan harta semata yang tak tujuannya hanya untuk bersenang-senang.
Akan tetapi, dalam tafsir ini dengan jelas dapat kita lihat bahwa arti pemboros amat erat kaitannya dengan kata-kata selanjutnya pada ayat ini, yaitu “syaitan itu adalah sangat ingkar kepada tuhannya”.
Dengan kata lain kita dapat mengkategorikan orang-orang yang termasuk sebagai pemboros adalah mereka yang menghambur-hamburkan segala potensi dirinya, termasuk harta, waktu dan kedudukan untuk mengajak orang berbondong-bondong ingkar kepada Allah swt. Lalu Al Qur’an sendirilah yang mengatakan mereka sebagai saudara-saudara syaitan.
Singkat kata kami hendak mengingatkan kepada kita semua bahwasanya pemboros-pemboros ini banyak sekali bermanifestasi dalam dunia maya tempat kita saling berkoneksi. Tidak lain dan tidak bukan adalah internet. Bahkan salah satu dari mereka yang sangat terang-terangan dalam hal ini adalah FAITHFREEDOM INTERNATIONAL yang dengan segala tipu daya mereka berusaha menyesatkan sebagian dari kita dengan dogma-dogma negatif yang dikembangkan lewat opini-opini yang seolah berdalil jelas, padahal hanya pelintiran makna tak berdasar logika yang benar.
Dan kami sangat yakin sekali bahwasanya seorang atau sekumpulan pemboros seperti ini hanya berujung layaknya pemboros-pemboros yang lain. Hanya kesia-siaan, ketersiksaan jasmani dan bathin dirongrong prasangka negatif diri mereka sendiri. Dan tentunya, hanya ada satu saudara yang akan menanti mereka dan memuji-muji mereka. Yaitu Syaitan, seperti yang disebutkan Allah dalam surah Al-Isra’ ayat 27 di atas.
Ingatlah surah An-nisa ayat 76: “Orang – orang yang beriman berperang di jalan Allah , dan orang – orang yang kafir berperang di jalan thaghut , sebab itu perangilah kawan – kawan syaitan itu , karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah “
Yah benar, sesungguhnya FAITHFREEDOM INTERNATIONAL adalah sekumpulan orang-orang yang berusaha memerangi Islam dengan terang-terangan dan sembunyi-sembunyi dengan menyebarkan tipu daya, namun tipu daya mereka amatlah lemah.
Dan Ath-Thariq ayat 15: “Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar – benarnya”
Yah, lagi-lagi ini benar. Sesungguhnya FAITHFREEDOM INTERNATIONAL dan ORGANISASI YANG SEJENIS DENGAN MEREKA, benar-benar “istimewa” dalam mempersiapkan kejahatannya. Tak tanggung-tanggung, bahkan ribuan artikel sudah dibuat dengan tujuan merendahkan Islam, memurtadkan umat, menghina Rasulullah SAW, dan menghina Allah dengan alih-alih menggunakan ayat Alqur’an dan hadits yang diputarbalikkan demi mendukung otak kotor mereka. Lalu dalam berbagai bahasa forum-forum mulai dibuat dan berbagai link mulai disatukan, berbagai nama-nama pemeran mulai ditampilkan, seperti ALI SINA misalnya. Apalagi namanya kalau ini bukan perencanaan yang matang?
Tetapi jangan heran wahai sahabatku seiman sekalian, karena ini bukan hal yang baru. “Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari – cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk ( merusakkan ) mu , hingga datanglah kebenaran ( pertolongan Allah ) , dan menanglah agama Allah , padahal mereka tidak menyukainya “ (Surah At-taubah ayat 48)
Kemudian Ali-Imran ayat 154: “Orang – orang kafir itu membuat tipu daya , dan Allah membalas tipu daya mereka itu . Dan Allah sebaik – baik pembalas tipu daya”
Wahai kalian yang saat ini sedang berada dalam kebimbangan, yakinlah bahwasanya Allah akan membalas tipu daya mereka itu dengan sebaik-baiknya.

Note: Tulisan ini ditulis Saudara Hasan dan ditampilkan oleh Saudara Husain

Benarkah “The Evolution Deceit” Adalah Pseudoscience

Baru-baru ini kami membaca tulisan-tulisan yang berkaitan dengan teori evolusi. Singkatnya yang kami tangkap dalam tulisan itu bahwa karya Harun Yahya yang berjudul ”KeruntuhanTeori Evolusi” adalah pseudoscience dan oleh karena itu tidak valid atau tidak ilmiah. Pada dasarnya mereka yang membuat tulisan itu dengan jelas meyakini teori evolusi. Setelah kami pikirkan dan kami diskusikan maka kami memutuskan untuk membuat tulisan yang berkaitan dengan ini, yang dimulai dengan pembahasan apakah karya Harun Yahya ”The Evolution Deceit” itu benar pseudoscience. Tulisan kami ini mungkin akan ditangkap oleh sebagian orang sebagai tulisan para pengagum Harun Yahya(baca:korban Harun Yahya). Bagi kami itu bukan masalah, karena kami hanya menulis apa yang kami anggap benar dalam masalah ini. Dan bukankah anggapan sebaliknya juga berlaku bagi para pendukung teori evolusi itu(baca: korban Darwinisme).

Kata pseudoscience sendiri mempunyai arti yang berbeda bagi sebagian orang, dalam hal ini kami akan mengartikan ”tidak ilmiah” atau ”seolah merupakan sains padahal bukan”. Bagaimana sebuah tulisan bisa disebut tulisan ilmiah atau tulisan sains. Jawabannya jika tulisan tersebut dibuat dengan logika yang benar sesuai metode ilmiah dan disertai bukti-bukti ilmiah maka tulisan tersebut dapat disebut tulisan ilmiah. Paling tidak itu pendapat kami

Siapa Harun Yahya dan Charles Darwin?
Si penulis ini mula-mula menunjukkan keraguan tentang kredibilitas Harun Yahya. Menurutnya Harun Yahya jelas bukan ilmuwan yang kompeten dalam membahas ”Teori Evolusi”. Harun Yahya memang mahasiswa jurusan seni yang tidak tamat. Bagi kami hal ini jelas tidak menjadi masalah, karena siapapun dia kualitasnya jelas ditentukan dari apa yang dia hasilkan. Anggapan sebaliknya juga berlaku . Siapa itu Charles Darwin sang perintis teori evolusi? Dia adalah mahasiswa kedokteran Universitas Edinburgh yang maaf tidak tamat dan akhirnya pindah ke Cambridge menjadi Pendeta Anglikan (lihat Darwin oleh Jonathan Howard hal 3). Atau anda bisa lihat disini atau disini, Charles Darwin juga belajar biologi dan geologi tetapi formalnya pendidikannya jurusan sastra. Jadi apakah dengan begitu karyanya menjadi tidak layak. Kami jelas tidak beranggapan begitu.
Benarkah Harun Yahya Salah Mengambil Premis.
Sang penulis itu juga beranggapan bahwa Harun Yahya salah mengambil premis yaitu ”Manusia berasal dari kera”. Menurutnya yang benar adalah ”Manusia dan kera berasal dari nenek moyang yang sama”. Kami tidak tahu apa maksudnya, yang kami tangkap seolah-olah Harun Yahya membantah teori evolusi tanpa memahami teori evolusi. Coba lihat kata-kata ini

”Menurut Darwin, aneka spesies makhluk hidup tidak diciptakan secara terpisah oleh Tuhan, tetapi berasal dari nenek moyang yang sama dan menjadi berbeda satu sama lain akibat kondisi alam.”(Keruntuhan Teori Evolusi oleh Harun Yahya hal 12)

Atau kata-kata ini

”Evolusionis menulis skenario evolusi manusia dengan menyusun sejumlah tengkorak yang cocok dengan tujuan mereka, berurutan dari yang terkecil hingga yang terbesar, lalu menempatkan di antara mereka tengkorak beberapa ras manusia yang telah punah. Menurut skenario ini, manusia dan kera modern memiliki nenek moyang yang sama. Sebagian dari mereka menjadi kera modern, sedangkan kelompok lain berevolusi melalui jalur yang berbeda, menjadi manusia kini. ”(Keruntuhan Teori Evolusi oleh Harun Yahya hal 65)

Kata-kata ini jelas membuktikan bahwa Harun Yahya mengerti teori evolusi dengan baik, dan beliau maaf tidak salah mengambil premis.

Nenek Moyang Manusia Adalah Makhluk Serupa Kera
Inilah yang dikatakan Harun Yahya dalam bukunya Keruntuhan Teori Evolusi hal 66 ”Darwinis menyatakan bahwa manusia modern saat ini berevolusi dari makhluk serupa kera”. Pernyataan ini tidak jauh berbeda dengan pernyataan para pendukung teori evolusi. Salah satu pendukung teori evolusi yang sezaman dengan Darwin yaitu Thomas Henry Huxley seorang ahli anatomi yang mati-matian membela Darwin telah berkata seperti berikut dalam jawabannya terhadap Uskup Oxford Samuel Wilberforce

”saya nyatakan dengan sungguh-sungguh bahwa manusia tidak punya alasan untuk malu karena kakeknya adalah seekor kera” (lihat Darwin oleh Jonathan Howard hal 10).

Di buku yang sama hal 95 Jonathan Howard juga menuliskan

”Penanganan Darwin atas proses ’pemanusiaan’ leluhur manusia yang mirip kera dan sudah punah itu merupakan rekonstruksi khayalnya yang paling mendalam mengenai suatu kecenderungan evolusioner, meskipun para evolusionis spekulatif pra-Darwin telah mengemukakan banyak butir tertentu mengenai evolusi struktural manusia.”

Jonathan Howard adalah Ketua Agricultural Research Council Institute of Animal Physiology di Babraham dekat Cambridge.

Metode Penulisan Karya Harun Yahya

• Silakan baca sendiri dan Beliau punya logika yang cukup untuk melakukan pembahasan. Logika itu jelas adalah modalnya sendiri dan anda bisa melihat apakah cara berpikirnya benar atau tidak.
• Bukti-bukti yang dikemukakan Harun Yahya adalah fakta atau pernyataan yang dia kutip dari sejumlah karya orang lain termasuk para evolusionis dan dengan ini beliau telah mencantumkan referensinya dengan sangat baik. Jadi karyanya tidak lain sebuah telaah pustaka.
• Jika apa yang dikutip Harun Yahya adalah benar maka karyanya jelas adalah sebuah karya yang ilmiah. Karena berdasarkan pendapat atau kutipan para ahli yang kompeten di bidangnya.

Jadi berdasarkan ini cukup bagi kami untuk mengatakan bahwa karya beliau jelas adalah Karya Ilmiah. Jika melihat karya Darwin The Origin Of Species, maka metode penulisannya jelas tidak jauh berbeda walaupun Darwin juga memasukkan hasil pengamatannya sendiri. Bahkan karya Harun Yahya jauh lebih banyak mengutip pendapat para ahli di bidangnya masing-masing ketimbang Darwin.

Seandainya si penulis itu ingin membuktikan bahwa karya Harun Yahya adalah pseudoscience atau tidak valid, maka seharusnya menunjukkan dimana letak tidak validnya, apakah pada kutipannya yang tidak benar(maka tunjukkan buktinya) atau logikanya. Begitu jelas lebih baik.Wassalam

Note:Tulisan ditulis saudara Husain

Kekeliruan Dalam Memahami Al Quran

Artikel-artikel yang ditulis ali sina banyak sekali memuat pembahasan tentang ayat-ayat Al Quran yang diinterpretasi dengan buruk. Penafsiran yang dilakukannya sangat dipengaruhi pandangannya yang buruk tentang Islam. Sehingga tak berlebihan jika dikatakan bahwa tak ada satupun penafsiran Al Quran olehnya yang tidak buruk. Kali ini kami akan membahas penafsirannya yang keliru terhadap Al Quran surah At Taubah ayat 113. Dalam salah satu artikelnya ”Kenapa Saya Meninggalkan Islam” terdapat kata-kata sebagai berikut

aku juga merasa ayat-ayat berikut tidak sesuai dengan hati nuraniku. Aku mencintai semua manusia dan berharap setiap orang untuk bisa bahagia di bumi dan diampuni di akhirat. Tapi nabiku melarangku untuk meminta pengampunan bagi orang-orang yang tidak percaya juga bahkan jika mereka itu orang tua kita atau orang-orang yang kita cintai.

Kemudian dia mengutip Al Quran surah At Taubah ayat 113 ”Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.(QS At Taubah;113).

Setelah itu ali sina melanjutkan dengan kata-kata yang buruk sebagai berikut

Quran dan hadis penuh dengan ayat-ayat yang tidak bisa diterima seperti ini sehingga merupakan bukti nyata bahwa Muhammad bukanlah seorang nabi tapi pemimpin suatu aliran kepercayaan saja. Kepercayaan sesat memang memaksa orang untu mengadukan anggota keluarganya sendiri. Muhammad hanyalah seorang penipu yang bohongnya sangat luar biasa, sangat memaksa sehingga orang-orang yang bodoh di zamannya percaya padanya. Lalu generasi berikutnya mewariskan kebohongan ini ke generasi berikutnya. Ahli-ahli filosofi dan para penulis lahir di suasana kebohongan ini dan mengembangkannya lebih lanjut, memuliakannya, dan membuatnya tampak dapat dipercaya. Tapi jika kau menyelidikinya ke dalam intisarinya, jika kau membaca Al Quran dan mempelajari Al hadis kau akan lihat bahwa itu semua adalah bohong belaka.

Baiklah mari kita bahas surah At Taubah ayat 113 tersebut. Ayat tersebut punya arti yang jelas bahwa Nabi dan orang-orang beriman tidak boleh berdoa memintakan ampun kepada Allah bagi orang-orang musyrik meski mereka adalah kaum kerabat sendiri. Hal ini yang dipersepsi buruk oleh ali sina karena bertentangan dengan nuraninya

 

Apa nuraninya ?lihat kata-katanya ”Aku mencintai semua manusia dan berharap setiap orang untuk bisa bahagia di bumi dan diampuni di akhirat”. Kata-kata yang tampak bagus tapi sungguh tidak bermakna. Sudah jadi kenyataan bahwa manusia ada bermacam-macam dari yang paling baik sampai yang paling jahat, dan menurut kata ali sina dia mencintai semua manusia tanpa kecuali. Pernyataan yang sulit dipercaya karena memang tidak mungkin. Konsep cinta yang aneh jika ada orang mencintai orang yang sangat jahat, bayangkan jika orang itu adalah teroris yang telah membunuh banyak orang termasuk keluarganya ali sina (misalnya) akankah dia berdoa kepada Tuhannya(jika dia percaya Tuhan) agar mengampuni orang itu. Atau akankah dia berdoa agar orang itu bahagia di dunia ini.

 

Cara pandang seperti itu jelas tidak benar. Adalah wajar kalau kita membenci orang yang jahat yang dengan kejahatannya telah membunuh banyak orang atau telah membuat kita menderita. Kita juga tidak akan bersusah payah untuk mendoakan agar orang tersebut bahagia dunia dan akhirat. Dan apakah jika kita tidak mendoakan orang tersebut, itu berarti bertentangan dengan moral atau nurani kita? Terlalu ironi memang.

Begitulah ali sina memiliki cara pandang yang aneh terhadap cinta sesama manusia, dia tidak menerima Al Quran surah At Taubah ayat 113 tersebut karena tidak sesuai nuraninya. Dan ternyata nuraninya itu aneh dan maaf tidak benar. Bagaimana mungkin dia menyalahkan Al Quran karena tidak sesuai dengan nuraninya. Ini salah satu kepincangannya, menganggap nuraninya itu benar tanpa diperiksa terlebih dahulu ” jangan-jangan ada yang tidak beres dengan nuraninya”.

 

Apakah tidak memintakan ampun orang-orang musyrik kepada Allah SWT meski mereka keluarga kita adalah bertentangan dengan nurani manusia?. Tentu saja kami yang muslim jelas percaya bahwa Allah lebih mengetahui nurani manusia dan larangan Allah akan kami ikuti dengan baik. Allah melarang kita meminta pengampunan, kenapa? Karena orang musyrik melakukan kezaliman yang besar yaitu syirik dan syirik adalah dosa orang itu pribadi kepada Tuhan. Percuma saja meminta pengampunan kepada Tuhan jika orangnya sendiri tetap berkeras dalam kezaliman atau kesyrikannya. Jika memang kita mencintai orang tua, keluarga atau kerabat kita, maka seharusnya kita mengajak mereka agar meninggalkan kesyirikan atau kita berdoa agar Allah memberikan hidayah kepada mereka. Begitu jelas lebih baik dan memang dianjurkan.

Jadi tidak meminta pengampunan terhadap orang-orang musyrik berkaitan dengan sikap kita kepada Tuhan. Bagaimana mungkin kita mengabaikan ini. Hal inilah yang tidak dimengerti oleh ali sina. Menurutnya akhlak atau moral itu hanya berkaitan dengan manusia saja. Dia tidak mengerti bagaimana akhlak atau sikapnya kepada Tuhan, tidak mengerti kalau kesyirikan adalah kezaliman pribadi seseorang kepada Tuhan yang oleh karenanya harus orang itu sendiri yang bertaubat kepada Tuhan.

 

Satu hal lagi yang perlu dijelaskan bahwa AtTaubah ayat 113 itu tidak berarti kita mesti bersikap buruk kepada orang-orang musyrik termasuk keluarga kita. Yang tidak boleh itu adalah meminta pengampunan. Sedangkan berbuat baik dan berlaku adil tetaplah dianjurkan selagi mereka orang musyrik tidak memerangi Islam. ”Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam agama dan tidak mengusir kamu dari kampung-kampungmu sebab Allah senang kepada orang-orang yang adil. Allah hanya melarang kamu bersahabat dengan orang-orang yang memerangi kamu dalam agama dan mengusir kamu dari kampung-kampungmu dan saling bantu-membantu untuk mengusir kamu ,barangsiapa bersahabat dengan mereka maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.(QS Al Mumtahanah; 8-9).

Begitu pula terhadap orang tua, meski mereka musyrik, kita tetap diharuskan bersikap baik kepada mereka, mentaati mereka selagi mereka tidak menyuruh kita bermaksiat kepada Allah SWT karena sudah jelas bahwa Akhlak kepada Tuhan di atas akhlak kepada manusia.

Dan Kami perintahkan kepada manusia(berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu,maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, Kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu maka kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(QS Luqman;14-15).

 

Tuduhan ali sina tentang Nabi Muhammad SAW bahwa Beliau SAW adalah pembohong dan banyak orang tertipu oleh Beliau SAW. Maka sudah cukup bagi kami bahwa kata-kata itu lebih tepat ditujukan buat ali sina dan orang-orang yang tertipu olehnya. Apalagi kata-kata ali sina ”Tapi jika kau menyelidikinya ke dalam intisarinya, jika kau membaca Al Quran dan mempelajari Al hadis kau akan lihat bahwa itu semua adalah bohong belaka”.Kami juga mempelajari Al Quran dan Hadis dan anehnya kami tidak mencapai kesimpulan seperti ali sina itu. Tidak hanya itu dari dulu sampai sekarang ada banyak ulama Islam yang benar-benar mempelajari Al Quran dan Hadis dan pembahasan mereka adalah pembahasan yang objektif dan tidak tendensius seperti ali sina. Jelas sekali kata-kata ali sina itu hanya untuk mengecoh orang lain padahal tidak ada satupun dari pembahasan Al Quran dan Hadis yang dia lakukan adalah benar. Semuanya hanya bertujuan untuk menjelekkan agama islam. Naudzubillah

Note : Tulisan ini ditulis oleh Saudara Hasan

Menjawab Tuduhan ali sina bahwa Islam Melakukan Kekerasan Kepada Orang NonMuslim

Makhluk yang bernama ali sina dalam salah satu artikelnya ”Kenapa Saya Meninggalkan Islam” telah menjelek-jelekkan Nabi Muhammad SAW dengan tuduhan bahwa Beliau SAW melakukan kekerasan kepada orang nonmuslim. Berikut kutipan tulisannya 

tapi meskipun demikian nabi kita ingin kita membenci mereka, mengucilkan diri kita dari mereka, memaksa menerima cara kita hidup atau membunuh mereka, menundukkan mereka dan memaksa mereka membayar jizyah. Sungguh tolol! Sangat menyedihkan! Sungguh tak berperikemanusiaan! 

Selain itu ali sina juga menambahkan

Tidak heran mengapa Muslim begitu membenci barat dan yahudi. Muhammadlah yang menabur benih kebencian itu dan menimbulkan rasa curiga pada orang-orang nonislam di kalangan Muslim. Bagaimana mungkin orang-orang Muslim bisa bergaul dengan negara-negara lain sambil menggenggampesan-pesan kebencian di Quran sebagai firman Tuhan?. Banyak orang-orang Muslim yang pindah ke negara-negara nonMuslim dan diterima dengan tangan terbuka. Banyak dari mereka yang berpolitik dan menjadi bagian dari kalangan pemerintah kelas atas. Kami tidak mengalami diskriminasi dari negara-negara nonIslam. Tapi lihat bagaimana nabi suci kita menganjurkan kita memperlakukan nonMuslim jika kita menjadi kalangan mayoritas

Kemudian ali sina itu mengutip Al Quran surah At Taubah ayat 29  ”Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk”.(QS 9:29)

Dengan ayat itulah ali sina menuduh bahwa Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam agar memerangi setiap orang nonIslam. Padahal arti sebenarnya ayat tersebut sangat jauh dari anggapan ali sina. Dalam menafsirkan Al Quran terutama yang berkaitan dengan tema tertentu maka kita harus mengumpulkan semua ayat Al Quran yang berbicara tentang tema tersebut agar tidak terjadi kesalahan dalam menafsirkan. Tafsir ini disebut Tafsir tematik atau maudhui yang kami anggap merupakan tafsir yang paling baik.

Kesalahan ali sina adalah dia mengabaikan ayat Al Quran yang menjelaskan siapa orang yang harus diperangi orang Islam dan siapa yang tidak. Penjelasan tentang hal ini terdapat dalam Al Quran surah Al Mumtahanah ayat 8 dan 9 ”Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam agama dan tidak mengusir kamu dari kampung-kampungmu sebab Allah senang kepada orang-orang yang adil. Allah hanya melarang kamu bersahabat dengan orang-orang yang memerangi kamu dalam agama dan mengusir kamu dari kampung-kampungmu dan saling bantu-membantu untuk mengusir kamu ,barangsiapa bersahabat dengan mereka maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim”.(QS 60:8-9)
 

Sudah jelas dari ayat di atas bahwa mereka yang harus diperangi orang Islam adalah orang-orang nonIslam yang memerangi orang Islam. Ketika zaman Rasulullah SAW mereka adalah kaum kafir Quraisy dan yang membantu kafir Quraisy dalam memerangi Rasulullah SAW dan pengikutnya. Mereka kaum kafir Quraisy telah menyakiti orang-orang islam dan mengusir orang-orang islam dari kampung halaman mereka. Mereka inilah yang dimaksud dalam Al Quran surah At Taubah ayat 29 seperti yang dikutip ali sina itu. Sedangkan Al Quran surah Al Mumtahanah ayat 8 dan 9 dengan jelas menyatakan bahwa kita harus berbuat baik dan berlaku adil kepada orang nonIslam yang tidak memerangi umat Islam dalam agamanya.

Jadi penafsiran ali sina itu adalah salah sama sekali, Islam tidak mengajarkan kekerasan kepada orang nonIslam, Islam mengajarkan agar pemeluknya memerangi orang nonIslam yang memerangi Islam dan berusaha menjatuhkan agama Islam atau mereka yang menyakiti dan menindas orang Islam. Sedangkan untuk orang nonIslam yang berhubungan baik dengan Islam, maka Islam mengajarkan agar pemeluknya berbuat baik dan berlaku adil terhadap mereka. Semua ini jelas menunjukkan toleransi yang baik dan adil dalam agama Islam. Tidak seperti yang dikatakan makhluk bernama ali sina itu.

Permasalahan Jizyah yang disinggung ali sina itu tidaklah bersifat buruk. Jelas sekali ali sina tidak mengerti Pemerintahan Islam dan aturannya. Dalam Pemerintahan Islam zaman Rasulullah SAW tidak ada itu yang namanya pajak. Oleh karena itu mereka orang nonislam yang bernaung di bawah pemerintahan Islam harus membayar jizyah sebagai balas jasa perlindungan yang diberikan pemerintah Islam. Setelah mereka membayar jizyah maka orang nonislam berhak diperlakukan dengan adil sama seperti orang muslim lainnya. Mereka orang nonislam yang membayar jizyah akan mendapat perlindungan dari Pemerintah Islam terhadap harta dan nyawa mereka. Orang muslim memang tidak membayar jizyah tetapi mereka yang muslim diwajibkan membayar zakat demi kepentingan masyarakat Islam. Sudah jelas orang nonmuslim tidak diwajibkan membayar zakat. Jadi dalam Pemerintahan Islam baik muslim dan nonmuslim jelas diperlakukan secara adil.

 

Note : Tulisan ini ditulis salah seorang dari kami yang ditampilkan oleh saudara Husain

 

 

 

”Islam Mengajarkan Kebencian Terhadap Nonmuslim”, Satu Lagi Kebohongan ali sina

 Dalam tulisannya ”Kenapa Saya Meninggalkan Islam”, Ali Sina menyebutkan alasannya bahwa dia muak dengan agama Islam yang mengajarkan kebencian dan kekerasan. Menurutnya ajaran ini terdapat di dalam Al Quran, lihat kutipan berikut

Setelah hidup di dunia barat selama beberapa tahun lamanya dan diterima dengan baik oleh orang-orang dari berbagai agama atau yang tak beragama sekalipun, yang mencintai saya dan menerima saya sebagai kawan mereka, aku tidak dapat lagi menerima mandat-mandat Quran sebagai firman Tuhan.

Ayat Al Quran yang dia maksud adalah QS 58:22, QS 3:118-120, QS 5:51
Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menetang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka Itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Golongan Allah itulah Golongan yang beruntung.(QS Al Mujadilah 22)

Begitulah ali sina ini, dia menafsirkan ayat ini sebagai ajaran agar orang Muslim membenci orang nonmuslim. Aneh sekali dia ini, dia berkata membaca Al Quran tetapi kenapa dia tidak memahami kata-kata orang-orang yang menetang Allah dan Rasul-Nya. Adakah kata itu berarti setiap orang nonmuslim? tidak, tidak inilah kebohongan ali sina, kata itu berarti ditujukan untuk mereka orang kafir yang memerangi Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin. Hal ini akan tampak lebih jelas pada ayat berikut

Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam agama dan tidak mengusir kamu dari kampung-kampungmu sebab Allah senang kepada orang-orang yang adil. Allah hanya melarang kamu bersahabat dengan orang-orang yang memerangi kamu dalam agama dan mengusir kamu dari kampung-kampungmu dan saling bantu-membantu untuk mengusir kamu ,barangsiapa bersahabat dengan mereka maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.(QS Al Mumtahanah 8&9)
Sudah jelas dari ayat ini bahwa untuk orang nonmuslim yang tidak memerangi agama Islam maka orang Islam diharuskan berbuat baik dan berlaku adil. Apakah ini yang dimaksud Islam mengajarkan kebencian? Sungguh penafsiran ali sina itu benar-benar menyesatkan. Apakah yang dia maksudkan bahwa orang islam harus berkasih sayang juga atau menjadikan sahabat kepada mereka yang memerangi orang Islam atau kepada mereka yang mengusir orang islam dari kampung halamannya? Itu bukan kasih sayang ali sina tetapi kebodohan dan Al Quran sendiri menyebutnya kezaliman.

Bayangkan saja ketika ada orang yang menyerang kita lantas kita menyambutnya  dengan lambaian kasih sayang sambil berkata ”wahai sahabatku ini ini silakan kau tusuk diriku dimana saja kau suka, aku tidak akan melukaimu sedikitpun karena aku sangat menyayangimu, Mari mari sahabatku”. Begitukah kasih sayang wahai ali sina? Kasih sayang orang yang sakit atau tidak waras. Saat seperti itu yang dilakukan adalah pembelaan diri bukan dengan kasih sayang konyol yang tidak jelas. ali sina sepertinya anda tidak mengerti makna kasih sayang sama sekali.

Bayangkan ketika ada orang yang mengusir kita dari rumah kita secara paksa, lantas apakah kita akan menyayangi mereka dan menjadikan mereka sebagai sahabat? Apa anda akan seperti itu wahai ali sina. Kalau iya alangkah bodohnya anda ini, sepertinya pikiran ada ini mesti diperiksa.

Selanjutnya ali sina ini mempermasalahkan ayat berikut
Hai orang-orang yang beriman, Jangan kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin-pemimpinmu, sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka (QS Al Maidah: 51).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu(karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan kemudaratan bagimu). Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat(kami) jika kamu memahaminya. (QS Ali Imran: 118).
Bukankah ayat ini sama seperti sebelumnya, untuk apa orang Islam menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin mereka, adalah selayaknya orang Islam menjadikan pemimpin mereka dari kalangan Islam. Dan bukankah begitu pula Yahudi dan Nasrani menjadikan pemimpin mereka adalah dari kalangan mereka sendiri. Apa masalahnya?

Kemudian sebagai teman kepercayaan, bukankah jelas bahwa ayat itu bermaksud agar jangan menjadikan teman kepercayaan terhadap orang yang memerangi orang Islam baik secara nyata maupun sembunyi-sembunyi. Yang secara nyata ini memang cukup jelas tetapi bagaimana dengan mereka orang yang memerangi Islam secara sembunyi-sembunyi, di luar tampak baik tetapi dalam hatinya penuh kebencian dan berusaha menimbulkan kemudaratan bagi orang Islam. Oleh karena itulah Al Quran menyatakan jangan menjadikan teman kepercayaan kepada orang di luar kalangan Islam cukup dengan berbuat baik dan berlaku adil.

Lihatlah pernyataan ali sina terhadap ayat-ayat Al Quran di atas dalam kutipan berikut

 saya mengalami sendiri bahwa perkataan2 di atas itu salah lihatlah buktinya di krisis Bosnia dan Kosovo, dimana negara-negara kristen mengadakan perang terhadap sesama negara kristen untuk membebaskan orang-orang muslim. Banyak dokter2 Yahudi yang sukarela menolong pengungsi-pengungsi Kosovo, meskipun pada kenyataannya selama perang dunia II,orang-orang Muslim Albania memihak Hitler dan menolong dia membantai orang-orang Yahudi. Semakin jelas bagi saya bahwa orang-orang muslim diterima oleh orang-orang diseluruh dunia,tapi meskipun demikian nabi kita ingin kita membenci mereka, mengucilkan diri kita dari mereka, memaksa menerima cara kita hidup atau membunuh mereka, menundukkan mereka dan memaksa mereka membayar jizyah. Sungguh tolol! Sangat menyedihkan! Sungguh tak berperikemanusiaan!.

Pernyataan yang tendensius sekali dengan kebencian terhadap Islam . ali sina berkata”lihatlah buktinya di krisis Bosnia dan Kosovo, dimana negara-negara kristen mengadakan perang terhadap sesama negara kristen untuk membebaskan orang-orang muslim. Banyak dokter2 Yahudi yang sukarela menolong pengungsi-pengungsi Kosovo”
Data dari mana itu, mana sumbernya, kalau Cuma desas-desus apa gunanya. Seandainya benar jadi kenapa?, tidak ada dalam islam yang beranggapan semua orang kristen dan Yahudi itu buruk semua, mana ada itu cuma persepsi buruk anda saja.

”meskipun pada kenyataannya selama perang dunia II,orang-orang Muslim Albania memihak Hitler dan menolong dia membantai orang-orang Yahudi”. Aneh, sekali lagi berita dari mana itu kalau cuma dari mulut anda jelas tidak bisa dipercaya karena anda jelas sekali seorang pembohong. Siapa sebenarnya yang terlibat perang dunia II adakah negara-negara muslim? Hitler dan orang-orangnya adakah mereka muslim? Jelas sekali mereka nonmuslim, jadi kebencian dan pembantaian terhadap Yahudi dilakukan oleh mereka Hitler dan orang-orangnya yang suda jelas nonmuslim. Logika pincang anda itu mesti diobati ali sina.

”Semakin jelas bagi saya bahwa orang-orang muslim diterima oleh orang-orang diseluruh dunia”. Anda pura-pura bodoh atau memang bodoh ali sina lihat kumpulan berita Islamphobia Swaramuslim.net wwwpakdenono.com begitukah maksud anda orang muslim diterima di seluruh dunia. Perusakan Masjid, pelecehan orang Islam, tulisan yang merendahkan Islam(seperti tulisan anda ali sina), pelarangan jilbab sampai tindak kekerasan kepada orang muslim, begitukah diterima di seluruh dunia. Jangan tendensius ali sina, sungguh anda benar-benar pincang. Tentu kami tidak tendensius seperti anda untuk mengatakan bahwa orang islam selalu dilecehkan, yang kami maksud ada sebagian orang yang tidak menerima Islam berusaha untuk merendahkan dan melecehkan orang islam.

”tapi meskipun demikian nabi kita ingin kita membenci mereka, mengucilkan diri kita dari mereka, memaksa menerima cara kita hidup atau membunuh mereka, menundukkan mereka dan memaksa mereka membayar jizyah”
nabi anda ali sina yang seperti itu, tidak usah bawa-bawa kata kita sungguh anda dan orang pro anda jelas berbeda dengan umat Islam. Nabi kami umat islam Nabi Muhammad SAW tidak menyuruh kami membenci mereka(lihat lagi pembahasan diatas), Nabi Kami tidak memaksa(bagimu agamamu dan bagiku agamaku QS Al Kafirun :6), Nabi kami tidak mengajarkan kami membunuh mereka yang tidak mau menerima Islam, tidak ada masalah dengan jizyah, itu sama saja dengan pajak bagi negara dan tentu wajar sekali kalau orang nonmuslim pada masa pemerintahan Nabi Muhammad SAW diharuskan memabayarnya karena mereka mendapat perlindungan dari pemerintahan Islam bagi harta dan  nyawa diri beserta keluarga mereka. Islam jelas adil ali sina, anda saja yang selalu pincang.

”Sungguh tolol! Sangat menyedihkan! Sungguh tak berperikemanusiaan!”. Benar sekali ali sina, anda memang sangat tolol dan sangat menyedihkan. Fitnah dan Hinaan anda terhadap Allah, Nabi Muhammad SAW, Islam dan Umat Islam itu jelas menyakiti umat Islam. Sungguh itu adalah alasan cukup untuk menyebut anda sebagai tak berperikemanusiaan.

Note: Tulisan ditulis oleh salah seorang dari kami  dan ditampilkan oleh saudara Husain

Logika Pincang ali sina terhadap Kitab Suci

Dalam banyak artikelnya si ali sina berusaha menyatakan kesalahan Al Quran atau bahwa Al Quran hanyalah cerita yang dibuat-buat dengan menunjukkan pertentangan antara kisah-kisah Al Quran dengan kisah-kisah dalam Taurat dan Injil. Lihat kutipan berikut dalam salah satu artikelnya ”Siapakah Nabi Muhammad?”

Al Quran pada surah Al Baqarah ayat 249 menceritakan kisah Thalut dan tentaranya
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata ”sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya kecuali menciduk seciduk tangan, maka ia adalah pengikutku”. Kemudian mereka meminumnya kecuali bebarapa orang diantara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata ” Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya”. Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata ”Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.(QS Al Baqarah ayat 249).

Kemudian si ali sina berkata tentang ayat ini

Siapa saja yang pernah membaca Kitab Perjanjian Lama mengetahui bahwa bukanlah Raja Saul yang minum dari sungai untuk menguji orang-orangnya dan menyusutkan jumlah tentaranya. Tetapi Gideon dan ia melakukannya karena Tuhan memerintahkan demikian dan bukan atas kemauannya. Selain itu cerita mengenai penyusutan jumlah tentara Israel tidak mempunyai kaitan dengan Goliath. Oleh karena kejanggalan ini dan sejumlah kesalahan copy atau cerita yang dibuat-buat dapat dipastikan bahwa pengetahuan Muhammad tentang Taurat dan Injil adalah sepotong-sepotong berdasarkan cerita-cerita nyasar dan tahayul yang beredar waktu itu.

Kemudian mulut ali sina ini berkata lebih lancang lagi

Yang pasti adalah Muhammad mengetahui sejumlah nama dalam Taurat dan Injil dan mendengar kisah-kisah mereka dari tangan kedua. Tetapi Muhammad memasukkan nama-nama tersebut dengan cerita-cerita pendek dan tidak lengkap sekedar untuk mengelabui orang-orang arab bahwa ia sungguh mengetahui Taurat dan Injil. Ternyata banyak orang-orang arab yang termakan bualan Muhammad karena mereka kebanyakan tidak mengenal cerita-cerita orang Yahudi dan Nasrani. Tetapi bualan Muhammad tidak begitu mudah diterima oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani sehingga Muhammad harus memusuhi mereka sampai akhir hayatnya dan berupaya menghabisi mereka supaya kibulannya tidak terungkap

Sudah jelas sekali bahwa semua pendapat ali sina itu hanyalah berdasarkan dugaannya semata. Lihat saja dia menyalahkan Al Quran karena tidak sesuai dengan Kitab Taurat dan Injil. Bukankah ini kesalahan metode yang benar-benar cacat(mungkin dilandasi oleh persepsinya yang buruk terhadap islam) . Al Quran adalah kitab suci agama Islam dimana semua umat islam akan meyakini bahwa semua yang ada di dalamnya adalah benar. Begitu pula kitab Taurat dan Injil (yang dalam hal ini Perjanjian Lama) tentu akan diyakini oleh Yahudi dan Nasrani sebagai kitab suci dan mereka beranggapan bahwa apa yang ada di dalamnya adalah benar.

Who is ali sina? Apakah dia muslim? Jelas bukan, apakah dia Yahudi dan Nasrani? Entahlah, jadi darimana datangnya aturan jika Al Quran bertentangan dengan Taurat dan Injil maka Al Quran salah, mengapa tidak sebaliknya. Bagi Umat Islam berdasarkan Al Quran sendiri mereka meyakini telah terjadi perubahan dalam kitab Taurat dan Injil akibat ulah tangan-tangan jahil. Bagi Yahudi dan Nasrani yang tidak meyakini Al Quran maka mereka jelas akan lebih percaya pada Taurat dan Injil.

Bukankah dari sini terlihat jelas alangkah pincangnya dasar ali sina ini, bagaimana dia bisa menyalahkan Al Quran hanya karena Al Quran bertentangan dengan Perjanjian Lama. Kenapa dia tidak menyalahkan Perjanjian Lama karena bertentangan dengan Al Quran. Sikapnya ini jelas tidak objektif, pernyataannya itu seolah-olah bersandar pada anggapan bahwa kisah di Perjanjian Lama adalah benar, maka yang muslim dapat bertanya ”Apa buktinya?”. Jika tidak ada buktinya untuk apa berbicara

Oleh karena itu anggapan Yang lama(Taurat dan Injil) menjadi acuan bagi yang baru(Al Quran) adalah subjektivitas semata dan merupakan logika yang pincang. Seharusnya jika dia ingin menyatakan bahwa kisah Al Quran yang salah maka dia harus menunjukkan bukti autentik yang meneguhkan kisah di Perjanjian Lama itu. Bukankah dia sendiri berkata situsnya bukan tempat bagi para penginjil, tetapi aneh logikanya adalah logika seorang penginjil.

Mengenai pernyataan ali sina bahwa Nabi Muhammad SAW memusuhi dan berniat menghabisi orang Yahudi dan Nasrani, pernyataan ini adalah kebohongan yang besar, buktinya adalah Al Quran sendiri

Katakanlah ”Wahai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka ”Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.(QS Ali Imran ayat 64)

(Dan dihalalkan )wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak pula menjadikannya gundik-gundik.Barang siapa yang kafir sesudah beriman maka hapuslah amalannya dan ia di akhirat termasuk termasuk orang-orang merugi.(QS Al Maidah ayat 5)

Bukankah Ahli kitab yang dimaksud adalah orang Yahudi dan Nasrani dan lihatlah bagaimana Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menyeru mereka kepada akidah tauhid, tidak ada indikasi memusuhi atau berniat menghabisi dalam ayat di atas. Begitu pula Allah SWT telah mengizinkan orang-orang muslim untuk menikahi wanita ahli kitab baik dari kalangan Yahudi atau Nasrani seperti dalam Al Quran Surah Al Maidah ayat 5. Semua ini menunjukkan itikad baik Nabi Muhammad SAW kepada ahli kitab baik dari kalangan Yahudi atau Nasrani.

Sungguh si ali sina ini adalah seorang pembohong dan menyimpan kebencian yang mendalam terhadap Islam. Sehingga tampak sekali bahwa semua argumennya dipengaruhi kebenciannya terhadap Islam. Oleh karena itu bisa diperkirakan satu-satunya alasan mengapa dia menggunakan logika pincangnya itu adalah karena dengan logika pincang itu dia dapat menjelek-jelekkan Al Quran untuk memuaskan kebenciannya terhadap Islam. Naudzubillah.

Note : Tulisan ini ditulis oleh saudara Hasan

.

Jawaban “Apakah Allah dan Muhammad salah berhitung?”

Ini adalah jawaban kami terhadap tulisan dari seseorang yang berjudul “Apakah Allah dan Muhammad salah berhitung?” lihat di sini. Orang itu berusaha membuktikan terjadi kesalahan dalam Al Quranul Karim yaitu pada ayat yang berkenaan dengan waris mewaris. Dia membawakan 9 kasus yang seolah-olah(menurut dia) menunjukkan terjadi kesalahan Allah dalam menentukan kadar warisan.

Ayat Al Quranul Karim yang dimaksud adalah
Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka) untuk anak-anakmu yaitu bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua anak perempuan, dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan, jika anak perempuan itu seorang saja maka ia memperoleh separuh harta. Dan untuk Ibu Bapak bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan jika yang meninggal itu mempunyai anak, jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu bapaknya(saja) maka ibunya mendapat sepertiga, jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara maka ibunya mendapat seperenam. (pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau(dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu kamu tidak mengetahui siapa diantara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah Ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS An Nisa ‘ ayat 11).

Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu,jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan(seibu saja) maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang maka mereka bersekutu dalam bagian yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudarat(kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) Syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.( QS An Nisa’ ayat 12)

Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu) jika seseorang meninggal dunia dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan) jika ia tidak mempunyai anak, tetapi jika saudara perempuan itu dua orang maka bagi keduanya duapertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan maka bagian seorang saudara laki-laki sebanyak bagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum) ini kepadamu supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS An Nisa’ ayat 176).

Ketiga ayat di atas adalah ayat yang berkenaan dengan pembagian warisan, tulisan orang itu menyajikan kasus-kasus yang menunjukkan bahwa kadar pembagian yang ditetapkan oleh Allah dalam ayat-ayat di atas tidak tepat. Karena ada kelebihan dari jumlah harta yang diwariskan. 9 kasus yang ditunjukkan pada dasarnya sama yaitu menunjukkan ada kelebihan antara pembagian yang ditetapkan Allah SWT dan harta yang diwariskan.

Salah satu contoh kasusnya adalah jika ada orang yang meninggal, dan orang itu tidak mempunyai anak tetapi meninggalkan seorang suami, 2 orang saudara perempuan dan seorang ibu.

Maka pembagiannya
• Seorang suami berdasarkan An Nisa’ ayat 12 mendapat 1/2,“Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu,jika mereka tidak mempunyai anak”
• 2 orang saudara perempuan berdasarkan An Nisa’ ayat 176 bersekutu dalam 2/3, “jika saudara perempuan itu dua orang maka bagi keduanya duapertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal”.
• Seorang Ibu berdasarkan An Nisa’ ayat 11 mendapat 1/6, “jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara maka ibunya mendapat seperenam”.

Kalau semuanya dijumlahkan 1/2 + 2/3 + 1/6 = 4/3 = 1 + 1/3 , Orang itu menyebutkan bahwa hal ini telah menunjukkan kesalahan dalam perhitungan Allah SWT karena seharusnya jumlah pembagian harta warisan itu harus 1, kasus ini menunjukkan terjadi kelebihan harta yang harus dibagi yaitu kelebihan 1/3

Misalnya harta waris orang itu Rp 30.000.000,00 maka
• Suami mendapatkan 1/2 dari Rp 30.000.000,00 yaitu Rp 15.000.000,00
• 2 saudara perempuan mendapat 2/3 dari Rp 30.000.000,00 yaitu Rp 20.000.000,00.
• Ibu mendapat 1/6 dari Rp 30.000.000,00 yaitu Rp 5.000.000,00

Jika dijumlahkan bagian suami, 2 saudara perempuan dan ibu maka didapat Rp 15.000.000,00 + Rp 20.000.000,00 + Rp 5.000.000,00 = Rp 40.000.000,00. Padahal harta yang diwariskan Cuma Rp 30.000.000,00. Inilah yang dimaksud orang itu sebagai kesalahan perhitungan Allah SWT (naudzubillah).

Sudah jelas sekali bahwa Allah SWT tidak mungkin salah menghitung, dalam hal ini justru orang itu yang keliru. Kekeliruannya adalah bahwa dia tidak melakukan pendekatan yang benar atau metode yang benar dalam hal ini. Interpretasi buruknya itu bersumber pada kesalahan metode yang digunakan (lihat tulisan kami Sisi Buruk Interpretasi). Maksudnya orang itu tidak pernah mempelajari ilmu faraidh yang membahas masalah waris ini. Padahal pendekatan yang benar adalah dengan melihat permasalahan ini dalam ilmu faraidh atau ilmu waris.

Masalah yang orang itu kemukakan jelas bukan barang baru, ini sudah dibahas tuntas dalam Ilmu Faraidh. Kelebihan jumlah harta ini dikenal dalam Ilmu Faraidh atau Ilmu Waris sebagai ’Aul. Jika ingin penjelasan lengkapnya anda dapat merujuk buku-buku Ilmu Faraidh yang menjelaskan tentang ’Aul. Berikut adalah penjelasan sederhananya.

Kembali pada contoh di atas harta waris Rp 30.000.000,00 setelah ditentukan pembagiannya ternyata harta yang dibagi harus Rp 40.000.000,00. Orang itu menganggap hal ini sebagai hal yang tidak mungkin. Padahal pembagian tetap bisa dilanjutkan. Begini perhitungannya

• Oleh karena harta yang ada hanya Rp 30.000.000,00 maka terjadi defisit sebesar Rp 40.000.000,00 – Rp 30.000.000,00 = Rp 10.000.000,00.
• Defisit ini juga diwariskan dan setiap ahli waris mendapat jumlah defisit sesuai perbandingan bagian hak warisnya
• Suami : 2 saudara perempuan : Ibu = 1/2 : 2/3 : 1/6 = 3 : 4 : 1
• Defisit Suami = 3/8 dari Rp 10.000.000,00 = Rp 3.750.000,00. (angka 8 dari 3 + 4 + 1).
• Defisit 2 saudara perempuan = 4/8 dari Rp 10.000.000,00 = Rp 5.000.000,00.
• Defisit Ibu = 1/8 dari Rp 10.000.000,00 = Rp 1.250.000,00.

Oleh karena setiap orang mendapat defisit maka harta pembagiannya akan berubah yaitu

• Suami yang awalnya mendapat Rp 15.000.000,00 mendapat defisit sebesar Rp 3.750.000,00 maka bagian harta warisnya menjadi Rp 15.000.000,00 – Rp 3.750.000,00 = Rp 11.250.000,00.
• 2 saudara perempuan yang awalnya mendapat Rp 20.000.000,00 mendapat defisit sebesar Rp 5.000.000,00 maka bagian harta warisnya adalah Rp 20.000.000,00 – Rp 5.000.000,00 = Rp 15.000.000,00.
• Ibu yang awalnya mendapat Rp 5.000.000,00 juga mendapat defisit sebesar Rp 1.250.000,00 maka bagian harta warisnya menjadi Rp 5.000.000,00 – Rp 1.250.000,00 = Rp 3.750.000,00.

Jadi kalau bagian harta waris suami, 2 saudara perempuan dan ibu ini dijumlahkan maka didapat  Rp 11.250.000,00 (suami) + Rp 15.000.000,00 (2 saudara perempuan) + Rp 3.750.000,00 (Ibu) = Rp 30.000.000,00. Jumlah ini jelas sesuai dengan total harta yang diwariskan yaitu Rp 30.000.000,00. Jadi tidak ada kesalahan perhitungan dalam hal ini.

Kesimpulannya adalah jelas sekali orang itu keliru dalam 9 kasus yang ia tunjukkan, dia menyangka kelebihan pembagian itu sebagai kesalahan perhitungan . Padahal dalam Ilmu waris kelebihan itu tetap dapat diperhitungkan seperti yang telah ditunjukkan sebelumnya. Kasus-kasus yang lain adalah sama oleh karenanya cukup kami buktikan satu kasus yang mewakili semua kasus yang orang itu berikan. Inilah kekeliruan kalau memahami tidak dengan metode yang benar. Jelas sekali kalau orang itu tidak tahu apa-apa soal Ilmu waris dalam Islam. Dengan ketidaktahuan itu dia telah berlagak sok pintar, sungguh tiada kata yang pantas untuknya selain kedunguan. Wassalam.

Note : Tulisan ini ditulis oleh saudara Husain

Sisi Buruk Interpretasi

Assalamualaikum Wr Wb

Apa itu Interpretasi, sederhananya penafsiran. Mari kita telaah secara sederhana tentang Interpretasi suatu teks. Mengapa hal ini penting dan perlu dibahas? Karena sebelum kami menanggapi tulisan-tulisan tertentu, maka perlu dijelaskan terlebih dahulu pendapat kami tentang Interpretasi

Interpretasi atau penafsiran terhadap suatu teks merupakan pemahaman manusia terhadap teks tersebut yang memiliki muatan objektivitas dan subjektivitas. Kedua hal ini jelas berpengaruh secara krusial terhadap interpretasi.

Apa sisi objektif Interpretasi

  1. Teks itu sendiri, atau huruf-huruf yang menjadi kata, kata-kata berasosiasi menjadi kalimat. Kalimat sebagai lambang muatan ide atau sesuatu yang akan dipahami
  2. Kaidah Berpikir Logis, Berpikir logis adalah berpikir dengan aturan, aturan-aturan yang perlu digunakan untuk mencapai suatu premis yang benar dan dapat diyakini.
  3. Metode, memahami sesuatu membutuhkan pendekatan yang sesuai agar tidak terjadi kesalahan dalam memahami. Pendekatan ini kami sebut metode, sedapat mungkin metode adalah pendekatan terbaik untuk memahami teks sesuai dengan apa yang ingin disampaikan Sang Penulis Teks.

Kemudian apa pula sisi subjektif Interpretasi

  1. Persepsi manusia terhadap ketiga hal objektif yang sudah kami sebutkan di atas, persepsi disini bukanlah interpretasi itu sendiri. Yang kami maksud persepsi itu adalah persepsi terhadap kedudukan ketiga hal objektif diatas. Tentang teks misalnya seseorang bisa salah membaca atau membaca terjemahan teks(dalam bahasa yang berbeda) yang salah. Tentang berpikir logis, kami temukan ternyata banyak manusia yang berkata kepada orang lain “berpikirlah dengan logis” adalah orang yang pikirannya sendiri penuh dengan Fallacy. Terlebih lagi soal metode, lagi-lagi kami temukan banyak yang berkata seolah-olah mereka bermetode padahal mereka hanya bisa membeo dan mengcopy paste pikiran orang lain.
  2. Perasaan manusia terhadap suatu teks atau yang berkaitan dengan teks tersebut. Sederhananya bayangkan anda menerima surat, satu dari istri anda yang ada di luar kota(zaman sekarang rasanya tidak perlu pakai surat) dan satunya lagi dari teman wanita anda yang tidak begitu anda kenal. Kedua surat itu ternyata terdapat kata-kata “Sayang, Saya Cinta Padamu”. Teks yang sama ternyata diinterpretasi berbeda oleh Anda, yang satu anda pahami sebagai kata yang menyanjung dan membahagiakan hati anda(karena itu istri anda) sedangkan yang satunya dipahami sebagai kata yang meresahkan atau terkutuk(anda takut dengan istri anda rupanya). Kenapa bisa berbeda? karena perasaan anda terhadap kedua teks itu berbeda walaupun teksnya sama.

Bagaimana Interpretasi menjadi buruk?

Jawabannya ada pada sisi subjektivitas manusia yaitu dua hal yang sudah kami sebutkan sedangkan sisi objektivitasnya tidak pernah bersifat buruk. Apakah karenanya maka kita harus menghapus dua hal tersebut dari interpretasi? jelas tidak mungkin karena kedua hal itu mutlak diperlukan. Hanya saja kedua hal tersebut persepsi dan perasaan memiliki potensi yang positif dan potensi yang negatif. Sisi buruk interpretasi hanya timbul dari sesuatu yang bersifat negatif.

Kesimpulannya

Sisi buruk Interpretasi ada pada persepsi dan perasaan negatif manusia yang memahami teks tersebut.

Bagaimana mengatasinya?

Alternatif satu-satunya adalah dengan Introspeksi secara kontinu, berusaha agar selalu berpegang pada sisi objektivitas dan menggunakan persepsi dan perasaan yang tidak negatif.

Wassalam

Note; Tulisan ini ditulis oleh saudara Husain yang mewakili teman-temannya


a

Recent Comments

GRAVATAR_B on Faithfreedom Hanyalah Sekumpul…
noname on Sisi Buruk Interpretasi

 

February 2010
M T W T F S S
« Sep    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Blog Stats

  • 12,884 hits