Kali ini salah seorang dari kami akan menanggapi salah satu tulisan tentang Teori Evolusi di situs ini. Inti dari tulisan itu adalah tentang bagaimana kalau anda ingin menjatuhkan Teori Evolusi. Setelah kami baca maka kami menyimpulkan penulis ini memeiliki persepsi yang berbeda dengan kami terhadap Teori Evolusi. Dari awal penulis telah menyatakan bahwa Teori Evolusi adalah teori yang ilmiah. Sehingga untuk menjatuhkannya perlu teori lain yang melebihi teori evolusi.
Disinilah letak beda persepsi antara kami dengan penulis. Bagi Kami Teori Evolusi adalah Teori tidak ilmiah yang dianggap ilmiah. Jelas perbedaan ini didasari oleh pengertian ilmiah itu sendiri. Apakah yang dimaksud ilmiah itu adalah karena komunitas akademik mengakui teori evolusi?. Pernyataan ini sebenarnya tidak berhubungan langsung. Teori disebut Ilmiah jika teori tersebut menjelaskan suatu fenomena alam dengan baik yang disertai bukti empiris. Jadi pokok bahasannya adalah pada penjelasan teori evolusi dan bukti empirisnya. Kedua hal ini yang kami kaji dari Teori Evolusi dan ternyata penjelasan teori evolusi dan bukti empirisnya tidaklah kuat untuk dikatakan ilmiah.
Bagaimana mungkin begitu, apakah anda lebih pintar dari para ilmuwan itu? Tentu jika ada yang bertanya maka kami akan menjawab dalam hal data-data biologis yang disampaikan maka kami tidak lebih pintar dari para ilmuwan itu. Tapi seperti halnya mereka manusia maka kami pun memiliki kemampuan untuk berpikir dan menarik kesimpulan dari sekumpulan data-data yang disajikan para Ilmuwan itu. Yang perlu diperhatikan adalah di antara yang menentang Teori Evolusi juga ada dari kalangan Ilmuwan. Jadi tidak perlu pakai Argumentum Ad Verecundiam.
Menurut kami tidaklah tepat membandingkan Teori Evolusi dengan Teori Gravitasi Newton dan Teori Relativitas Umum. Teori Gravitasi Newton menjelaskan dengan baik dan memiliki bukti empiris sebagai teori ilmiah. Berikut perbedaannya dengan Teori Evolusi
- • Sampai sekarang tidak ada laporan yang menyatakan bahwa data-data yang digunakan Newton untuk merumuskan Teori Gravitasinya adalah salah. Sedangkan Teori Evolusi, terdapat data-data yang keliru dalam pembentukan teori tersebut, contohnya, Eksperimen Miller, Rekapitulasi Embriologik, Manusia Piltdown, Gigi Manusia Nebraska, Masa Hidup Archaeopteryx, dan Evolusi Kuda.
- • Interpretasi Newton mengenai pergerakan benda langit dalam perumusan Teori Gravitasinya adalah absah dan tidak dipertentangkan. Sedangkan Teori Evolusi, banyak interpretasi dalam perumusan Teori Evolusi adalah tidak absah seperti Mitos Ngengat(Melanisme Industri), Kompleksitas Yang Tak Tersederhanakan, Organ Vestigial,Transisi dari Air ke Darat, Punctuated Equilibrium dan yang paling penting adalah Konsep Kebetulan dalam Evolusi.
- • Tidak ada penemuan baru yang yang menyanggah dasar Teori Gravitasi Newton(contoh penulis tentang orbit merkurius, tidak menyanggah dasar Teori Gravitasi hanya menunjukkan ketidakmampuan Teori Gravitasi untuk menjelaskan orbit merkurius), sedangkan Teori Evolusi, terdapat penemuan yang menyanggah dasar Teori Evolusi, seperti Ledakan Kambrium, Jejak Kaki Prasejarah, Asas Entropi(penulis itu mengaku tidak tahu apa hubungannya dengan Teori Evolusi, kalau benar berarti ini membuktikan bahwa dia tidak habis membaca The Evoluiton Deceit)
- • Teori Gravitasi dapat dibuktikan secara eksperimental, sedangkan Teori Evolusi tidak dibuktikan secara eksperimental, yang ada hanya data pengamatan yang tidak berefek langsung. Lebih jelasnya seperti ini gaya gravitasi punya efek langsung pada orbit planet sistem tata surya, oleh karenanya dapat diverifikasi dengan pengamatan terhadap orbit planet, Begitu pula Teori Relativitas Umum dapat diverifikasi dengan melihat pergeseran sinar ketika gerhana matahari. Sedangkan Teori Evolusi, yang mengatakan evolusi dipengaruhi seleksi alam tidak ada satupun pengamatan yang merupakan efek langsung dari ini, yang ada hanya data-data pengamatan yang diinterpretasi bukan efek langsung. Percobaan-percobaan eksperimental tentang mutasi jelas bukan efek langsung dari evolusi karena percobaan itu jelas diintervensi oleh manusia yang berkesadaran. Tidak dengan proses acak atau kebetulan.
Jadi Teori Evolusi tidak bisa disamakan dengan Teori Gravitasi Newton.
Tentu para Evolusionis telah berusaha membantah dan menyanggah keberatan-keberatan terhadap Teori Evolusi. Tetapi masalahnya adalah berputar pada Interpretasi, dan setiap interpretasi mereka tidak pernah memuaskan(setidaknya bagi para penentangnya). Para pendukung Evolusi hanya berlindung di balik status kelimuan mereka para Evolusionis, Sehingga tidak berlebihan kalau mereka lebih percaya pada apa yang dikatakan Evolusionis. Konsep seperti ini hanyalah sejenis Argumentum Ad Verecundiam atau dalam agama lebih dikenal dengan Taklid. Evolusionis tentu ahli dalam masalah evolusi tetapi mengenai kompleksitas sistem tubuh manusia, seorang Dokter jelas lebih ahli. Oleh karenanya Tidak berlebihan kalau ada para dokter yang menentang Evolusi Makro Darwin. Evolusi tidak berhasil menjelaskan kompleksitas. Penjelasan mereka para evolusionis tentu saja ada tapi lihat sendiri apakah memuaskan atau tidak. Sekedar ada bukan penyelesaian.
Evolusionis telah membantah semua Omong Kosong itu, perkataan seperti ini(jika ada yang berkata seperti ini) menunjukkan sikap taklid semata. Sepertinya orang yang berkata ini tidak benar-benar memikirkan bantahan tersebut dengan baik. Kritikan terhadap Teori Evolusi bukan sekedar omong kosong. Sekedar ada bantahan dari evolusionis sudah cukup memuaskan mereka para pendukung Teori Evolusi. Oleh karenanya wajar jika mereka melihat orang yang menentang terhadap Teori Evolusi sebagai orang yang terkelabui atau tertipu. Sebaliknya orang yang dikira tertipu itu melihat para pendukung Teori Evolusi sebagai pihak yang tertipu juga.
Baiklah kembali ke penulis itu. Dia berkata ”Satu-satunya cara Anda untuk menjatuhkan Teori Evolusi, jika Anda mau, adalah dengan membuat teori baru. Jelaskan alam ini dengan cara lebih baik. Itu satu-satunya jalan. Jika Anda cuma bisa mengatakan bahwa “teori evolusi gagal menjelaskan A”, “teori evolusi gagal menjelaskan B”, dan sebagainya, maka itu tak ada artinya. Ketika satu teori sudah bisa mengakomodasi bukti-bukti sains yang ditemukan, maka teori itu akan tetap diterima sampai ditemukannya sebuah teori yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Permasalahannya adalah pada kata-katanya bahwa Teori Evolusi sudah bisa mengakomodasikan bukti-bukti sains yang ditemukan, kami jelas tidak sependapat dalam masalah ini. Teori Evolusi diterima oleh kalangan akademis pada awalnya karena data-data pada saat itu belum cukup banyak untuk menolak Teori Evolusi. Sedangkan sekarang ada cukup banyak hal yang jika diketahui pada awal berkembangnya Teori Evolusi, maka Teori Evolusi tidak akan diterima. Sekali lagi ini masalah persepsi.
Mengenai kisah pelanginya, yang kami tangkap adalah sepertinya dia tidak setuju dengan konsep Tuhan menciptakan sekali jadi, harus ada proses biar lebih indah. Tentu masalah ini berkaitan dengan konsep Ketuhanan. Bagi kami jelas tidak ada masalah apakah Tuhan menciptakan sekali jadi atau dengan proses. Yang jadi masalah ketika sebuah Teori menyatakan proses itu terjadi dengan Kebetulan. Tuhan tidak bekerja secara kebetulan(mungkin lebih tepat Tuhan dan kebetulan jelas tidak bisa dibandingkan). Mengenai Proses Penciptaaan, silakan para ilmuwan itu mencari. Tetapi setiap penjelasan mereka selalu bisa dinilai ilmiah atau tidak. Ilmuwan tidak hanya punya unsur ilmiah mereka juga punya unsur dogmatis Ideologis. Hal ini yang perlu diperhitungkan.
Kesimpulan Tulisan ini adalah Tidak Perlu Menunggu Atau Membuat Teori Yang Lebih Baik Untuk Menolak Teori Evolusi. Tentu jika ada maka itu lebih baik dan jika tidak ada maka lebih baik dicari. Kritik tidak harus disertai penyelesaian. Tetapi untuk meruntuhkan teori evolusi di kalangan akademis yang mendukung evolusi maka menurut mereka perlu menampilkan Teori yang lebih baik. Menurut mereka sekedar Perancangan Cerdas, Kesamaan Desain atau Penciptaan tidak memuaskan dibanding Kebetulan.
Bagi orang-orang tertentu(seperti penulis ini) karena perbedaan persepsi tentang keilmiahan Teori Evolusi maka dia berpandangan untuk menjatuhkan Teori Evolusi harus dengan Teori baru. Kami jelas tidak sependapat karena Teori Evolusi tampak tidak ilmiah dalam pandangan kami dan kami punya dasar untuk itu. Dan sebenarnya disitulah letak permasalahan para pengkritik Teori Evolusi. Silakan setiap orang bebas mengkaji dan berpendapat atau bebas untuk lebih percaya siapa. Masalah siapa yang tertipu, tiap orang kan bisa merasa benar. Tapi Semuanya selalu bisa dibahas.
Note: Tulisan ditulis salah seorang dari kami dan ditampilkan oleh saudara Hasan..
Recent Comments