September 3, 2007

Benarkah “The Evolution Deceit” Adalah Pseudoscience

Posted in Tulisan Antievolusi pada 11:01 am oleh antifaithfreedom


Baru-baru ini kami membaca tulisan-tulisan yang berkaitan dengan teori evolusi. Singkatnya yang kami tangkap dalam tulisan itu bahwa karya Harun Yahya yang berjudul ”KeruntuhanTeori Evolusi” adalah pseudoscience dan oleh karena itu tidak valid atau tidak ilmiah. Pada dasarnya mereka yang membuat tulisan itu dengan jelas meyakini teori evolusi. Setelah kami pikirkan dan kami diskusikan maka kami memutuskan untuk membuat tulisan yang berkaitan dengan ini, yang dimulai dengan pembahasan apakah karya Harun Yahya ”The Evolution Deceit” itu benar pseudoscience. Tulisan kami ini mungkin akan ditangkap oleh sebagian orang sebagai tulisan para pengagum Harun Yahya(baca:korban Harun Yahya). Bagi kami itu bukan masalah, karena kami hanya menulis apa yang kami anggap benar dalam masalah ini. Dan bukankah anggapan sebaliknya juga berlaku bagi para pendukung teori evolusi itu(baca: korban Darwinisme).

Kata pseudoscience sendiri mempunyai arti yang berbeda bagi sebagian orang, dalam hal ini kami akan mengartikan ”tidak ilmiah” atau ”seolah merupakan sains padahal bukan”. Bagaimana sebuah tulisan bisa disebut tulisan ilmiah atau tulisan sains. Jawabannya jika tulisan tersebut dibuat dengan logika yang benar sesuai metode ilmiah dan disertai bukti-bukti ilmiah maka tulisan tersebut dapat disebut tulisan ilmiah. Paling tidak itu pendapat kami

Siapa Harun Yahya dan Charles Darwin?
Si penulis ini mula-mula menunjukkan keraguan tentang kredibilitas Harun Yahya. Menurutnya Harun Yahya jelas bukan ilmuwan yang kompeten dalam membahas ”Teori Evolusi”. Harun Yahya memang mahasiswa jurusan seni yang tidak tamat. Bagi kami hal ini jelas tidak menjadi masalah, karena siapapun dia kualitasnya jelas ditentukan dari apa yang dia hasilkan. Anggapan sebaliknya juga berlaku . Siapa itu Charles Darwin sang perintis teori evolusi? Dia adalah mahasiswa kedokteran Universitas Edinburgh yang maaf tidak tamat dan akhirnya pindah ke Cambridge menjadi Pendeta Anglikan (lihat Darwin oleh Jonathan Howard hal 3). Atau anda bisa lihat disini atau disini, Charles Darwin juga belajar biologi dan geologi tetapi formalnya pendidikannya jurusan sastra. Jadi apakah dengan begitu karyanya menjadi tidak layak. Kami jelas tidak beranggapan begitu.
Benarkah Harun Yahya Salah Mengambil Premis.
Sang penulis itu juga beranggapan bahwa Harun Yahya salah mengambil premis yaitu ”Manusia berasal dari kera”. Menurutnya yang benar adalah ”Manusia dan kera berasal dari nenek moyang yang sama”. Kami tidak tahu apa maksudnya, yang kami tangkap seolah-olah Harun Yahya membantah teori evolusi tanpa memahami teori evolusi. Coba lihat kata-kata ini

”Menurut Darwin, aneka spesies makhluk hidup tidak diciptakan secara terpisah oleh Tuhan, tetapi berasal dari nenek moyang yang sama dan menjadi berbeda satu sama lain akibat kondisi alam.”(Keruntuhan Teori Evolusi oleh Harun Yahya hal 12)

Atau kata-kata ini

”Evolusionis menulis skenario evolusi manusia dengan menyusun sejumlah tengkorak yang cocok dengan tujuan mereka, berurutan dari yang terkecil hingga yang terbesar, lalu menempatkan di antara mereka tengkorak beberapa ras manusia yang telah punah. Menurut skenario ini, manusia dan kera modern memiliki nenek moyang yang sama. Sebagian dari mereka menjadi kera modern, sedangkan kelompok lain berevolusi melalui jalur yang berbeda, menjadi manusia kini. ”(Keruntuhan Teori Evolusi oleh Harun Yahya hal 65)

Kata-kata ini jelas membuktikan bahwa Harun Yahya mengerti teori evolusi dengan baik, dan beliau maaf tidak salah mengambil premis.

Nenek Moyang Manusia Adalah Makhluk Serupa Kera
Inilah yang dikatakan Harun Yahya dalam bukunya Keruntuhan Teori Evolusi hal 66 ”Darwinis menyatakan bahwa manusia modern saat ini berevolusi dari makhluk serupa kera”. Pernyataan ini tidak jauh berbeda dengan pernyataan para pendukung teori evolusi. Salah satu pendukung teori evolusi yang sezaman dengan Darwin yaitu Thomas Henry Huxley seorang ahli anatomi yang mati-matian membela Darwin telah berkata seperti berikut dalam jawabannya terhadap Uskup Oxford Samuel Wilberforce

”saya nyatakan dengan sungguh-sungguh bahwa manusia tidak punya alasan untuk malu karena kakeknya adalah seekor kera” (lihat Darwin oleh Jonathan Howard hal 10).

Di buku yang sama hal 95 Jonathan Howard juga menuliskan

”Penanganan Darwin atas proses ’pemanusiaan’ leluhur manusia yang mirip kera dan sudah punah itu merupakan rekonstruksi khayalnya yang paling mendalam mengenai suatu kecenderungan evolusioner, meskipun para evolusionis spekulatif pra-Darwin telah mengemukakan banyak butir tertentu mengenai evolusi struktural manusia.”

Jonathan Howard adalah Ketua Agricultural Research Council Institute of Animal Physiology di Babraham dekat Cambridge.

Metode Penulisan Karya Harun Yahya

• Silakan baca sendiri dan Beliau punya logika yang cukup untuk melakukan pembahasan. Logika itu jelas adalah modalnya sendiri dan anda bisa melihat apakah cara berpikirnya benar atau tidak.
• Bukti-bukti yang dikemukakan Harun Yahya adalah fakta atau pernyataan yang dia kutip dari sejumlah karya orang lain termasuk para evolusionis dan dengan ini beliau telah mencantumkan referensinya dengan sangat baik. Jadi karyanya tidak lain sebuah telaah pustaka.
• Jika apa yang dikutip Harun Yahya adalah benar maka karyanya jelas adalah sebuah karya yang ilmiah. Karena berdasarkan pendapat atau kutipan para ahli yang kompeten di bidangnya.

Jadi berdasarkan ini cukup bagi kami untuk mengatakan bahwa karya beliau jelas adalah Karya Ilmiah. Jika melihat karya Darwin The Origin Of Species, maka metode penulisannya jelas tidak jauh berbeda walaupun Darwin juga memasukkan hasil pengamatannya sendiri. Bahkan karya Harun Yahya jauh lebih banyak mengutip pendapat para ahli di bidangnya masing-masing ketimbang Darwin.

Seandainya si penulis itu ingin membuktikan bahwa karya Harun Yahya adalah pseudoscience atau tidak valid, maka seharusnya menunjukkan dimana letak tidak validnya, apakah pada kutipannya yang tidak benar(maka tunjukkan buktinya) atau logikanya. Begitu jelas lebih baik.Wassalam

Note:Tulisan ditulis saudara Husain

Iklan

1 Komentar »

  1. Srombuh said,

    Salah alamat, buku yg dikarang harun yahya tersebut, harun yahya berbicara ttg penciptaan, sedangkan para pakar evolusi, berbicara proses yg teramati dialam, jadi konteksnya sudah jauh berbeda. Dan para ilmuwan tidak peduli dg iman yg dipegang oleh orang beragama, mereka sibuk meneliti alam, dan hasil penelitian mereka dinikmati oleh seluru manusia, ingat, galileo, tomas a edition, Wright bersaudara, mereka adalah contoh manusia manusia ikhlas, yg meskipun dihujat, dipenjarakan, terusir dari kampung halamannya, bahkan diancam dibunuh demi mempertahankan teori nya, dan kita sekarang menikmati buah teori mereka, jadi umat beriman dewsalah….. Tidak ada Sampai detik ini, para ilmuwan yang penelitian mereka, bersandarkan pada kitab suci, tapi penemuan mereka akan kita cocok cocokkan bila ada kemiripan dg ayat yg ada dikitab suci, sebagai seorang muslim, membaca tulisan harun yahya, bukannya bangga, tapi saya malu, dia hanya sibuk menyalahkan orang lain, dengan mengutip ayat suci, bukannya berkarya, lewat penemuan ilmiah, padahal saya tahu alquran itu multi tafsir, dari jaman dulu sudah ribuan tafsir dihasilkan oleh ulama, dan semua tafsiran bisa berubah, dan bila ada penemuan dari sains, bisa dipastikan tafsiran kitab suci juga ikut berubah, ummat islam sekarang seperti ummat kristen 300 tahun yg lalu yg selalu membenturkan ayat dikitab suci dg penemuan ilmiah, sehingga galileo dipenjarakan, dan issac newton harus meminta maaf pada gereja, dan mencabut teori ilmiahnya, dan jauh sebelum itu islam juga punya banyak ilmuwan seperti ibnu sina, arrazy, aljabar, dan mereka semua dikafirkan oleh ulama fiqih , yg notabene sesama muslim, dan generasi sekarang ulama kita membanggakan mereka, 1000 tahun kedepan klo mental seluruh muslim seperti ini, kegelapan akan terus memayungi ummat islam, jangankan dibidang sains, menafsirkan alquran saja kita terus menerus ribut, lalu kebenaran yg ada dikitab suci itu ada dimana? Kakak beradik disampang, saling membunuh, karena beda penafsiran, ttg kitab suci, jadi blog seperti ini hanya menggelapkan keimanan yg membabi buta.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: