<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Menangkal Sang Penyesat</title>
	<atom:link href="http://antifaithfreedom.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antifaithfreedom.wordpress.com</link>
	<description>Islam, Petunjuk ke Jalan yang Benar</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 02:42:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='antifaithfreedom.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Menangkal Sang Penyesat</title>
		<link>http://antifaithfreedom.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://antifaithfreedom.wordpress.com/osd.xml" title="Menangkal Sang Penyesat" />
	<atom:link rel='hub' href='http://antifaithfreedom.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ayat-ayat Perang Dalam Qur&#8217;an</title>
		<link>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2010/02/21/ayat-ayat-perang-dalam-quran/</link>
		<comments>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2010/02/21/ayat-ayat-perang-dalam-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 07:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antifaithfreedom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan AntiFFI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antifaithfreedom.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Pada kali ini akan membahas tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan perang. Pembahasan ini juga akan membahas bahwa Islam tidak melegalkan atau mengajarkan terorisme dalam islam. Sebelumnya kami telah membahas masalah yang berhubungan dengan ini dalam artikel kami terorisme dan jihad dalam islam dan tidak ada paksaan dalam beragama. Pembahasan mengenai ayat-ayat perang ini dibuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=35&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada kali ini akan membahas tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan perang. Pembahasan ini juga akan membahas bahwa Islam tidak melegalkan atau mengajarkan terorisme dalam islam. Sebelumnya kami telah membahas masalah yang berhubungan dengan ini dalam artikel kami <a href="http://abrahamik.wordpress.com/2010/02/21/2010/02/12/teroris-dan-jihad-dalam-islam/">terorisme dan jihad dalam islam</a> dan <a href="http://abrahamik.wordpress.com/2010/02/21/2010/02/14/tidak-ada-paksaan-dalam-beragama/">tidak ada paksaan dalam beragama</a>. Pembahasan mengenai ayat-ayat perang ini dibuat oleh pakar tafsir Qur’an yaitu Pak M.Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul Ayat-ayat Fitna. Buku ini menjadi jawaban atas <a href="http://www.liveprayer.com/fitna.cfm">Film Fitna</a> yang menjelekkan Islam dengan memelintirkan ayat-ayat Qur’an<span id="more-35"></span></p>
<p>Ayat-ayat yang dibahas adalah:</p>
<p>1. Qur’an Surat Al-Anfal ayat 60 :</p>
<p><strong><em>Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang  kamu menggentarkan  musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu  tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya .</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>2. Qur’an Surat Muhammad ayat 4 :</p>
<p><strong><em>Apabila kamu bertemu (di medan perang) dengan orang-orang kafir  maka pancunglah batang leher mereka, sampai batas apabila kamu telah melumpuhkan gerak mereka maka kuatkanlah ikatan (tawanlah) mereka, lalu (kamu boleh) membebaskan mereka sesudah(nya) atau (kamu boleh juga melepaskannya) dengan menerima tebusan sampai perang meletakkan beban-bebannya. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>3. Qu’an Surat An-nisa ayat 89</p>
<p><strong><em>Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan siapapun di antara mereka sebagai orang-orang dekat, hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling , tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi teman dekat, dan jangan  (pula) penolong,</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>4. Qur’an Surat Al-Anfal ayat 39</p>
<p><strong><em>Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah  dan supaya kepatuhan semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran) , maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. </em></strong></p>
<p><strong><em><br />
</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Download bukunya <a href="http://www.ziddu.com/download.php?uid=cK6il5qlarOcnOKnZ6qhkZSrZKygmpeq7">disini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antifaithfreedom.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antifaithfreedom.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antifaithfreedom.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antifaithfreedom.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antifaithfreedom.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antifaithfreedom.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antifaithfreedom.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antifaithfreedom.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antifaithfreedom.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antifaithfreedom.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antifaithfreedom.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antifaithfreedom.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antifaithfreedom.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antifaithfreedom.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=35&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2010/02/21/ayat-ayat-perang-dalam-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66c01e84d81a78ba043b10cc9218f545?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">antifaithfreedom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Umur Aisyah yang &#8220;Sebenarnya&#8221; saat menikah dengan Rasulullah</title>
		<link>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2010/02/16/umur-aisyah-yang-sebenarnya-saat-menikah-dengan-rasulullah/</link>
		<comments>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2010/02/16/umur-aisyah-yang-sebenarnya-saat-menikah-dengan-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 07:14:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antifaithfreedom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan AntiFFI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antifaithfreedom.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Umur Aisyah saat menikah dengan Rasulullah saw Terjemahan artikel bahasa Inggris, dari : The Ancient Myth Exposed By T.O. Shanavas , di Michigan. © 2001 Minaret from The Minaret Source: http://www.iiie.net/ Seorang teman kristen suatu kali bertanya ke saya, &#8221; Akankah anda menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=21&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Umur Aisyah saat menikah dengan Rasulullah saw </strong></p>
<p><em>Terjemahan artikel bahasa Inggris, dari : The Ancient Myth Exposed By T.O. Shanavas , di Michigan. © 2001 Minaret from The Minaret Source: http://www.iiie.net/</em></p>
<p>Seorang teman kristen suatu kali bertanya ke saya, &#8221; Akankah anda menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?&#8221; Saya terdiam. Dia melanjutkan,&#8221; Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?&#8221; Saya katakan padanya,&#8221; Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini.&#8221; Teman saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya. <span id="more-21"></span>Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima masyarakat pada saat itu. Jika tidak, Orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah.  Bagaimanapun, penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi orang-orang yang naif dalam mempercayainya. Tetapi, saya tidak cukup puas dengan penjelasan seperti itu.  Nabi merupakan manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut dicontoh sehingga kita, Muslim dapat meneladaninya. Bagaimanapun, kebanyakan orang di Islamic Center of Toledo, termasuk saya, Tidak akan berpikir untuk menunangkan saudara perempuan kita yang berumur 7 tahun dengan seorang laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju dengan pernikahan seperti itu, kebanyakan orang, walaupun tidak semuanya, akan memandang rendah thd orang tua dan suami tua tersebut.  Tahun 1923, pencatat pernikahan di Mesir diberi intruksi untuk menolak pendaftaran dan menolak mengeluarkan surat nikah bagi calon suami berumur dibawah 18 tahun , dan calon isteri dibawah 16 tahun. Tahun 1931, Sidang dalam oraganisasi-oraganisi hukum dan syariah menetapkan untuk tidak merespon pernikahan bagi pasangan dengan umur diatas (Women in Muslim Family Law, John Esposito, 1982). Ini memperlihatkan bahwa walaupun di negara Mesir yang mayoritas Muslim pernikahan usia anak-anak adalah tidak dapat diterima.  Jadi, Saya percaya, tanpa bukti yang solidpun selain perhormatan saya thd Nabi, bahwa cerita pernikahan gadis brumur 7 tahun dengan Nabi berumur 50 tahun adalah mitos semata. Bagaimanapun perjalanan panjang saya dalam menyelelidiki kebenaran atas hal ini membuktikan intuisi saya benar adanya. Nabi memang seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos berumur 7 atau 9 tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam literatur hadist. Lebih jauh, Saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan hal ini sangatlah tidak bisa dipercaya. Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tsb sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisyanm ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun.</p>
<p>BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER  Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya,Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini. Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.  Tehzibu&#8217;l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : &#8221; Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq &#8221; (Tehzi&#8217;bu&#8217;l-tehzi&#8217;b, Ibn Hajar Al- `asqala&#8217;ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).  Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: &#8221; Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq&#8221; (Tehzi&#8217;b u&#8217;l-tehzi&#8217;b, IbnHajar Al- `asqala&#8217;ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).  Mizanu&#8217;l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: &#8220;Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok&#8221; (Mizanu&#8217;l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu&#8217;l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).</p>
<p>KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.  KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:  pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu 610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam 613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat 615 M: Hijrah ke Abyssinia. 616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam. 620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah 622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina 623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah</p>
<p>BUKTI #2: MEMINANG  Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.  Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: &#8220;Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya &#8221; (Tarikhu&#8217;l-umam wa&#8217;l-mamlu&#8217;k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara&#8217;l-fikr, Beirut, 1979).  Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M). Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.</p>
<p>KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.</p>
<p>BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah  Menurut Ibn Hajar, &#8220;Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun&#8230; Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah &#8221; (Al-isabah fi tamyizi&#8217;l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu&#8217;l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).  Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.</p>
<p>KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.  BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma&#8217;  Menurut Abda&#8217;l-Rahman ibn abi zanna&#8217;d: &#8220;Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la&#8217;ma&#8217;l-nubala&#8217;, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu&#8217;assasatu&#8217;l-risalah, Beirut, 1992).  Menurut Ibn Kathir: &#8220;Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]&#8221; (Al-Bidayah wa&#8217;l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).  Menurut Ibn Kathir: &#8220;Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun&#8221; (Al-Bidayah wa&#8217;l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)  Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: &#8220;Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.&#8221; (Taqribu&#8217;l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi&#8217;l-nisa&#8217;, al-harfu&#8217;l-alif, Lucknow).  Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).  Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.  Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda&#8217;l-Rahman ibn abi zanna&#8217;d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.  Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?  kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.</p>
<p>BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD  Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu&#8217;l-jihad wa&#8217;l-siyar, Bab karahiyati&#8217;l-isti`anah fi&#8217;l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: &#8220;ketika kita mencapai Shajarah&#8221;. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu&#8217;l-jihad wa&#8217;l-siyar, Bab Ghazwi&#8217;l-nisa&#8217; wa qitalihinnama`a&#8217;lrijal): &#8220;Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].&#8221; Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud and Badr.  Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu&#8217;l-maghazi, Bab Ghazwati&#8217;l-khandaq wa hiya&#8217;l-ahza&#8217;b): &#8220;Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.&#8221;  Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud</p>
<p>KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.</p>
<p>BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)  Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: &#8220;Saya seorang gadis muda(jariyah dalam bahasa arab)&#8221; ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu&#8217;l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa&#8217;l-sa`atu adha&#8217; wa amarr).  Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka bermain (Lane&#8217;s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karean itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.  Kesimpulan: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.</p>
<p>BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab  Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: &#8220;Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)&#8221;. Ketika Nabi bertanya ttg identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.  Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris &#8220;virgin&#8221;. Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah &#8220;wanita&#8221; (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).</p>
<p>Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah &#8220;wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan.&#8221; Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.</p>
<p>BUKTI #8. Text Qur&#8217;an  Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur&#8217;an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?  Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat , yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur&#8217;an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid doaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb mengatakan : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)  Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan &#8220;sampai usia menikah&#8221; sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.  Disini, ayat Qur&#8217;an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.  Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karean itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa AbuBakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.  Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,&#8221; berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?&#8221; Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?  AbuBakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur&#8217;an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karean itu menentang hukum-hukum Quran.</p>
<p>Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.</p>
<p>BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan  Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.  Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.  Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.  Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.  kesimpulan: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.</p>
<p><em>SUMMARY</em>:  Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.  Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karean adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.  Oleh karean itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur&#8217;an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antifaithfreedom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antifaithfreedom.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antifaithfreedom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antifaithfreedom.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antifaithfreedom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antifaithfreedom.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antifaithfreedom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antifaithfreedom.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antifaithfreedom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antifaithfreedom.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antifaithfreedom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antifaithfreedom.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antifaithfreedom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antifaithfreedom.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=21&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2010/02/16/umur-aisyah-yang-sebenarnya-saat-menikah-dengan-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66c01e84d81a78ba043b10cc9218f545?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">antifaithfreedom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Persepsi Terhadap Teori Evolusi</title>
		<link>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/21/perbedaan-persepsi-terhadap-teori-evolusi/</link>
		<comments>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/21/perbedaan-persepsi-terhadap-teori-evolusi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Sep 2007 14:35:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antifaithfreedom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Antievolusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/21/perbedaan-persepsi-terhadap-teori-evolusi/</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini salah seorang dari kami akan menanggapi salah satu tulisan tentang Teori Evolusi di situs ini. Inti dari tulisan itu adalah tentang bagaimana kalau anda ingin menjatuhkan Teori Evolusi. Setelah kami baca maka kami menyimpulkan penulis ini memeiliki persepsi yang berbeda dengan kami terhadap Teori Evolusi. Dari awal penulis telah menyatakan bahwa Teori Evolusi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=20&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini salah seorang dari kami akan menanggapi salah satu tulisan tentang Teori Evolusi <a title="Evolusi" href="http://sora9n.wordpress.com/2007/08/30/begini-lho-caranya-kalau-anda-mau-menjatuhkan-teori-evolusi/" target="_blank">di situs ini</a>. Inti dari tulisan itu adalah tentang bagaimana kalau anda ingin menjatuhkan Teori Evolusi. Setelah kami baca maka kami menyimpulkan penulis ini memeiliki persepsi yang berbeda dengan kami terhadap Teori Evolusi. Dari awal penulis telah menyatakan bahwa Teori Evolusi adalah teori yang ilmiah. Sehingga untuk menjatuhkannya perlu teori lain yang melebihi teori evolusi.<span id="more-20"></span></p>
<p>Disinilah letak beda persepsi antara kami dengan penulis. Bagi Kami Teori Evolusi adalah Teori tidak ilmiah yang dianggap ilmiah. Jelas perbedaan ini didasari oleh pengertian ilmiah itu sendiri. Apakah yang dimaksud ilmiah itu adalah karena komunitas akademik mengakui teori evolusi?. Pernyataan ini sebenarnya tidak berhubungan langsung. Teori disebut Ilmiah jika teori tersebut menjelaskan suatu fenomena alam dengan baik yang disertai bukti empiris. Jadi pokok bahasannya adalah pada penjelasan teori evolusi dan bukti empirisnya. Kedua hal ini yang kami kaji dari Teori Evolusi dan ternyata penjelasan teori evolusi dan bukti empirisnya tidaklah kuat untuk dikatakan ilmiah.</p>
<p>Bagaimana mungkin begitu, apakah anda lebih pintar dari para ilmuwan itu? Tentu jika ada yang bertanya maka kami akan menjawab dalam hal data-data biologis yang disampaikan maka kami tidak lebih pintar dari para ilmuwan itu. Tapi seperti halnya mereka manusia maka kami pun memiliki kemampuan untuk berpikir dan menarik kesimpulan dari sekumpulan data-data yang disajikan para Ilmuwan itu. Yang perlu diperhatikan adalah di antara yang menentang Teori Evolusi juga ada dari kalangan Ilmuwan. Jadi tidak perlu pakai Argumentum Ad Verecundiam.</p>
<p>Menurut kami tidaklah tepat membandingkan Teori Evolusi dengan Teori Gravitasi Newton dan Teori Relativitas Umum. Teori Gravitasi Newton menjelaskan dengan baik dan memiliki bukti empiris sebagai teori ilmiah. Berikut perbedaannya dengan Teori Evolusi</p>
<ol>
<li>•    Sampai sekarang tidak ada laporan yang menyatakan bahwa data-data yang digunakan Newton untuk merumuskan Teori Gravitasinya adalah salah. Sedangkan Teori Evolusi, terdapat data-data yang keliru dalam pembentukan teori tersebut, contohnya, Eksperimen Miller, Rekapitulasi Embriologik, Manusia Piltdown, Gigi Manusia Nebraska, Masa Hidup Archaeopteryx, dan Evolusi Kuda.</li>
<li>•    Interpretasi Newton mengenai pergerakan benda langit dalam perumusan Teori Gravitasinya adalah absah dan tidak dipertentangkan. Sedangkan Teori Evolusi, banyak interpretasi dalam perumusan Teori Evolusi adalah tidak absah seperti Mitos Ngengat(Melanisme Industri), Kompleksitas Yang Tak Tersederhanakan, Organ Vestigial,Transisi dari Air ke Darat, Punctuated Equilibrium dan yang paling penting adalah Konsep Kebetulan dalam Evolusi.</li>
<li>•    Tidak ada penemuan baru yang yang menyanggah dasar Teori Gravitasi Newton(contoh penulis tentang orbit merkurius, tidak menyanggah dasar Teori Gravitasi hanya menunjukkan ketidakmampuan Teori Gravitasi untuk menjelaskan orbit merkurius), sedangkan Teori Evolusi, terdapat penemuan yang menyanggah dasar Teori Evolusi, seperti Ledakan Kambrium, Jejak Kaki Prasejarah, Asas Entropi(penulis itu mengaku tidak tahu apa hubungannya dengan Teori Evolusi, kalau benar berarti ini membuktikan bahwa dia tidak habis membaca The Evoluiton Deceit)</li>
<li>•    Teori Gravitasi dapat dibuktikan secara eksperimental, sedangkan Teori Evolusi tidak dibuktikan secara eksperimental, yang ada hanya data pengamatan yang tidak berefek langsung. Lebih jelasnya seperti ini gaya gravitasi punya efek langsung pada orbit planet sistem tata surya, oleh karenanya dapat diverifikasi dengan pengamatan terhadap orbit planet, Begitu pula Teori Relativitas Umum dapat diverifikasi dengan melihat pergeseran sinar ketika gerhana matahari. Sedangkan Teori Evolusi, yang mengatakan evolusi dipengaruhi seleksi alam tidak ada satupun pengamatan yang merupakan efek langsung dari ini, yang ada hanya data-data pengamatan yang diinterpretasi bukan efek langsung. Percobaan-percobaan eksperimental tentang mutasi jelas bukan efek langsung dari evolusi karena percobaan itu jelas diintervensi oleh manusia yang berkesadaran. Tidak dengan proses acak atau kebetulan.</li>
</ol>
<p>Jadi Teori Evolusi tidak bisa disamakan dengan Teori Gravitasi Newton.</p>
<p>Tentu para Evolusionis telah berusaha membantah dan menyanggah keberatan-keberatan terhadap Teori Evolusi. Tetapi masalahnya adalah berputar pada Interpretasi, dan setiap interpretasi mereka tidak pernah memuaskan(setidaknya bagi para penentangnya). Para pendukung Evolusi hanya berlindung di balik status kelimuan mereka para Evolusionis, Sehingga tidak berlebihan kalau mereka lebih percaya pada apa yang dikatakan Evolusionis. Konsep seperti ini hanyalah sejenis Argumentum Ad Verecundiam atau dalam agama lebih dikenal dengan Taklid. Evolusionis tentu ahli dalam masalah evolusi tetapi mengenai kompleksitas sistem tubuh manusia, seorang Dokter jelas lebih ahli. Oleh karenanya Tidak berlebihan kalau ada <a title="dokter menentang evolusi makro darwin" href="http://www.pssiinternational.com/" target="_blank">para dokter yang menentang Evolusi Makro Darwin</a>. Evolusi tidak berhasil menjelaskan kompleksitas. Penjelasan mereka para evolusionis tentu saja ada tapi lihat sendiri apakah memuaskan atau tidak. Sekedar ada bukan penyelesaian.</p>
<p><em>Evolusionis telah membantah semua Omong Kosong itu</em>, perkataan seperti ini(jika ada yang berkata seperti ini) menunjukkan sikap taklid semata. Sepertinya orang yang berkata ini tidak benar-benar memikirkan bantahan tersebut dengan baik. Kritikan terhadap Teori Evolusi bukan sekedar omong kosong. Sekedar ada bantahan dari evolusionis sudah cukup memuaskan mereka para pendukung Teori Evolusi. Oleh karenanya wajar jika mereka melihat orang yang menentang terhadap Teori Evolusi sebagai orang yang terkelabui atau tertipu. Sebaliknya orang yang dikira tertipu itu melihat para pendukung Teori Evolusi sebagai pihak yang tertipu juga.</p>
<p>Baiklah kembali ke penulis itu. Dia berkata<em> ”Satu-satunya cara Anda untuk menjatuhkan Teori Evolusi, jika Anda mau, adalah dengan membuat teori baru. Jelaskan alam ini dengan cara lebih baik. Itu satu-satunya jalan. Jika Anda cuma bisa mengatakan bahwa “teori evolusi gagal menjelaskan A”, “teori evolusi gagal menjelaskan B”, dan sebagainya, maka itu tak ada artinya. Ketika satu teori sudah bisa mengakomodasi bukti-bukti sains yang ditemukan, maka teori itu akan tetap diterima sampai ditemukannya sebuah teori yang lebih baik lagi dari sebelumnya</em>. Permasalahannya adalah pada kata-katanya bahwa Teori Evolusi sudah bisa mengakomodasikan bukti-bukti sains yang ditemukan, kami jelas tidak sependapat dalam masalah ini. Teori Evolusi diterima oleh kalangan akademis pada awalnya karena data-data pada saat itu belum cukup banyak untuk menolak Teori Evolusi. Sedangkan sekarang ada cukup banyak hal yang jika diketahui pada awal berkembangnya Teori Evolusi, maka Teori Evolusi tidak akan diterima. Sekali lagi ini masalah persepsi.</p>
<p>Mengenai kisah pelanginya, yang kami tangkap adalah sepertinya dia tidak setuju dengan konsep Tuhan menciptakan sekali jadi, harus ada proses biar lebih indah. Tentu masalah ini berkaitan dengan konsep Ketuhanan. Bagi kami jelas tidak ada masalah apakah Tuhan menciptakan sekali jadi atau dengan proses. Yang jadi masalah ketika sebuah Teori menyatakan proses itu terjadi dengan Kebetulan. Tuhan tidak bekerja secara kebetulan(mungkin lebih tepat Tuhan dan kebetulan jelas tidak bisa dibandingkan). Mengenai Proses Penciptaaan, silakan para ilmuwan itu mencari. Tetapi setiap penjelasan mereka selalu bisa dinilai ilmiah atau tidak. Ilmuwan tidak hanya punya unsur ilmiah mereka juga punya unsur dogmatis Ideologis. Hal ini yang perlu diperhitungkan.</p>
<p>Kesimpulan Tulisan ini adalah Tidak Perlu Menunggu Atau Membuat Teori Yang Lebih Baik Untuk Menolak Teori Evolusi. Tentu jika ada maka itu lebih baik dan jika tidak ada maka lebih baik dicari. Kritik tidak harus disertai penyelesaian. Tetapi untuk meruntuhkan teori evolusi di kalangan akademis yang mendukung evolusi maka menurut mereka perlu menampilkan Teori yang lebih baik. Menurut mereka sekedar Perancangan Cerdas, Kesamaan Desain atau Penciptaan tidak memuaskan dibanding Kebetulan.</p>
<p>Bagi orang-orang tertentu(seperti penulis ini) karena perbedaan persepsi tentang keilmiahan Teori Evolusi maka dia berpandangan untuk menjatuhkan Teori Evolusi harus dengan Teori baru. Kami jelas tidak sependapat karena Teori Evolusi tampak tidak ilmiah dalam pandangan kami dan kami punya dasar untuk itu. Dan sebenarnya disitulah letak permasalahan para pengkritik Teori Evolusi. Silakan setiap orang bebas mengkaji dan berpendapat atau bebas untuk lebih percaya siapa. Masalah siapa yang tertipu, tiap orang kan bisa merasa benar. Tapi Semuanya selalu bisa dibahas.</p>
<p><em>Note: Tulisan ditulis salah seorang dari kami dan ditampilkan oleh saudara Hasan..<br />
</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antifaithfreedom.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antifaithfreedom.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antifaithfreedom.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antifaithfreedom.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antifaithfreedom.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antifaithfreedom.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antifaithfreedom.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antifaithfreedom.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antifaithfreedom.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antifaithfreedom.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antifaithfreedom.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antifaithfreedom.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antifaithfreedom.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antifaithfreedom.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antifaithfreedom.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antifaithfreedom.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=20&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/21/perbedaan-persepsi-terhadap-teori-evolusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66c01e84d81a78ba043b10cc9218f545?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">antifaithfreedom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Faithfreedom Hanyalah Sekumpulan Pemboros Yang Menyebarkan Tipu Daya</title>
		<link>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/19/faithfreedom-hanyalah-sekumpulan-pemboros-yang-menyebarkan-tipu-daya/</link>
		<comments>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/19/faithfreedom-hanyalah-sekumpulan-pemboros-yang-menyebarkan-tipu-daya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Sep 2007 06:26:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antifaithfreedom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan AntiFFI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/19/faithfreedom-hanyalah-sekumpulan-pemboros-yang-menyebarkan-tipu-daya/</guid>
		<description><![CDATA[Semoga keselamatan dilimpahkan kepada kalian, disertai rahmat dan berkah dari Allah swt Semoga salam dan shalawat senantiasa terlimpah kepada junjungan kita Sang Rasulullah Muhammad SAW beserta keluarganya yang disucikan Allah Semoga cahaya iman senantiasa menyinari pengikut-pengikut beliau dan Allah berkenan memberi petunjuk kepada orang-orang yang berusaha mencari kebenaran dan Allah pun berkenan memberi hidayah kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=19&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga keselamatan dilimpahkan kepada kalian, disertai rahmat dan berkah dari Allah swt</p>
<p>Semoga salam dan shalawat senantiasa terlimpah kepada junjungan kita Sang Rasulullah Muhammad SAW beserta keluarganya yang disucikan Allah</p>
<p>Semoga cahaya iman senantiasa menyinari pengikut-pengikut beliau dan Allah berkenan memberi petunjuk kepada orang-orang yang berusaha mencari kebenaran dan Allah pun berkenan memberi hidayah kepada setiap dari mereka yang Allah kehendaki</p>
<p>Dalam Surah Al-Israa’ ayat ke-27: <em>Allah swt berfirman:<br />
Sesungguhnya pemboros &#8211; pemboros itu adalah saudara &#8211; saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya </em>.<span id="more-19"></span><br />
Dalam kitab tafsirnya, Ibnu Katsir berkata:<br />
<em>﴿إِنَّ الْمُبَذرِينَ كَانُواْ إِخْوَنَ الشَّيَـطِينِ﴾<br />
(Verily, the spendthrifts are brothers of the Shayatin,) meaning, they are their brothers in extravagance, foolishness, failing to obey Allah and committing sin. Allah said:<br />
﴿وَكَانَ الشَّيْطَـنُ لِرَبِّهِ كَفُورًا﴾<br />
(and the Shaytan is ever ungrateful to his Lord.) meaning, he is an ingrate, because he denied the blessings of Allah and did not obey Him, turning instead to disobedience and rebellion.<br />
﴿وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَآءَ رَحْمَةٍ مِّن رَّبِّكَ﴾<br />
(And if you turn away from them and you are awaiting a mercy from your Lord) `If your relatives and those to whom We have commanded you to give, ask you for something, and you do not have anything, and you turn away from them because you have nothing to give,<br />
﴿فَقُل لَّهُمْ قَوْلاً مَّيْسُورًا﴾<br />
(then, speak unto them a soft, kind word.) meaning, with a promise. This was the opinion of Mujahid, `Ikrimah, Sa`id bin Jubayr, Al-Hasan, Qatadah and others.</em></p>
<p>Mari Kita Bahas Sejenak:</p>
<p>Bahwasanya Allah swt. dalam Al-Israa’ ayat ke-27 dengan sangat jelas mengatakan pemboros-pemboros adalah saudara-saudara syaitan. Lalu siapakah pemboros-pemboros itu?<br />
Mungkin kebanyakan dari kita akan menghubungkan arti dari pemboros adalah penghambur-hamburan harta semata yang tak tujuannya hanya untuk bersenang-senang.<br />
Akan tetapi, dalam tafsir ini dengan jelas dapat kita lihat bahwa arti pemboros amat erat kaitannya dengan kata-kata selanjutnya pada ayat ini, yaitu <em>“syaitan itu adalah sangat ingkar kepada tuhannya”.</em><br />
Dengan kata lain kita dapat mengkategorikan orang-orang yang termasuk sebagai pemboros adalah mereka yang menghambur-hamburkan segala potensi dirinya, termasuk harta, waktu dan kedudukan untuk mengajak orang berbondong-bondong ingkar kepada Allah swt. Lalu Al Qur’an sendirilah yang mengatakan mereka sebagai saudara-saudara syaitan.<br />
Singkat kata kami hendak mengingatkan kepada kita semua bahwasanya pemboros-pemboros ini banyak sekali bermanifestasi dalam dunia maya tempat kita saling berkoneksi. Tidak lain dan tidak bukan adalah internet. Bahkan salah satu dari mereka yang sangat terang-terangan dalam hal ini adalah <strong><em>FAITHFREEDOM INTERNATIONAL</em></strong> yang dengan segala tipu daya mereka berusaha menyesatkan sebagian dari kita dengan dogma-dogma negatif yang dikembangkan lewat opini-opini yang seolah berdalil jelas, padahal hanya pelintiran makna tak berdasar logika yang benar.<br />
Dan kami sangat yakin sekali bahwasanya seorang atau sekumpulan pemboros seperti ini hanya berujung layaknya pemboros-pemboros yang lain. Hanya kesia-siaan, ketersiksaan jasmani dan bathin dirongrong prasangka negatif diri mereka sendiri. Dan tentunya, hanya ada satu saudara yang akan menanti mereka dan memuji-muji mereka. Yaitu Syaitan, seperti yang disebutkan Allah dalam surah Al-Isra’ ayat 27 di atas.<br />
Ingatlah surah An-nisa ayat 76: <em>“Orang &#8211; orang yang beriman berperang di jalan Allah , dan orang &#8211; orang yang kafir berperang di jalan thaghut , sebab itu perangilah kawan &#8211; kawan syaitan itu , karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah “<br />
</em>Yah benar, sesungguhnya <em><strong>FAITHFREEDOM INTERNATIONAL</strong></em> adalah sekumpulan orang-orang yang berusaha memerangi Islam dengan terang-terangan dan sembunyi-sembunyi dengan menyebarkan tipu daya, namun tipu daya mereka amatlah lemah.<br />
Dan Ath-Thariq ayat 15: <em>“Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar – benarnya”<br />
</em>Yah, lagi-lagi ini benar. Sesungguhnya <em><strong>FAITHFREEDOM INTERNATIONAL dan ORGANISASI YANG SEJENIS DENGAN MEREKA</strong></em>, benar-benar “istimewa” dalam mempersiapkan kejahatannya. Tak tanggung-tanggung, bahkan ribuan artikel sudah dibuat dengan tujuan merendahkan Islam, memurtadkan umat, menghina Rasulullah SAW, dan menghina Allah dengan alih-alih menggunakan ayat Alqur’an dan hadits yang diputarbalikkan demi mendukung otak kotor mereka. Lalu dalam berbagai bahasa forum-forum mulai dibuat dan berbagai link mulai disatukan, berbagai nama-nama pemeran mulai ditampilkan, seperti ALI SINA misalnya. Apalagi namanya kalau ini bukan perencanaan yang matang?<br />
Tetapi jangan heran wahai sahabatku seiman sekalian, karena ini bukan hal yang baru.<em> “Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari &#8211; cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk ( merusakkan ) mu , hingga datanglah kebenaran ( pertolongan Allah ) , dan menanglah agama Allah , padahal mereka tidak menyukainya “ </em>(Surah At-taubah ayat 48)<br />
Kemudian Ali-Imran ayat 154:<em> “Orang &#8211; orang kafir itu membuat tipu daya , dan Allah membalas tipu daya mereka itu . Dan Allah sebaik &#8211; baik pembalas tipu daya”</em><br />
Wahai kalian yang saat ini sedang berada dalam kebimbangan, yakinlah bahwasanya Allah akan membalas tipu daya mereka itu dengan sebaik-baiknya.</p>
<p><em>Note: Tulisan ini ditulis Saudara Hasan dan ditampilkan oleh Saudara Husain </em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antifaithfreedom.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antifaithfreedom.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antifaithfreedom.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antifaithfreedom.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antifaithfreedom.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antifaithfreedom.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antifaithfreedom.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antifaithfreedom.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antifaithfreedom.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antifaithfreedom.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antifaithfreedom.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antifaithfreedom.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antifaithfreedom.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antifaithfreedom.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antifaithfreedom.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antifaithfreedom.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=19&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/19/faithfreedom-hanyalah-sekumpulan-pemboros-yang-menyebarkan-tipu-daya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66c01e84d81a78ba043b10cc9218f545?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">antifaithfreedom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah “The Evolution Deceit” Adalah Pseudoscience</title>
		<link>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/03/benarkah-%e2%80%9cthe-evolution-deceit%e2%80%9d-adalah-pseudoscience/</link>
		<comments>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/03/benarkah-%e2%80%9cthe-evolution-deceit%e2%80%9d-adalah-pseudoscience/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Sep 2007 11:01:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antifaithfreedom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Antievolusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/03/benarkah-%e2%80%9cthe-evolution-deceit%e2%80%9d-adalah-pseudoscience/</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini kami membaca tulisan-tulisan yang berkaitan dengan teori evolusi. Singkatnya yang kami tangkap dalam tulisan itu bahwa karya Harun Yahya yang berjudul ”KeruntuhanTeori Evolusi” adalah pseudoscience dan oleh karena itu tidak valid atau tidak ilmiah. Pada dasarnya mereka yang membuat tulisan itu dengan jelas meyakini teori evolusi. Setelah kami pikirkan dan kami diskusikan maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=18&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru-baru ini kami membaca tulisan-tulisan yang berkaitan dengan teori evolusi. Singkatnya yang kami tangkap dalam tulisan itu bahwa karya Harun Yahya yang berjudul <em>”KeruntuhanTeori Evolusi”</em> adalah pseudoscience dan oleh karena itu tidak valid atau tidak ilmiah. Pada dasarnya mereka yang membuat tulisan itu dengan jelas meyakini teori evolusi. Setelah kami pikirkan dan kami diskusikan maka kami memutuskan untuk membuat tulisan yang berkaitan dengan ini, yang dimulai dengan pembahasan apakah karya Harun Yahya <em>”The Evolution Deceit”</em> itu benar pseudoscience.<span id="more-18"></span> Tulisan kami ini mungkin akan ditangkap oleh sebagian orang sebagai tulisan para pengagum Harun Yahya<em>(baca:korban Harun Yahya)</em>. Bagi kami itu bukan masalah, karena kami hanya menulis apa yang kami anggap benar dalam masalah ini. Dan bukankah anggapan sebaliknya juga berlaku bagi para pendukung teori evolusi itu<em>(baca: korban Darwinisme).</em></p>
<p>Kata pseudoscience sendiri mempunyai arti yang berbeda bagi sebagian orang, dalam hal ini kami akan mengartikan <em>”tidak ilmiah”</em> atau <em>”seolah merupakan sains padahal bukan”.</em> Bagaimana sebuah tulisan bisa disebut tulisan ilmiah atau tulisan sains. Jawabannya jika tulisan tersebut dibuat dengan logika yang benar sesuai metode ilmiah dan disertai bukti-bukti ilmiah maka tulisan tersebut dapat disebut tulisan ilmiah. Paling tidak itu pendapat kami</p>
<p><strong>Siapa Harun Yahya dan Charles Darwin?</strong><br />
Si penulis ini mula-mula menunjukkan keraguan tentang kredibilitas Harun Yahya. Menurutnya Harun Yahya jelas bukan ilmuwan yang kompeten dalam membahas <em>”Teori Evolusi”</em>. Harun Yahya memang mahasiswa jurusan seni yang tidak tamat. Bagi kami hal ini jelas tidak menjadi masalah, karena siapapun dia kualitasnya jelas ditentukan dari apa yang dia hasilkan. Anggapan sebaliknya juga berlaku . Siapa itu Charles Darwin sang perintis teori evolusi? Dia adalah mahasiswa kedokteran Universitas Edinburgh yang maaf tidak tamat dan akhirnya pindah ke Cambridge menjadi Pendeta Anglikan (lihat <em>Darwin</em> oleh Jonathan Howard hal 3). Atau anda bisa lihat <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Charles_Darwin" target="_blank">disini</a> atau <a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Charles_Darwin" target="_blank">disin</a>i, Charles Darwin juga belajar biologi dan geologi tetapi formalnya pendidikannya jurusan sastra. Jadi apakah dengan begitu karyanya menjadi tidak layak. Kami jelas tidak beranggapan begitu.<br />
<strong>Benarkah Harun Yahya Salah Mengambil Premis.</strong><br />
Sang penulis itu juga beranggapan bahwa Harun Yahya salah mengambil premis yaitu <em>”Manusia berasal dari kera”.</em> Menurutnya yang benar adalah <em>”Manusia dan kera berasal dari nenek moyang yang sama”</em>. Kami tidak tahu apa maksudnya, yang kami tangkap seolah-olah Harun Yahya membantah teori evolusi tanpa memahami teori evolusi. Coba lihat kata-kata ini</p>
<blockquote><p><em> ”Menurut Darwin, <strong>aneka spesies makhluk hidup</strong> tidak diciptakan secara terpisah oleh Tuhan, tetapi <strong>berasal dari nenek moyang yang sama</strong> dan menjadi berbeda satu sama lain akibat kondisi alam.”(Keruntuhan Teori Evolusi oleh Harun Yahya hal 12)</em></p></blockquote>
<p>Atau kata-kata ini</p>
<blockquote><p><em> ”Evolusionis menulis skenario evolusi manusia dengan menyusun sejumlah tengkorak yang cocok dengan tujuan mereka, berurutan dari yang terkecil hingga yang terbesar, lalu menempatkan di antara mereka tengkorak beberapa ras manusia yang telah punah. Menurut skenario ini, <strong>manusia dan kera modern memiliki nenek moyang yang sama. Sebagian dari mereka menjadi kera modern, sedangkan kelompok lain berevolusi melalui jalur yang berbeda, menjadi manusia kini.</strong> ”(Keruntuhan Teori Evolusi oleh Harun Yahya hal 65)</em></p></blockquote>
<p>Kata-kata ini jelas membuktikan bahwa Harun Yahya mengerti teori evolusi dengan baik, dan beliau maaf tidak salah mengambil premis.</p>
<p><strong>Nenek Moyang Manusia Adalah Makhluk Serupa Kera</strong><br />
Inilah yang dikatakan Harun Yahya dalam bukunya Keruntuhan Teori Evolusi hal 66 <em>”Darwinis menyatakan bahwa manusia modern saat ini berevolusi dari makhluk serupa kera”</em>. Pernyataan ini tidak jauh berbeda dengan pernyataan para pendukung teori evolusi. Salah satu pendukung teori evolusi yang sezaman dengan Darwin yaitu Thomas Henry Huxley seorang ahli anatomi yang mati-matian membela Darwin telah berkata seperti berikut dalam jawabannya terhadap Uskup Oxford Samuel Wilberforce</p>
<blockquote><p><em>”saya nyatakan dengan sungguh-sungguh bahwa manusia tidak punya alasan untuk malu karena kakeknya adalah seekor kera” (lihat Darwin oleh Jonathan Howard hal 10).</em></p></blockquote>
<blockquote><p>Di buku yang sama hal 95 Jonathan Howard juga menuliskan</p></blockquote>
<blockquote><p><em>”Penanganan Darwin atas proses ’pemanusiaan’ leluhur manusia yang mirip kera dan sudah punah itu merupakan rekonstruksi khayalnya yang paling mendalam mengenai suatu kecenderungan evolusioner, meskipun para evolusionis spekulatif pra-Darwin telah mengemukakan banyak butir tertentu mengenai evolusi struktural manusia.”</em></p></blockquote>
<p>Jonathan Howard adalah Ketua Agricultural Research Council Institute of Animal Physiology di Babraham dekat Cambridge.</p>
<p><strong>Metode Penulisan Karya Harun Yahya</strong></p>
<blockquote><p>• Silakan baca sendiri dan Beliau punya logika yang cukup untuk melakukan pembahasan. Logika itu jelas adalah modalnya sendiri dan anda bisa melihat apakah cara berpikirnya benar atau tidak.<br />
• Bukti-bukti yang dikemukakan Harun Yahya adalah fakta atau pernyataan yang dia kutip dari sejumlah karya orang lain termasuk para evolusionis dan dengan ini beliau telah mencantumkan referensinya dengan sangat baik. Jadi karyanya tidak lain sebuah telaah pustaka.<br />
• Jika apa yang dikutip Harun Yahya adalah benar maka karyanya jelas adalah sebuah karya yang ilmiah. Karena berdasarkan pendapat atau kutipan para ahli yang kompeten di bidangnya.</p></blockquote>
<p>Jadi berdasarkan ini cukup bagi kami untuk mengatakan bahwa karya beliau jelas adalah Karya Ilmiah. Jika melihat karya Darwin <em>The Origin Of Species</em>, maka metode penulisannya jelas tidak jauh berbeda walaupun Darwin juga memasukkan hasil pengamatannya sendiri. Bahkan karya Harun Yahya jauh lebih banyak mengutip pendapat para ahli di bidangnya masing-masing ketimbang Darwin.</p>
<p>Seandainya si penulis itu ingin membuktikan bahwa karya Harun Yahya adalah pseudoscience atau tidak valid, maka seharusnya menunjukkan dimana letak tidak validnya, apakah pada kutipannya yang tidak benar<em>(maka tunjukkan buktinya)</em> atau logikanya. Begitu jelas lebih baik.<em>Wassalam</em></p>
<p><em>Note:Tulisan ditulis saudara Husain </em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antifaithfreedom.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antifaithfreedom.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antifaithfreedom.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antifaithfreedom.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antifaithfreedom.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antifaithfreedom.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antifaithfreedom.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antifaithfreedom.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antifaithfreedom.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antifaithfreedom.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antifaithfreedom.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antifaithfreedom.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antifaithfreedom.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antifaithfreedom.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antifaithfreedom.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antifaithfreedom.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=18&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/03/benarkah-%e2%80%9cthe-evolution-deceit%e2%80%9d-adalah-pseudoscience/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66c01e84d81a78ba043b10cc9218f545?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">antifaithfreedom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekeliruan Dalam Memahami Al Quran</title>
		<link>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/02/kekeliruan-dalam-memahami-al-quran/</link>
		<comments>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/02/kekeliruan-dalam-memahami-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Sep 2007 10:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antifaithfreedom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan AntiFFI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/02/kekeliruan-dalam-memahami-al-quran/</guid>
		<description><![CDATA[Artikel-artikel yang ditulis ali sina banyak sekali memuat pembahasan tentang ayat-ayat Al Quran yang diinterpretasi dengan buruk. Penafsiran yang dilakukannya sangat dipengaruhi pandangannya yang buruk tentang Islam. Sehingga tak berlebihan jika dikatakan bahwa tak ada satupun penafsiran Al Quran olehnya yang tidak buruk. Kali ini kami akan membahas penafsirannya yang keliru terhadap Al Quran surah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=17&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Artikel-artikel yang ditulis ali sina banyak sekali memuat pembahasan tentang ayat-ayat Al Quran yang diinterpretasi dengan buruk. Penafsiran yang dilakukannya sangat dipengaruhi pandangannya yang buruk tentang Islam. Sehingga tak berlebihan jika dikatakan bahwa tak ada satupun penafsiran Al Quran olehnya yang tidak buruk. Kali ini kami akan membahas penafsirannya yang keliru terhadap Al Quran surah At Taubah ayat 113. Dalam salah satu artikelnya <em>”Kenapa Saya Meninggalkan Islam”</em> terdapat kata-kata sebagai berikut<span id="more-17"></span></p>
<blockquote><p><em>aku juga merasa ayat-ayat berikut tidak sesuai dengan hati nuraniku. Aku mencintai semua manusia dan berharap setiap orang untuk bisa bahagia di bumi dan diampuni di akhirat. Tapi nabiku melarangku untuk meminta pengampunan bagi orang-orang yang tidak percaya juga bahkan jika mereka itu orang tua kita atau orang-orang yang kita cintai.</em></p></blockquote>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Kemudian dia mengutip Al Quran surah At Taubah ayat 113 <em>”Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.(QS At Taubah;113). </em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Setelah itu ali sina melanjutkan dengan kata-kata yang buruk sebagai berikut</p>
<blockquote><p><em>Quran dan hadis penuh dengan ayat-ayat yang tidak bisa diterima seperti ini sehingga merupakan bukti nyata bahwa Muhammad bukanlah seorang nabi tapi pemimpin suatu aliran kepercayaan saja. Kepercayaan sesat memang memaksa orang untu mengadukan anggota keluarganya sendiri. Muhammad hanyalah seorang penipu yang bohongnya sangat luar biasa, sangat memaksa sehingga orang-orang yang bodoh di zamannya percaya padanya. Lalu generasi berikutnya mewariskan kebohongan ini ke generasi berikutnya. Ahli-ahli filosofi dan para penulis lahir di suasana kebohongan ini dan mengembangkannya lebih  lanjut, memuliakannya, dan membuatnya tampak dapat dipercaya. Tapi jika kau menyelidikinya ke dalam intisarinya, jika kau membaca Al Quran dan mempelajari Al hadis kau akan lihat bahwa itu semua adalah bohong belaka.</em></p></blockquote>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Baiklah mari kita bahas surah <em>At Taubah</em> ayat 113 tersebut. Ayat tersebut punya arti yang jelas bahwa Nabi dan orang-orang beriman tidak boleh berdoa memintakan ampun kepada Allah bagi orang-orang musyrik meski mereka adalah kaum kerabat sendiri. Hal ini yang dipersepsi buruk oleh ali sina karena bertentangan dengan nuraninya</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Apa nuraninya ?lihat kata-katanya <em>”Aku mencintai semua manusia dan berharap setiap orang untuk bisa bahagia di bumi dan diampuni di akhirat”</em>. Kata-kata yang tampak bagus tapi sungguh tidak bermakna. Sudah jadi kenyataan bahwa manusia ada bermacam-macam dari yang paling baik sampai yang paling jahat, dan menurut kata ali sina dia mencintai semua manusia tanpa kecuali. Pernyataan yang sulit dipercaya karena memang tidak mungkin. Konsep cinta yang aneh jika ada orang mencintai orang yang sangat jahat, bayangkan jika orang itu adalah teroris yang telah membunuh banyak orang termasuk keluarganya ali sina <em>(misalnya)</em> akankah dia berdoa kepada Tuhannya<em>(jika dia percaya Tuhan)</em> agar mengampuni orang itu. Atau akankah dia berdoa agar orang itu bahagia di dunia ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Cara pandang seperti itu jelas tidak benar. Adalah wajar kalau kita membenci orang yang jahat yang dengan kejahatannya telah membunuh banyak orang atau telah membuat kita menderita. Kita juga tidak akan bersusah payah untuk mendoakan agar orang tersebut bahagia dunia dan akhirat. Dan apakah jika kita tidak mendoakan orang tersebut, itu berarti bertentangan dengan moral atau nurani kita? Terlalu ironi memang.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Begitulah ali sina memiliki cara pandang yang aneh terhadap cinta sesama manusia, dia tidak menerima Al Quran surah At Taubah ayat 113 tersebut karena tidak sesuai nuraninya. Dan ternyata nuraninya itu aneh dan maaf tidak benar. Bagaimana mungkin dia menyalahkan Al Quran karena tidak sesuai dengan nuraninya. Ini salah satu kepincangannya, menganggap nuraninya itu benar tanpa diperiksa terlebih dahulu <em>” jangan-jangan ada yang tidak beres dengan nuraninya”.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Apakah tidak memintakan ampun orang-orang musyrik kepada Allah SWT meski mereka keluarga kita adalah bertentangan dengan nurani manusia?. Tentu saja kami yang muslim jelas percaya bahwa Allah lebih mengetahui nurani manusia dan larangan Allah akan kami ikuti dengan baik. Allah melarang kita meminta pengampunan, kenapa? Karena orang musyrik melakukan kezaliman yang besar yaitu syirik dan syirik adalah dosa orang itu pribadi kepada Tuhan. Percuma saja meminta pengampunan kepada Tuhan jika orangnya sendiri tetap berkeras dalam kezaliman atau kesyrikannya. Jika memang kita mencintai orang tua, keluarga atau kerabat kita, maka seharusnya kita mengajak mereka agar meninggalkan kesyirikan atau kita berdoa agar Allah memberikan hidayah kepada mereka. Begitu jelas lebih baik dan memang dianjurkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">Jadi <em>tidak meminta pengampunan terhadap orang-orang musyrik</em> berkaitan dengan sikap kita kepada Tuhan. Bagaimana mungkin kita mengabaikan ini. Hal inilah yang tidak dimengerti oleh ali sina. Menurutnya akhlak atau moral itu hanya berkaitan dengan manusia saja. Dia tidak mengerti bagaimana akhlak atau sikapnya kepada Tuhan, tidak mengerti kalau kesyirikan adalah kezaliman pribadi seseorang kepada Tuhan yang oleh karenanya harus orang itu sendiri yang bertaubat kepada Tuhan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">Satu hal lagi yang perlu dijelaskan bahwa <em>AtTaubah</em> ayat 113 itu tidak berarti kita mesti bersikap buruk kepada orang-orang musyrik termasuk keluarga kita. Yang tidak boleh itu adalah meminta pengampunan. Sedangkan berbuat baik dan berlaku adil tetaplah dianjurkan selagi mereka orang musyrik tidak memerangi Islam. ”<em>Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam agama dan tidak mengusir kamu dari kampung-kampungmu sebab Allah senang kepada orang-orang yang adil. Allah hanya melarang kamu bersahabat dengan orang-orang yang memerangi kamu dalam agama dan mengusir kamu dari kampung-kampungmu dan saling bantu-membantu untuk mengusir kamu ,barangsiapa bersahabat dengan mereka maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.(QS Al Mumtahanah; 8-9).</em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Begitu pula terhadap orang tua, meski mereka musyrik, kita tetap diharuskan bersikap baik kepada mereka, mentaati mereka selagi mereka tidak menyuruh kita bermaksiat kepada Allah SWT karena sudah jelas bahwa Akhlak kepada Tuhan di atas akhlak kepada manusia.<em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><em>Dan Kami perintahkan kepada manusia(berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu,maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, Kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu maka kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(QS Luqman;14-15).</em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Tuduhan ali sina tentang Nabi Muhammad SAW bahwa Beliau SAW adalah pembohong dan banyak orang tertipu oleh Beliau SAW. Maka sudah cukup bagi kami bahwa kata-kata itu lebih tepat ditujukan buat ali sina dan orang-orang yang tertipu olehnya. Apalagi kata-kata ali sina <em>”Tapi jika kau menyelidikinya ke dalam intisarinya, jika kau membaca Al Quran dan mempelajari Al hadis kau akan lihat bahwa itu semua adalah bohong belaka”.</em>Kami juga mempelajari Al Quran dan Hadis dan anehnya kami tidak mencapai kesimpulan seperti ali sina itu. Tidak hanya itu dari dulu sampai sekarang ada banyak ulama Islam yang benar-benar mempelajari Al Quran dan Hadis dan pembahasan mereka adalah pembahasan yang objektif dan tidak tendensius seperti ali sina. Jelas sekali kata-kata ali sina itu hanya untuk mengecoh orang lain padahal tidak ada satupun dari pembahasan Al Quran dan Hadis yang dia lakukan adalah benar. Semuanya hanya bertujuan untuk menjelekkan agama islam. <em>Naudzubillah</em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><em>Note : Tulisan ini ditulis oleh Saudara Hasan</em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antifaithfreedom.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antifaithfreedom.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antifaithfreedom.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antifaithfreedom.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antifaithfreedom.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antifaithfreedom.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antifaithfreedom.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antifaithfreedom.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antifaithfreedom.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antifaithfreedom.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antifaithfreedom.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antifaithfreedom.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antifaithfreedom.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antifaithfreedom.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antifaithfreedom.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antifaithfreedom.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=17&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/02/kekeliruan-dalam-memahami-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66c01e84d81a78ba043b10cc9218f545?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">antifaithfreedom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjawab Tuduhan ali sina bahwa Islam Melakukan Kekerasan Kepada Orang NonMuslim</title>
		<link>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/02/menjawab-tuduhan-ali-sina-bahwa-islam-melakukan-kekerasan-kepada-orang-nonmuslim/</link>
		<comments>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/02/menjawab-tuduhan-ali-sina-bahwa-islam-melakukan-kekerasan-kepada-orang-nonmuslim/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Sep 2007 10:13:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antifaithfreedom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan AntiFFI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/02/menjawab-tuduhan-ali-sina-bahwa-islam-melakukan-kekerasan-kepada-orang-nonmuslim/</guid>
		<description><![CDATA[Makhluk yang bernama ali sina dalam salah satu artikelnya ”Kenapa Saya Meninggalkan Islam” telah menjelek-jelekkan Nabi Muhammad SAW dengan tuduhan bahwa Beliau SAW melakukan kekerasan kepada orang nonmuslim. Berikut kutipan tulisannya tapi meskipun demikian nabi kita ingin kita membenci mereka, mengucilkan diri kita dari mereka, memaksa menerima cara kita hidup atau membunuh mereka, menundukkan mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=16&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Makhluk yang bernama ali sina dalam salah satu artikelnya <em>”Kenapa Saya Meninggalkan Islam”</em> telah menjelek-jelekkan Nabi Muhammad SAW dengan tuduhan bahwa Beliau SAW melakukan kekerasan kepada orang nonmuslim. Berikut kutipan tulisannya</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><em>tapi meskipun demikian nabi kita ingin kita membenci mereka, mengucilkan diri kita dari mereka, memaksa menerima cara kita hidup atau membunuh mereka, menundukkan mereka dan memaksa mereka membayar jizyah. Sungguh tolol! Sangat menyedihkan! Sungguh tak berperikemanusiaan! <span id="more-16"></span></em></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Selain itu ali sina juga menambahkan</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><em>Tidak heran mengapa Muslim begitu membenci barat dan yahudi. Muhammadlah yang menabur benih kebencian itu dan menimbulkan rasa curiga pada orang-orang nonislam di kalangan Muslim. Bagaimana mungkin orang-orang Muslim bisa bergaul dengan negara-negara lain sambil menggenggampesan-pesan kebencian di Quran sebagai firman Tuhan?. Banyak orang-orang Muslim yang pindah ke negara-negara nonMuslim dan diterima dengan tangan terbuka. Banyak dari mereka yang berpolitik dan menjadi bagian dari kalangan pemerintah kelas atas. Kami tidak mengalami diskriminasi dari negara-negara nonIslam. Tapi lihat bagaimana nabi suci kita menganjurkan kita memperlakukan nonMuslim jika kita menjadi kalangan mayoritas</em></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Kemudian ali sina itu mengutip Al Quran surah <em>At Taubah</em> ayat 29  <em>”Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk”.(QS 9:29)</em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Dengan ayat itulah ali sina menuduh bahwa Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam agar memerangi setiap orang nonIslam. Padahal arti sebenarnya ayat tersebut sangat jauh dari anggapan ali sina. Dalam menafsirkan Al Quran terutama yang berkaitan dengan tema tertentu maka kita harus mengumpulkan semua ayat Al Quran yang berbicara tentang tema tersebut agar tidak terjadi kesalahan dalam menafsirkan. Tafsir ini disebut Tafsir tematik atau maudhui yang kami anggap merupakan tafsir yang paling baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">Kesalahan ali sina adalah dia mengabaikan ayat Al Quran yang menjelaskan siapa orang yang harus diperangi orang Islam dan siapa yang tidak. Penjelasan tentang hal ini terdapat dalam Al Quran surah Al Mumtahanah ayat 8 dan 9 ”<em>Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam agama dan tidak mengusir kamu dari kampung-kampungmu sebab Allah senang kepada orang-orang yang adil. Allah hanya melarang kamu bersahabat dengan orang-orang yang memerangi kamu dalam agama dan mengusir kamu dari kampung-kampungmu dan saling bantu-membantu untuk mengusir kamu ,barangsiapa bersahabat dengan mereka maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim”.(QS 60:8-9) </em><br />
<em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">Sudah jelas dari ayat di atas bahwa mereka yang harus diperangi orang Islam adalah orang-orang nonIslam yang memerangi orang Islam. Ketika zaman Rasulullah SAW mereka adalah kaum kafir Quraisy dan yang membantu kafir Quraisy dalam memerangi Rasulullah SAW dan pengikutnya. Mereka kaum kafir Quraisy telah menyakiti orang-orang islam dan mengusir orang-orang islam dari kampung halaman mereka. Mereka inilah yang dimaksud dalam Al Quran surah <em>At Taubah</em> ayat 29 seperti yang dikutip ali sina itu. Sedangkan Al Quran surah <em>Al Mumtahanah</em> ayat 8 dan 9 dengan jelas menyatakan bahwa kita harus berbuat baik dan berlaku adil kepada orang nonIslam yang tidak memerangi umat Islam dalam agamanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Jadi penafsiran ali sina itu adalah salah sama sekali, Islam tidak mengajarkan kekerasan kepada orang nonIslam, Islam mengajarkan agar pemeluknya memerangi orang nonIslam yang memerangi Islam dan berusaha menjatuhkan agama Islam atau mereka yang menyakiti dan menindas orang Islam. Sedangkan untuk orang nonIslam yang berhubungan baik dengan Islam, maka Islam mengajarkan agar pemeluknya berbuat baik dan berlaku adil terhadap mereka. Semua ini jelas menunjukkan toleransi yang baik dan adil dalam agama Islam. Tidak seperti yang dikatakan makhluk bernama ali sina itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Permasalahan Jizyah yang disinggung ali sina itu tidaklah bersifat buruk. Jelas sekali ali sina tidak mengerti Pemerintahan Islam dan aturannya. Dalam Pemerintahan Islam zaman Rasulullah SAW tidak ada itu yang namanya pajak. Oleh karena itu mereka orang nonislam yang bernaung di bawah pemerintahan Islam harus membayar jizyah sebagai balas jasa perlindungan yang diberikan pemerintah Islam. Setelah mereka membayar jizyah maka orang nonislam berhak diperlakukan dengan adil sama seperti orang muslim lainnya. Mereka orang nonislam yang membayar jizyah akan mendapat perlindungan dari Pemerintah Islam terhadap harta dan nyawa mereka. Orang muslim memang tidak membayar jizyah tetapi mereka yang muslim diwajibkan membayar zakat demi kepentingan masyarakat Islam. Sudah jelas orang nonmuslim tidak diwajibkan membayar zakat. Jadi dalam Pemerintahan Islam baik muslim dan nonmuslim jelas diperlakukan secara adil.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><em>Note : Tulisan ini ditulis salah seorang dari kami yang ditampilkan oleh saudara Husain </em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antifaithfreedom.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antifaithfreedom.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antifaithfreedom.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antifaithfreedom.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antifaithfreedom.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antifaithfreedom.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antifaithfreedom.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antifaithfreedom.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antifaithfreedom.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antifaithfreedom.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antifaithfreedom.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antifaithfreedom.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antifaithfreedom.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antifaithfreedom.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antifaithfreedom.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antifaithfreedom.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=16&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/02/menjawab-tuduhan-ali-sina-bahwa-islam-melakukan-kekerasan-kepada-orang-nonmuslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66c01e84d81a78ba043b10cc9218f545?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">antifaithfreedom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>”Islam Mengajarkan Kebencian Terhadap Nonmuslim”, Satu Lagi Kebohongan ali sina</title>
		<link>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/02/%e2%80%9dislam-mengajarkan-kebencian-terhadap-nonmuslim%e2%80%9d-satu-lagi-kebohongan-ali-sina/</link>
		<comments>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/02/%e2%80%9dislam-mengajarkan-kebencian-terhadap-nonmuslim%e2%80%9d-satu-lagi-kebohongan-ali-sina/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Sep 2007 10:08:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antifaithfreedom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan AntiFFI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/02/%e2%80%9dislam-mengajarkan-kebencian-terhadap-nonmuslim%e2%80%9d-satu-lagi-kebohongan-ali-sina/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam tulisannya ”Kenapa Saya Meninggalkan Islam”, Ali Sina menyebutkan alasannya bahwa dia muak dengan agama Islam yang mengajarkan kebencian dan kekerasan. Menurutnya ajaran ini terdapat di dalam Al Quran, lihat kutipan berikut Setelah hidup di dunia barat selama beberapa tahun lamanya dan diterima dengan baik oleh orang-orang dari berbagai agama atau yang tak beragama sekalipun, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=15&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam tulisannya <em>”Kenapa Saya Meninggalkan Islam”</em>, Ali Sina menyebutkan alasannya bahwa dia muak dengan agama Islam yang mengajarkan kebencian dan kekerasan. Menurutnya ajaran ini terdapat di dalam Al Quran, lihat kutipan berikut</p>
<blockquote><p><em>Setelah hidup di dunia barat selama beberapa tahun lamanya dan diterima dengan baik oleh orang-orang dari berbagai agama atau yang tak beragama sekalipun, yang mencintai saya dan menerima saya sebagai kawan mereka, aku tidak dapat lagi menerima mandat-mandat Quran sebagai firman Tuhan.<span id="more-15"></span></em></p></blockquote>
<p>Ayat Al Quran yang dia maksud adalah QS 58:22, QS 3:118-120, QS 5:51<br />
<em>Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menetang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka Itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Golongan Allah itulah Golongan yang beruntung.(QS Al Mujadilah 22)</em></p>
<p>Begitulah ali sina ini, dia menafsirkan ayat ini sebagai ajaran agar orang Muslim membenci orang nonmuslim. Aneh sekali dia ini, dia berkata membaca Al Quran tetapi kenapa dia tidak memahami kata-kata <strong>orang-orang yang menetang Allah dan Rasul-Nya</strong>. Adakah kata itu berarti setiap orang nonmuslim? tidak, tidak inilah kebohongan ali sina, kata itu berarti ditujukan untuk mereka orang kafir yang memerangi Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin. Hal ini akan tampak lebih jelas pada ayat berikut</p>
<p><em>Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam agama dan tidak mengusir kamu dari kampung-kampungmu sebab Allah senang kepada orang-orang yang adil. Allah hanya melarang kamu bersahabat dengan orang-orang yang memerangi kamu dalam agama dan mengusir kamu dari kampung-kampungmu dan saling bantu-membantu untuk mengusir kamu ,barangsiapa bersahabat dengan mereka maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.(QS Al Mumtahanah 8&amp;9) </em><br />
Sudah jelas dari ayat ini bahwa untuk orang nonmuslim yang tidak memerangi agama Islam maka orang Islam diharuskan berbuat baik dan berlaku adil. Apakah ini yang dimaksud Islam mengajarkan kebencian? Sungguh penafsiran ali sina itu benar-benar menyesatkan. Apakah yang dia maksudkan bahwa orang islam harus berkasih sayang juga atau menjadikan sahabat kepada mereka yang memerangi orang Islam atau kepada mereka yang mengusir orang islam dari kampung halamannya? Itu bukan kasih sayang ali sina tetapi kebodohan dan Al Quran sendiri menyebutnya kezaliman.</p>
<p>Bayangkan saja ketika ada orang yang menyerang kita lantas kita menyambutnya  dengan lambaian kasih sayang sambil berkata <em>”wahai sahabatku ini ini silakan kau tusuk diriku dimana saja kau suka, aku tidak akan melukaimu sedikitpun karena aku sangat menyayangimu, Mari mari sahabatku”</em>. Begitukah kasih sayang wahai ali sina? Kasih sayang orang yang sakit atau tidak waras. Saat seperti itu yang dilakukan adalah pembelaan diri bukan dengan kasih sayang konyol yang tidak jelas. ali sina sepertinya anda tidak mengerti makna kasih sayang sama sekali.</p>
<p>Bayangkan ketika ada orang yang mengusir kita dari rumah kita secara paksa, lantas apakah kita akan menyayangi mereka dan menjadikan mereka sebagai sahabat? Apa anda akan seperti itu wahai ali sina. Kalau iya alangkah bodohnya anda ini, sepertinya pikiran ada ini mesti diperiksa.</p>
<p>Selanjutnya ali sina ini mempermasalahkan ayat berikut<br />
<em>Hai orang-orang yang beriman, Jangan kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin-pemimpinmu, sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka (QS Al Maidah: 51).<br />
</em><br />
<em>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu(karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan kemudaratan bagimu). Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat(kami) jika kamu memahaminya. (QS Ali Imran: 118).</em><br />
Bukankah ayat ini sama seperti sebelumnya, untuk apa orang Islam menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin mereka, adalah selayaknya orang Islam menjadikan pemimpin mereka dari kalangan Islam. Dan bukankah begitu pula Yahudi dan Nasrani menjadikan pemimpin mereka adalah dari kalangan mereka sendiri. Apa masalahnya?</p>
<p>Kemudian sebagai teman kepercayaan, bukankah jelas bahwa ayat itu bermaksud agar jangan menjadikan teman kepercayaan terhadap orang yang memerangi orang Islam baik secara nyata maupun sembunyi-sembunyi. Yang secara nyata ini memang cukup jelas tetapi bagaimana dengan mereka orang yang memerangi Islam secara sembunyi-sembunyi, di luar tampak baik tetapi dalam hatinya penuh kebencian dan berusaha menimbulkan kemudaratan bagi orang Islam. Oleh karena itulah Al Quran menyatakan jangan menjadikan teman kepercayaan kepada orang di luar kalangan Islam cukup dengan berbuat baik dan berlaku adil.</p>
<p>Lihatlah pernyataan ali sina terhadap ayat-ayat Al Quran di atas dalam kutipan berikut</p>
<blockquote><p><em>saya mengalami sendiri bahwa perkataan2 di atas itu salah lihatlah buktinya di krisis Bosnia dan Kosovo, dimana negara-negara kristen mengadakan perang terhadap sesama negara kristen untuk membebaskan orang-orang muslim. Banyak dokter2 Yahudi yang sukarela menolong pengungsi-pengungsi Kosovo, meskipun pada kenyataannya selama perang dunia II,orang-orang Muslim Albania memihak Hitler dan menolong dia membantai orang-orang Yahudi. Semakin jelas bagi saya bahwa orang-orang muslim diterima oleh orang-orang diseluruh dunia,tapi meskipun demikian nabi kita ingin kita membenci mereka, mengucilkan diri kita dari mereka, memaksa menerima cara kita hidup atau membunuh mereka, menundukkan mereka dan memaksa mereka membayar jizyah. Sungguh tolol! Sangat menyedihkan! Sungguh tak berperikemanusiaan!.</em></p></blockquote>
<p>Pernyataan yang tendensius sekali dengan kebencian terhadap Islam . ali sina berkata<em>”lihatlah buktinya di krisis Bosnia dan Kosovo, dimana negara-negara kristen mengadakan perang terhadap sesama negara kristen untuk membebaskan orang-orang muslim. Banyak dokter2 Yahudi yang sukarela menolong pengungsi-pengungsi Kosovo”</em><br />
Data dari mana itu, mana sumbernya, kalau Cuma desas-desus apa gunanya. Seandainya benar jadi kenapa?, tidak ada dalam islam yang beranggapan semua orang kristen dan Yahudi itu buruk semua, mana ada itu cuma persepsi buruk anda saja.</p>
<p><em>”meskipun pada kenyataannya selama perang dunia II,orang-orang Muslim Albania memihak Hitler dan menolong dia membantai orang-orang Yahudi”</em>. Aneh, sekali lagi berita dari mana itu kalau cuma dari mulut anda jelas tidak bisa dipercaya karena anda jelas sekali seorang pembohong. Siapa sebenarnya yang terlibat perang dunia II adakah negara-negara muslim? Hitler dan orang-orangnya adakah mereka muslim? Jelas sekali mereka nonmuslim, jadi kebencian dan pembantaian terhadap Yahudi dilakukan oleh mereka Hitler dan orang-orangnya yang suda jelas nonmuslim. Logika pincang anda itu mesti diobati ali sina.</p>
<p><em>”Semakin jelas bagi saya bahwa orang-orang muslim diterima oleh orang-orang diseluruh dunia”.</em> Anda pura-pura bodoh atau memang bodoh ali sina lihat kumpulan berita <a href="http://www.pakdenono.com/kumpulan_berita_swaramuslim.htm" target="_blank">Islamphobia</a> Swaramuslim.net wwwpakdenono.com begitukah maksud anda orang muslim diterima di seluruh dunia. Perusakan Masjid, pelecehan orang Islam, tulisan yang merendahkan Islam<em>(seperti tulisan anda ali sina)</em>, pelarangan jilbab sampai tindak kekerasan kepada orang muslim, begitukah diterima di seluruh dunia. Jangan tendensius ali sina, sungguh anda benar-benar pincang. Tentu kami tidak tendensius seperti anda untuk mengatakan bahwa orang islam selalu dilecehkan, yang kami maksud ada sebagian orang yang tidak menerima Islam berusaha untuk merendahkan dan melecehkan orang islam.</p>
<p><em>”tapi meskipun demikian nabi kita ingin kita membenci mereka, mengucilkan diri kita dari mereka, memaksa menerima cara kita hidup atau membunuh mereka, menundukkan mereka dan memaksa mereka membayar jizyah”</em><br />
nabi anda ali sina yang seperti itu, tidak usah bawa-bawa kata kita sungguh anda dan orang pro anda jelas berbeda dengan umat Islam. Nabi kami umat islam Nabi Muhammad SAW tidak menyuruh kami membenci mereka<em>(lihat lagi pembahasan diatas),</em> Nabi Kami tidak memaksa<em>(bagimu agamamu dan bagiku agamaku QS Al Kafirun :6)</em>, Nabi kami tidak mengajarkan kami membunuh mereka yang tidak mau menerima Islam, tidak ada masalah dengan jizyah, itu sama saja dengan pajak bagi negara dan tentu wajar sekali kalau orang nonmuslim pada masa pemerintahan Nabi Muhammad SAW diharuskan memabayarnya karena mereka mendapat perlindungan dari pemerintahan Islam bagi harta dan  nyawa diri beserta keluarga mereka. Islam jelas adil ali sina, anda saja yang selalu pincang.</p>
<p><em>”Sungguh tolol! Sangat menyedihkan! Sungguh tak berperikemanusiaan!”. </em>Benar sekali ali sina, anda memang sangat tolol dan sangat menyedihkan. Fitnah dan Hinaan anda terhadap Allah, Nabi Muhammad SAW, Islam dan Umat Islam itu jelas menyakiti umat Islam. Sungguh itu adalah alasan cukup untuk menyebut anda sebagai tak berperikemanusiaan.</p>
<p><em>Note: Tulisan ditulis oleh salah seorang dari kami  dan ditampilkan oleh saudara Husain</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antifaithfreedom.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antifaithfreedom.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antifaithfreedom.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antifaithfreedom.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antifaithfreedom.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antifaithfreedom.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antifaithfreedom.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antifaithfreedom.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antifaithfreedom.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antifaithfreedom.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antifaithfreedom.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antifaithfreedom.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antifaithfreedom.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antifaithfreedom.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antifaithfreedom.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antifaithfreedom.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=15&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/02/%e2%80%9dislam-mengajarkan-kebencian-terhadap-nonmuslim%e2%80%9d-satu-lagi-kebohongan-ali-sina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66c01e84d81a78ba043b10cc9218f545?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">antifaithfreedom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Logika Pincang ali sina terhadap Kitab Suci</title>
		<link>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/02/logika-pincang-ali-sina-terhadap-kitab-suci/</link>
		<comments>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/02/logika-pincang-ali-sina-terhadap-kitab-suci/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Sep 2007 09:43:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antifaithfreedom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan AntiFFI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/02/logika-pincang-ali-sina-terhadap-kitab-suci/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam banyak artikelnya si ali sina berusaha menyatakan kesalahan Al Quran atau bahwa Al Quran hanyalah cerita yang dibuat-buat dengan menunjukkan pertentangan antara kisah-kisah Al Quran dengan kisah-kisah dalam Taurat dan Injil. Lihat kutipan berikut dalam salah satu artikelnya ”Siapakah Nabi Muhammad?” Al Quran pada surah Al Baqarah ayat 249 menceritakan kisah Thalut dan tentaranya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=14&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam banyak artikelnya si ali sina berusaha menyatakan kesalahan Al Quran atau bahwa Al Quran hanyalah cerita yang dibuat-buat dengan menunjukkan pertentangan antara kisah-kisah Al Quran dengan kisah-kisah dalam Taurat dan Injil. Lihat kutipan berikut dalam salah satu artikelnya <em>”Siapakah Nabi Muhammad?”<span id="more-14"></span></em></p>
<p>Al Quran pada surah Al Baqarah ayat 249 menceritakan kisah Thalut dan tentaranya<br />
<em>Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata ”sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya kecuali menciduk seciduk tangan, maka ia adalah pengikutku”. Kemudian mereka meminumnya kecuali bebarapa orang diantara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata ” Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya”. Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata ”Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.(QS Al Baqarah ayat 249).<br />
</em><br />
Kemudian si ali sina berkata tentang ayat ini</p>
<blockquote><p><em>Siapa saja yang pernah membaca Kitab Perjanjian Lama mengetahui bahwa bukanlah Raja Saul yang minum dari sungai untuk menguji orang-orangnya dan menyusutkan jumlah tentaranya. Tetapi Gideon dan ia melakukannya karena Tuhan memerintahkan demikian dan bukan atas kemauannya. Selain itu cerita mengenai penyusutan jumlah tentara Israel tidak mempunyai kaitan dengan Goliath. Oleh karena kejanggalan ini dan sejumlah kesalahan copy atau cerita yang dibuat-buat dapat dipastikan bahwa pengetahuan Muhammad tentang Taurat dan Injil adalah sepotong-sepotong berdasarkan cerita-cerita nyasar dan tahayul yang beredar waktu itu</em>.</p></blockquote>
<p>Kemudian mulut ali sina ini berkata lebih lancang lagi</p>
<blockquote><p><em>Yang pasti adalah Muhammad mengetahui sejumlah nama dalam Taurat dan Injil dan mendengar kisah-kisah mereka dari tangan kedua. Tetapi Muhammad memasukkan nama-nama tersebut dengan cerita-cerita pendek dan tidak lengkap sekedar untuk mengelabui orang-orang arab bahwa ia sungguh mengetahui Taurat dan Injil. Ternyata banyak orang-orang arab yang termakan bualan Muhammad karena mereka kebanyakan tidak mengenal cerita-cerita orang Yahudi dan Nasrani. Tetapi bualan Muhammad tidak begitu mudah diterima oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani sehingga Muhammad harus memusuhi mereka sampai akhir hayatnya dan berupaya menghabisi mereka supaya kibulannya tidak terungkap</em></p></blockquote>
<p>Sudah jelas sekali bahwa semua pendapat ali sina itu hanyalah berdasarkan dugaannya semata. Lihat saja dia menyalahkan Al Quran karena tidak sesuai dengan Kitab Taurat dan Injil. Bukankah ini <a href="http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/08/21/sisi-buruk-interpretasi/" target="_blank">kesalahan metode yang benar-benar cacat</a><em>(mungkin dilandasi oleh persepsinya yang buruk terhadap islam)</em> . Al Quran adalah kitab suci agama Islam dimana semua umat islam akan meyakini bahwa semua yang ada di dalamnya adalah benar. Begitu pula kitab Taurat dan Injil <em>(yang dalam hal ini Perjanjian Lama)</em> tentu akan diyakini oleh Yahudi dan Nasrani sebagai kitab suci dan mereka beranggapan bahwa apa yang ada di dalamnya adalah benar.</p>
<p>Who is ali sina? Apakah dia muslim? Jelas bukan, apakah dia Yahudi dan Nasrani? Entahlah, jadi darimana datangnya aturan <em>jika Al Quran bertentangan dengan Taurat dan Injil maka Al Quran salah</em>, mengapa tidak sebaliknya. Bagi Umat Islam berdasarkan Al Quran sendiri mereka meyakini telah terjadi perubahan dalam kitab Taurat dan Injil akibat ulah tangan-tangan jahil. Bagi Yahudi dan Nasrani yang tidak meyakini Al Quran maka mereka jelas akan lebih percaya pada Taurat dan Injil.</p>
<p>Bukankah dari sini terlihat jelas alangkah pincangnya dasar ali sina ini, bagaimana dia bisa menyalahkan Al Quran hanya karena Al Quran bertentangan dengan Perjanjian Lama. Kenapa dia tidak menyalahkan Perjanjian Lama karena bertentangan dengan Al Quran. Sikapnya ini jelas tidak objektif, pernyataannya itu seolah-olah bersandar pada anggapan bahwa kisah di Perjanjian Lama adalah benar, maka yang muslim dapat bertanya <em>”Apa buktinya?”</em>. Jika tidak ada buktinya untuk apa berbicara</p>
<p>Oleh karena itu anggapan Yang lama<em>(Taurat dan Injil)</em> menjadi acuan bagi yang baru<em>(Al Quran) </em>adalah subjektivitas semata dan merupakan logika yang pincang. Seharusnya jika dia ingin menyatakan bahwa kisah Al Quran yang salah maka dia harus menunjukkan bukti autentik yang meneguhkan kisah di Perjanjian Lama itu. Bukankah dia sendiri berkata situsnya bukan tempat bagi para penginjil, tetapi aneh logikanya adalah <em>logika seorang penginjil.<br />
</em><br />
Mengenai pernyataan ali sina bahwa Nabi Muhammad SAW memusuhi dan berniat menghabisi orang Yahudi dan Nasrani, pernyataan ini adalah kebohongan yang besar, buktinya adalah Al Quran sendiri</p>
<p><em>Katakanlah ”Wahai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka ”Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.(QS Ali Imran ayat 64)</em></p>
<p><em> (Dan dihalalkan )wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak pula menjadikannya gundik-gundik.Barang siapa yang kafir sesudah beriman maka hapuslah amalannya dan ia di akhirat termasuk termasuk orang-orang merugi.(QS Al Maidah ayat 5) </em></p>
<p>Bukankah Ahli kitab yang dimaksud adalah orang Yahudi dan Nasrani dan lihatlah bagaimana Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menyeru mereka kepada akidah tauhid, tidak ada indikasi memusuhi atau berniat menghabisi dalam ayat di atas. Begitu pula Allah SWT telah mengizinkan orang-orang muslim untuk menikahi wanita ahli kitab baik dari kalangan Yahudi atau Nasrani seperti dalam Al Quran Surah Al Maidah ayat 5. Semua ini menunjukkan itikad baik Nabi Muhammad SAW kepada ahli kitab baik dari kalangan Yahudi atau Nasrani.</p>
<p>Sungguh si ali sina ini adalah seorang pembohong dan menyimpan kebencian yang mendalam terhadap Islam. Sehingga tampak sekali bahwa semua argumennya dipengaruhi kebenciannya terhadap Islam. Oleh karena itu bisa diperkirakan satu-satunya alasan mengapa dia menggunakan logika pincangnya itu adalah karena dengan logika pincang itu dia dapat menjelek-jelekkan Al Quran untuk memuaskan kebenciannya terhadap Islam. <em>Naudzubillah.<br />
</em><br />
<em>Note : Tulisan ini ditulis oleh saudara Hasan</em></p>
<p>.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antifaithfreedom.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antifaithfreedom.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antifaithfreedom.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antifaithfreedom.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antifaithfreedom.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antifaithfreedom.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antifaithfreedom.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antifaithfreedom.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antifaithfreedom.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antifaithfreedom.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antifaithfreedom.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antifaithfreedom.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antifaithfreedom.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antifaithfreedom.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antifaithfreedom.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antifaithfreedom.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=14&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/02/logika-pincang-ali-sina-terhadap-kitab-suci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>99</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66c01e84d81a78ba043b10cc9218f545?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">antifaithfreedom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jawaban “Apakah Allah dan Muhammad salah berhitung?”</title>
		<link>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/01/jawaban-%e2%80%9capakah-allah-dan-muhammad-salah-berhitung%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/01/jawaban-%e2%80%9capakah-allah-dan-muhammad-salah-berhitung%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Sep 2007 05:29:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antifaithfreedom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan AntiFFI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/01/jawaban-%e2%80%9capakah-allah-dan-muhammad-salah-berhitung%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah jawaban kami terhadap tulisan dari seseorang yang berjudul “Apakah Allah dan Muhammad salah berhitung?” lihat di sini. Orang itu berusaha membuktikan terjadi kesalahan dalam Al Quranul Karim yaitu pada ayat yang berkenaan dengan waris mewaris. Dia membawakan 9 kasus yang seolah-olah(menurut dia) menunjukkan terjadi kesalahan Allah dalam menentukan kadar warisan. Ayat Al Quranul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=13&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah jawaban kami terhadap tulisan dari seseorang yang berjudul <strong>“Apakah Allah dan Muhammad salah berhitung?”</strong> <a href="http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=13007" target="_blank">lihat di sini</a>. Orang itu berusaha membuktikan terjadi kesalahan dalam Al Quranul Karim yaitu pada ayat yang berkenaan dengan waris mewaris. Dia membawakan 9 kasus yang seolah-olah<em>(menurut dia)</em> menunjukkan terjadi kesalahan Allah dalam menentukan kadar warisan.<span id="more-13"></span></p>
<p>Ayat Al Quranul Karim yang dimaksud adalah<br />
<em>Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka) untuk anak-anakmu yaitu bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua anak perempuan, dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan, jika anak perempuan itu seorang saja maka ia memperoleh separuh harta. Dan untuk Ibu Bapak bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan jika yang meninggal itu mempunyai anak, jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu bapaknya(saja) maka ibunya mendapat sepertiga, jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara maka ibunya mendapat seperenam. (pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau(dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu kamu tidak mengetahui siapa diantara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah Ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS An Nisa ‘ ayat 11).</em></p>
<p><em>Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu,jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan(seibu saja) maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang maka mereka bersekutu dalam bagian yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudarat(kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) Syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.( QS An Nisa’ ayat 12)</em></p>
<p><em>Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu) jika seseorang meninggal dunia dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan) jika ia tidak mempunyai anak, tetapi jika saudara perempuan itu dua orang maka bagi keduanya duapertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan maka bagian seorang saudara laki-laki sebanyak bagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum) ini kepadamu supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS An Nisa’ ayat 176).</em></p>
<p>Ketiga ayat di atas adalah ayat yang berkenaan dengan pembagian warisan, tulisan orang itu menyajikan kasus-kasus yang menunjukkan bahwa kadar pembagian yang ditetapkan oleh Allah dalam ayat-ayat di atas tidak tepat. Karena ada kelebihan dari jumlah harta yang diwariskan. 9 kasus yang ditunjukkan pada dasarnya sama yaitu menunjukkan ada kelebihan antara pembagian yang ditetapkan Allah SWT dan harta yang diwariskan.</p>
<p><strong>Salah satu contoh kasusnya adalah jika ada orang yang meninggal, dan orang itu tidak mempunyai anak tetapi meninggalkan seorang suami, 2 orang saudara perempuan dan seorang ibu.</strong></p>
<blockquote><p>Maka pembagiannya<br />
• Seorang suami berdasarkan An Nisa’ ayat 12 mendapat 1/2<em>,“Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu,jika mereka tidak mempunyai anak”<br />
</em>• 2 orang saudara perempuan berdasarkan An Nisa’ ayat 176 bersekutu dalam 2/3, <em>“jika saudara perempuan itu dua orang maka bagi keduanya duapertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal”.</em><br />
• Seorang Ibu berdasarkan An Nisa’ ayat 11 mendapat 1/6, <em>“jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara maka ibunya mendapat seperenam”.</em></p></blockquote>
<p>Kalau semuanya dijumlahkan 1/2 + 2/3 + 1/6 = 4/3 = 1 + 1/3 , Orang itu menyebutkan bahwa hal ini telah menunjukkan kesalahan dalam perhitungan Allah SWT karena seharusnya jumlah pembagian harta warisan itu harus 1, kasus ini menunjukkan terjadi kelebihan harta yang harus dibagi yaitu kelebihan 1/3</p>
<blockquote><p>Misalnya harta waris orang itu Rp 30.000.000,00 maka<br />
• Suami mendapatkan 1/2 dari Rp 30.000.000,00 yaitu Rp 15.000.000,00<br />
• 2 saudara perempuan mendapat 2/3 dari Rp 30.000.000,00 yaitu Rp 20.000.000,00.<br />
• Ibu mendapat 1/6 dari Rp 30.000.000,00 yaitu Rp 5.000.000,00</p></blockquote>
<p>Jika dijumlahkan bagian suami, 2 saudara perempuan dan ibu maka didapat Rp 15.000.000,00 + Rp 20.000.000,00 + Rp 5.000.000,00 = Rp 40.000.000,00. Padahal harta yang diwariskan Cuma Rp 30.000.000,00. Inilah yang dimaksud orang itu sebagai kesalahan perhitungan Allah SWT <em>(naudzubillah).</em></p>
<p>Sudah jelas sekali bahwa Allah SWT tidak mungkin salah menghitung, dalam hal ini justru orang itu yang keliru. Kekeliruannya adalah bahwa dia tidak melakukan pendekatan yang benar atau metode yang benar dalam hal ini. Interpretasi buruknya itu bersumber pada kesalahan metode yang digunakan <em>(lihat tulisan kami <a href="http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/08/21/sisi-buruk-interpretasi/" target="_blank">Sisi Buruk Interpretasi</a>).</em> Maksudnya orang itu tidak pernah mempelajari ilmu faraidh yang membahas masalah waris ini. Padahal pendekatan yang benar adalah dengan melihat permasalahan ini dalam ilmu faraidh atau ilmu waris.</p>
<p>Masalah yang orang itu kemukakan jelas bukan barang baru, ini sudah dibahas tuntas dalam Ilmu Faraidh. Kelebihan jumlah harta ini dikenal dalam Ilmu Faraidh atau Ilmu Waris sebagai ’Aul. Jika ingin penjelasan lengkapnya anda dapat merujuk buku-buku Ilmu Faraidh yang menjelaskan tentang ’Aul. Berikut adalah penjelasan sederhananya.</p>
<p>Kembali pada contoh di atas harta waris Rp 30.000.000,00 setelah ditentukan pembagiannya ternyata harta yang dibagi harus Rp 40.000.000,00. Orang itu menganggap hal ini sebagai hal yang tidak mungkin. Padahal pembagian tetap bisa dilanjutkan. Begini perhitungannya</p>
<blockquote><p>• Oleh karena harta yang ada hanya Rp 30.000.000,00 maka terjadi defisit sebesar Rp 40.000.000,00 – Rp 30.000.000,00 = Rp 10.000.000,00.<br />
• Defisit ini juga diwariskan dan setiap ahli waris mendapat jumlah defisit sesuai perbandingan bagian hak warisnya<br />
• Suami : 2 saudara perempuan : Ibu = 1/2 : 2/3 : 1/6 = 3 : 4 : 1<br />
• Defisit Suami = 3/8 dari Rp 10.000.000,00 = Rp 3.750.000,00. (angka 8 dari 3 + 4 + 1).<br />
• Defisit 2 saudara perempuan = 4/8 dari Rp 10.000.000,00 = Rp 5.000.000,00.<br />
• Defisit Ibu = 1/8 dari Rp 10.000.000,00 = Rp 1.250.000,00.</p></blockquote>
<p>Oleh karena setiap orang mendapat defisit maka harta pembagiannya akan berubah yaitu</p>
<blockquote><p>• Suami yang awalnya mendapat Rp 15.000.000,00 mendapat defisit sebesar Rp 3.750.000,00 maka bagian harta warisnya menjadi Rp 15.000.000,00 – Rp 3.750.000,00 = Rp 11.250.000,00.<br />
• 2 saudara perempuan yang awalnya mendapat Rp 20.000.000,00 mendapat defisit sebesar Rp 5.000.000,00 maka bagian harta warisnya adalah Rp 20.000.000,00 – Rp 5.000.000,00 = Rp 15.000.000,00.<br />
• Ibu yang awalnya mendapat Rp 5.000.000,00 juga mendapat defisit sebesar Rp 1.250.000,00 maka bagian harta warisnya menjadi Rp 5.000.000,00 – Rp 1.250.000,00 = Rp 3.750.000,00.</p></blockquote>
<p>Jadi kalau bagian harta waris suami, 2 saudara perempuan dan ibu ini dijumlahkan maka didapat  Rp 11.250.000,00 (suami) + Rp 15.000.000,00 (2 saudara perempuan) + Rp 3.750.000,00 (Ibu) = Rp 30.000.000,00. Jumlah ini jelas sesuai dengan total harta yang diwariskan yaitu Rp 30.000.000,00. Jadi tidak ada kesalahan perhitungan dalam hal ini.</p>
<p>Kesimpulannya adalah jelas sekali orang itu keliru dalam 9 kasus yang ia tunjukkan, dia menyangka kelebihan pembagian itu sebagai kesalahan perhitungan . Padahal dalam Ilmu waris kelebihan itu tetap dapat diperhitungkan seperti yang telah ditunjukkan sebelumnya. Kasus-kasus yang lain adalah sama oleh karenanya cukup kami buktikan satu kasus yang mewakili semua kasus yang orang itu berikan. Inilah kekeliruan kalau memahami tidak dengan metode yang benar. Jelas sekali kalau orang itu tidak tahu apa-apa soal Ilmu waris dalam Islam. Dengan ketidaktahuan itu dia telah berlagak sok pintar, sungguh tiada kata yang pantas untuknya selain kedunguan. <em>Wassalam.</em></p>
<p><em>Note : Tulisan ini ditulis oleh saudara Husain </em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antifaithfreedom.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antifaithfreedom.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antifaithfreedom.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antifaithfreedom.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antifaithfreedom.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antifaithfreedom.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antifaithfreedom.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antifaithfreedom.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antifaithfreedom.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antifaithfreedom.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antifaithfreedom.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antifaithfreedom.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antifaithfreedom.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antifaithfreedom.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antifaithfreedom.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antifaithfreedom.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antifaithfreedom.wordpress.com&amp;blog=1557254&amp;post=13&amp;subd=antifaithfreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antifaithfreedom.wordpress.com/2007/09/01/jawaban-%e2%80%9capakah-allah-dan-muhammad-salah-berhitung%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66c01e84d81a78ba043b10cc9218f545?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">antifaithfreedom</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
