September 2, 2007
”Islam Mengajarkan Kebencian Terhadap Nonmuslim”, Satu Lagi Kebohongan ali sina
Dalam tulisannya ”Kenapa Saya Meninggalkan Islam”, Ali Sina menyebutkan alasannya bahwa dia muak dengan agama Islam yang mengajarkan kebencian dan kekerasan. Menurutnya ajaran ini terdapat di dalam Al Quran, lihat kutipan berikut
Setelah hidup di dunia barat selama beberapa tahun lamanya dan diterima dengan baik oleh orang-orang dari berbagai agama atau yang tak beragama sekalipun, yang mencintai saya dan menerima saya sebagai kawan mereka, aku tidak dapat lagi menerima mandat-mandat Quran sebagai firman Tuhan.
Ayat Al Quran yang dia maksud adalah QS 58:22, QS 3:118-120, QS 5:51
Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menetang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka Itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Golongan Allah itulah Golongan yang beruntung.(QS Al Mujadilah 22)
Begitulah ali sina ini, dia menafsirkan ayat ini sebagai ajaran agar orang Muslim membenci orang nonmuslim. Aneh sekali dia ini, dia berkata membaca Al Quran tetapi kenapa dia tidak memahami kata-kata orang-orang yang menetang Allah dan Rasul-Nya. Adakah kata itu berarti setiap orang nonmuslim? tidak, tidak inilah kebohongan ali sina, kata itu berarti ditujukan untuk mereka orang kafir yang memerangi Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin. Hal ini akan tampak lebih jelas pada ayat berikut
Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam agama dan tidak mengusir kamu dari kampung-kampungmu sebab Allah senang kepada orang-orang yang adil. Allah hanya melarang kamu bersahabat dengan orang-orang yang memerangi kamu dalam agama dan mengusir kamu dari kampung-kampungmu dan saling bantu-membantu untuk mengusir kamu ,barangsiapa bersahabat dengan mereka maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.(QS Al Mumtahanah 8&9)
Sudah jelas dari ayat ini bahwa untuk orang nonmuslim yang tidak memerangi agama Islam maka orang Islam diharuskan berbuat baik dan berlaku adil. Apakah ini yang dimaksud Islam mengajarkan kebencian? Sungguh penafsiran ali sina itu benar-benar menyesatkan. Apakah yang dia maksudkan bahwa orang islam harus berkasih sayang juga atau menjadikan sahabat kepada mereka yang memerangi orang Islam atau kepada mereka yang mengusir orang islam dari kampung halamannya? Itu bukan kasih sayang ali sina tetapi kebodohan dan Al Quran sendiri menyebutnya kezaliman.
Bayangkan saja ketika ada orang yang menyerang kita lantas kita menyambutnya dengan lambaian kasih sayang sambil berkata ”wahai sahabatku ini ini silakan kau tusuk diriku dimana saja kau suka, aku tidak akan melukaimu sedikitpun karena aku sangat menyayangimu, Mari mari sahabatku”. Begitukah kasih sayang wahai ali sina? Kasih sayang orang yang sakit atau tidak waras. Saat seperti itu yang dilakukan adalah pembelaan diri bukan dengan kasih sayang konyol yang tidak jelas. ali sina sepertinya anda tidak mengerti makna kasih sayang sama sekali.
Bayangkan ketika ada orang yang mengusir kita dari rumah kita secara paksa, lantas apakah kita akan menyayangi mereka dan menjadikan mereka sebagai sahabat? Apa anda akan seperti itu wahai ali sina. Kalau iya alangkah bodohnya anda ini, sepertinya pikiran ada ini mesti diperiksa.
Selanjutnya ali sina ini mempermasalahkan ayat berikut
Hai orang-orang yang beriman, Jangan kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin-pemimpinmu, sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka (QS Al Maidah: 51).
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu(karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan kemudaratan bagimu). Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat(kami) jika kamu memahaminya. (QS Ali Imran: 118).
Bukankah ayat ini sama seperti sebelumnya, untuk apa orang Islam menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin mereka, adalah selayaknya orang Islam menjadikan pemimpin mereka dari kalangan Islam. Dan bukankah begitu pula Yahudi dan Nasrani menjadikan pemimpin mereka adalah dari kalangan mereka sendiri. Apa masalahnya?
Kemudian sebagai teman kepercayaan, bukankah jelas bahwa ayat itu bermaksud agar jangan menjadikan teman kepercayaan terhadap orang yang memerangi orang Islam baik secara nyata maupun sembunyi-sembunyi. Yang secara nyata ini memang cukup jelas tetapi bagaimana dengan mereka orang yang memerangi Islam secara sembunyi-sembunyi, di luar tampak baik tetapi dalam hatinya penuh kebencian dan berusaha menimbulkan kemudaratan bagi orang Islam. Oleh karena itulah Al Quran menyatakan jangan menjadikan teman kepercayaan kepada orang di luar kalangan Islam cukup dengan berbuat baik dan berlaku adil.
Lihatlah pernyataan ali sina terhadap ayat-ayat Al Quran di atas dalam kutipan berikut
saya mengalami sendiri bahwa perkataan2 di atas itu salah lihatlah buktinya di krisis Bosnia dan Kosovo, dimana negara-negara kristen mengadakan perang terhadap sesama negara kristen untuk membebaskan orang-orang muslim. Banyak dokter2 Yahudi yang sukarela menolong pengungsi-pengungsi Kosovo, meskipun pada kenyataannya selama perang dunia II,orang-orang Muslim Albania memihak Hitler dan menolong dia membantai orang-orang Yahudi. Semakin jelas bagi saya bahwa orang-orang muslim diterima oleh orang-orang diseluruh dunia,tapi meskipun demikian nabi kita ingin kita membenci mereka, mengucilkan diri kita dari mereka, memaksa menerima cara kita hidup atau membunuh mereka, menundukkan mereka dan memaksa mereka membayar jizyah. Sungguh tolol! Sangat menyedihkan! Sungguh tak berperikemanusiaan!.
Pernyataan yang tendensius sekali dengan kebencian terhadap Islam . ali sina berkata”lihatlah buktinya di krisis Bosnia dan Kosovo, dimana negara-negara kristen mengadakan perang terhadap sesama negara kristen untuk membebaskan orang-orang muslim. Banyak dokter2 Yahudi yang sukarela menolong pengungsi-pengungsi Kosovo”
Data dari mana itu, mana sumbernya, kalau Cuma desas-desus apa gunanya. Seandainya benar jadi kenapa?, tidak ada dalam islam yang beranggapan semua orang kristen dan Yahudi itu buruk semua, mana ada itu cuma persepsi buruk anda saja.
”meskipun pada kenyataannya selama perang dunia II,orang-orang Muslim Albania memihak Hitler dan menolong dia membantai orang-orang Yahudi”. Aneh, sekali lagi berita dari mana itu kalau cuma dari mulut anda jelas tidak bisa dipercaya karena anda jelas sekali seorang pembohong. Siapa sebenarnya yang terlibat perang dunia II adakah negara-negara muslim? Hitler dan orang-orangnya adakah mereka muslim? Jelas sekali mereka nonmuslim, jadi kebencian dan pembantaian terhadap Yahudi dilakukan oleh mereka Hitler dan orang-orangnya yang suda jelas nonmuslim. Logika pincang anda itu mesti diobati ali sina.
”Semakin jelas bagi saya bahwa orang-orang muslim diterima oleh orang-orang diseluruh dunia”. Anda pura-pura bodoh atau memang bodoh ali sina lihat kumpulan berita Islamphobia Swaramuslim.net wwwpakdenono.com begitukah maksud anda orang muslim diterima di seluruh dunia. Perusakan Masjid, pelecehan orang Islam, tulisan yang merendahkan Islam(seperti tulisan anda ali sina), pelarangan jilbab sampai tindak kekerasan kepada orang muslim, begitukah diterima di seluruh dunia. Jangan tendensius ali sina, sungguh anda benar-benar pincang. Tentu kami tidak tendensius seperti anda untuk mengatakan bahwa orang islam selalu dilecehkan, yang kami maksud ada sebagian orang yang tidak menerima Islam berusaha untuk merendahkan dan melecehkan orang islam.
”tapi meskipun demikian nabi kita ingin kita membenci mereka, mengucilkan diri kita dari mereka, memaksa menerima cara kita hidup atau membunuh mereka, menundukkan mereka dan memaksa mereka membayar jizyah”
nabi anda ali sina yang seperti itu, tidak usah bawa-bawa kata kita sungguh anda dan orang pro anda jelas berbeda dengan umat Islam. Nabi kami umat islam Nabi Muhammad SAW tidak menyuruh kami membenci mereka(lihat lagi pembahasan diatas), Nabi Kami tidak memaksa(bagimu agamamu dan bagiku agamaku QS Al Kafirun :6), Nabi kami tidak mengajarkan kami membunuh mereka yang tidak mau menerima Islam, tidak ada masalah dengan jizyah, itu sama saja dengan pajak bagi negara dan tentu wajar sekali kalau orang nonmuslim pada masa pemerintahan Nabi Muhammad SAW diharuskan memabayarnya karena mereka mendapat perlindungan dari pemerintahan Islam bagi harta dan nyawa diri beserta keluarga mereka. Islam jelas adil ali sina, anda saja yang selalu pincang.
”Sungguh tolol! Sangat menyedihkan! Sungguh tak berperikemanusiaan!”. Benar sekali ali sina, anda memang sangat tolol dan sangat menyedihkan. Fitnah dan Hinaan anda terhadap Allah, Nabi Muhammad SAW, Islam dan Umat Islam itu jelas menyakiti umat Islam. Sungguh itu adalah alasan cukup untuk menyebut anda sebagai tak berperikemanusiaan.
Note: Tulisan ditulis oleh salah seorang dari kami dan ditampilkan oleh saudara Husain
ara berkata,
Juni 4, 2010 pada 10:53 am
wah artikel yang bagus.. saya pernh membaca beberapa artikel ali sina, di memang cenderung subjective dalam menilai ilsam.. dan saya tiak yakin bahwa dia seorang mantan muslim. bisa jadidia adalah tokoh fiktif belaka..
tiur berkata,
November 20, 2010 pada 3:24 pm
Mantap…..
Agama yang baik adalah agama yang tidak pernah mengajarkan kebencian kepada agama lain..
((melainkan harus saling mengasihi SESAMA MANUSIA BUKAN HANYA SESAMA ORANG YANG SEAGAMA .. sperti yang tertulis didalam ALKITAB”)).
Joe berkata,
November 25, 2010 pada 2:17 pm
…..Tak sorangpun akan sampai kepada keagungan ajaran islam jika tidak orang itu berakal sehat dan berhati bersih. Sekiranya orang yang mau dan berusaha menyimak dan memahami ayat demi ayat yang terkandung di dalam Kitab Suci Al Qur’an, maka orang yang bersangkutan jika dibenaknya berbagai macam keingintahunya mengenai kebenaran, maka dia akan mendapatkan pengajaran dari Al Qur’an dan pertanyaan yang ada dibenaknya akan terjawab…………..tetapi jika seseorang membacanya hanya mencari pembenaran sementara hati, akal sehatnya terpasung dalam gelapnya kabut kebencian, maka orang tersebut akan mendapati dirinya telah terseret jauh oleh arus kesesatan aqidah..!!
Tidak ada kebecian di dalam hati umat islam, karena ajaran islam melarang berbuat demikian. Justru sebaliknya agama islam adalah rahmatan lil alamiin………….dan faktanya dimana negara yang pendudukya mayoritas islam, maka umat nonmuslim terayomi dengan baik tetapi sebaliknya bila mereka umat islam minoritas mereka tirintimidasi.
Jadi hubungan antara Yahudi Kristen terhadap Islam tidak harmonis justru dikondisikan oleh umat Yahudi yang tidak mau menerima ajaran yang diawa oleh Nabi Muhammad, dimana ajaran Al Qur’an membongkar tuntas segala macam penyimpangan keyakinan yang dilakukan oleh Yahudi maupun Kristen…….!!! …….Dan bukti penyimpagan itu tidak bisa disangkal lagi…… cobalah telaah dengan benar ayat-ayat yang ada didalam Bible bukankah….. terbukti ada ayat-ayat yang bertentangan dan juga telah banyak juga ayat-ayat yang telah direvisi…………!!!
Sungguh hanya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran…!!!
anak yesus berkata,
Januari 17, 2011 pada 4:23 pm
jangan menebarkan kebencian dalam hatimu……..semoga dosa-dosamu diampuni oleh Alloh SWT.
Sangat jelas apa yang disampaikan tidak obyektiv.
mari kita bertemu dalam dunia nyata!
tidak perlu sekelas dr. Zakir Naik saya pun sudah cukup untuk membantah semua yang anda sampaikan dengan kebenaran yang hakiki
anak yesus berkata,
Januari 17, 2011 pada 4:31 pm
Allahu Akbar…….. ISLAM TETAP JAYA
ahmad herzy berkata,
Februari 15, 2011 pada 5:27 pm
ah pak Joe, sesekali mari kita baca berita, umat kristen koptik selalu tertindas di mesir, kenapa Sudan selatan minta pisah dari Sudan Utara ? Di Pakistan dan Arab Saudi tidak ada ijin mendirikan Gereja, bahkan untuk renovasi pun harus minta ijin, di Irak sdh pastilah jd sasaran kemarahan, objektiplah om, trus koq ada ayat2 yg mengatakan Yahudi itu kan keturunan Monyet, dan kafir dalah seburuk-buruk mahluk ?
ahmad herzy berkata,
Februari 15, 2011 pada 5:29 pm
Dan tahukah pak Joe, alquran itu di Standarisasi tahun 1924 di Mesir ? Abad 20 loh..
van persie berkata,
Februari 16, 2011 pada 2:19 pm
khusus untuk tiur, pengetahuan anda tidak cukup lengkap dan saya tambahkan, bahwa agama yang baik dan benar bukan mengajarkan kebencian, tetapi mengajarkan kemuliaan akhlak dan kewaspadaan terhadap umat agama2 samawi sebelumnya yang telah menyimpang dari ajaran monotheisme ( Tuhan Yang Esa ). Itu yang direvisi oleh Islam, yaitu mengembalikan substansi agama bahwa Tuhan itu Esa/ Tunggal tidak beranak dan tidak diperanakan.
shamongker berkata,
Maret 5, 2011 pada 6:30 pm
penjelasannya kurang pas… sepertinya tidak ada pengampunan untuk org yg telah berbuat salah kpd kita… mana yg lebih baik: menghukum krn dosanya terhadap kita atau mengampuni dosanya terhadap kita??
van de venter berkata,
April 4, 2011 pada 1:55 pm
Soal pengampunan dosa tidak semudah membalikan telapak tangan hanya dengan percaya kepada Tuhan X, Y atau Z, karena perlu adanya pertobatan sungguh2 dari individu sipelaku ybs ( taubatan nasuha ) dan tidak ada dosa turunan, karenanya setiap bayi yang dilahirkan itu suci adanya, Jadi setiap individu menanggung dosanya sendiri2 tidak bisa dengan perantaraan siapapun untuk meminta ampun atas dosa yang telah diperbuatnya. Dan Islam memberikan solusi pertobatan yang tepat untuk itu.
RusliHandreas berkata,
April 7, 2011 pada 1:33 pm
@ AHMAD HERZY.
YANG JELAS ANDA BUKAN ISLAM.
KALAU ISLAM ANDA AKAN TAHU TIDAK ADA STANDARISASI AL QUR AN .
KARNA AL QUR AN TERPELIHARA DARI MASA KE MASA SEMENJAK PENGUMPULANYA DI JAMAN SAHABAT NABI.
MELALUI PENGHAPAL2NYA YANG HANDAL.
ANDA MEMBACA DARI BERITA DAN KABAR BOHONG.
WASALAM.
SOBIRIN berkata,
Juni 28, 2011 pada 7:58 pm
WAHAI SAUDARAKU SEMUA INGATLAH SATU HAL BERPIKIRLAH DENGAN HATI YANG IKHLAS DAN PERENUNGAN YANG DALAM JANGAN KITA SALING MENGHUJAT JANGAN KITA SALING MEMBENCI TAPI PIKIRKANLAH KEMANA KITA AKAN PERGI SETELAH INI BAIK DAN BURUK SANGKA SEMUA PASTI AKAN MERASAKAN DI DUNIA ATAU SESUDAH MATI UNTUK APAKAH UMUR KITA YANG TINGGAL BEBERAPA TAHUN LAGI KALO TIDAK DI GUNAKANN UNTUK KEBAIKAN MANUSIA TEMPAT SALAH DAN DOSA DAN SEBAIK BAIK MANUSIA ADALAH YANG MENGETAHUI KESALAHAN NYA SENDIRI KALO KITA SESAT KITA RUGI KALO KITA INSAP KITA BERUNTUNG BELAJARLAH TERUS YANG BURUK KITA BUANG YANG BAIK KITA PAKAI . SEMOGA KITA BUKAN ORANG ORANG YANG RUGI .AMIN
janah berkata,
September 3, 2011 pada 11:24 pm
Kalau memang benar Kuran bikinan Allah (yang benar)……tentunya Allah tidak perlu begitu getolnya meyakinkan kalau Kuran itu dari padaNya …….Allah cukup menyampaikannya…..dan manusia mau merimanya atau tidak,allah tidak akan ambil pusing….sebab konsekwensi itu ada di manusia itu sendiri.
sigit berkata,
September 21, 2011 pada 1:41 pm
di yakin kan saja masih pada mencle2.. lha kitab injil saja di revisi.. piye??
sanusi berkata,
April 27, 2012 pada 11:08 am
Islam itu agam yg tidak akan pernah bisa disalahkan dan dikalahkan. Kalau agama kristen itu semua ajarannya hasil konferensi, atau hasil kesepakatan manusia. contoh tuhan 3 konperensi di Nikea mtahun 325. Injil yg 4. itu hasil konperensi di kartago tahun 397. Hari natal tgl 25 desember hasil konperrensi juga.; Ketahuilah bahwa gereja itu sudah ditutup di Eropah (asalnya) dan ada yang dijual jadi mesjid, hotel dan restaurant, ataupun museum. Sadarlah kawan jangan keras kepala juga. Ingat firman Allah dalam Alruran, surat ali imran 185 artinya barang siap[a yg mencari agama selain islam tidak diterima agamanya dan di akhirat nanti ia termasuk golongan orang yg merugi.. Carilah kata-kata seperti ini dibuku apapun didunia ini. hanya ada di alquran.