Archive for September 2nd, 2007

Kekeliruan Dalam Memahami Al Quran

Artikel-artikel yang ditulis ali sina banyak sekali memuat pembahasan tentang ayat-ayat Al Quran yang diinterpretasi dengan buruk. Penafsiran yang dilakukannya sangat dipengaruhi pandangannya yang buruk tentang Islam. Sehingga tak berlebihan jika dikatakan bahwa tak ada satupun penafsiran Al Quran olehnya yang tidak buruk. Kali ini kami akan membahas penafsirannya yang keliru terhadap Al Quran surah At Taubah ayat 113. Dalam salah satu artikelnya ”Kenapa Saya Meninggalkan Islam” terdapat kata-kata sebagai berikut

aku juga merasa ayat-ayat berikut tidak sesuai dengan hati nuraniku. Aku mencintai semua manusia dan berharap setiap orang untuk bisa bahagia di bumi dan diampuni di akhirat. Tapi nabiku melarangku untuk meminta pengampunan bagi orang-orang yang tidak percaya juga bahkan jika mereka itu orang tua kita atau orang-orang yang kita cintai.

Kemudian dia mengutip Al Quran surah At Taubah ayat 113 ”Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.(QS At Taubah;113).

Setelah itu ali sina melanjutkan dengan kata-kata yang buruk sebagai berikut

Quran dan hadis penuh dengan ayat-ayat yang tidak bisa diterima seperti ini sehingga merupakan bukti nyata bahwa Muhammad bukanlah seorang nabi tapi pemimpin suatu aliran kepercayaan saja. Kepercayaan sesat memang memaksa orang untu mengadukan anggota keluarganya sendiri. Muhammad hanyalah seorang penipu yang bohongnya sangat luar biasa, sangat memaksa sehingga orang-orang yang bodoh di zamannya percaya padanya. Lalu generasi berikutnya mewariskan kebohongan ini ke generasi berikutnya. Ahli-ahli filosofi dan para penulis lahir di suasana kebohongan ini dan mengembangkannya lebih lanjut, memuliakannya, dan membuatnya tampak dapat dipercaya. Tapi jika kau menyelidikinya ke dalam intisarinya, jika kau membaca Al Quran dan mempelajari Al hadis kau akan lihat bahwa itu semua adalah bohong belaka.

Baiklah mari kita bahas surah At Taubah ayat 113 tersebut. Ayat tersebut punya arti yang jelas bahwa Nabi dan orang-orang beriman tidak boleh berdoa memintakan ampun kepada Allah bagi orang-orang musyrik meski mereka adalah kaum kerabat sendiri. Hal ini yang dipersepsi buruk oleh ali sina karena bertentangan dengan nuraninya

 

Apa nuraninya ?lihat kata-katanya ”Aku mencintai semua manusia dan berharap setiap orang untuk bisa bahagia di bumi dan diampuni di akhirat”. Kata-kata yang tampak bagus tapi sungguh tidak bermakna. Sudah jadi kenyataan bahwa manusia ada bermacam-macam dari yang paling baik sampai yang paling jahat, dan menurut kata ali sina dia mencintai semua manusia tanpa kecuali. Pernyataan yang sulit dipercaya karena memang tidak mungkin. Konsep cinta yang aneh jika ada orang mencintai orang yang sangat jahat, bayangkan jika orang itu adalah teroris yang telah membunuh banyak orang termasuk keluarganya ali sina (misalnya) akankah dia berdoa kepada Tuhannya(jika dia percaya Tuhan) agar mengampuni orang itu. Atau akankah dia berdoa agar orang itu bahagia di dunia ini.

 

Cara pandang seperti itu jelas tidak benar. Adalah wajar kalau kita membenci orang yang jahat yang dengan kejahatannya telah membunuh banyak orang atau telah membuat kita menderita. Kita juga tidak akan bersusah payah untuk mendoakan agar orang tersebut bahagia dunia dan akhirat. Dan apakah jika kita tidak mendoakan orang tersebut, itu berarti bertentangan dengan moral atau nurani kita? Terlalu ironi memang.

Begitulah ali sina memiliki cara pandang yang aneh terhadap cinta sesama manusia, dia tidak menerima Al Quran surah At Taubah ayat 113 tersebut karena tidak sesuai nuraninya. Dan ternyata nuraninya itu aneh dan maaf tidak benar. Bagaimana mungkin dia menyalahkan Al Quran karena tidak sesuai dengan nuraninya. Ini salah satu kepincangannya, menganggap nuraninya itu benar tanpa diperiksa terlebih dahulu ” jangan-jangan ada yang tidak beres dengan nuraninya”.

 

Apakah tidak memintakan ampun orang-orang musyrik kepada Allah SWT meski mereka keluarga kita adalah bertentangan dengan nurani manusia?. Tentu saja kami yang muslim jelas percaya bahwa Allah lebih mengetahui nurani manusia dan larangan Allah akan kami ikuti dengan baik. Allah melarang kita meminta pengampunan, kenapa? Karena orang musyrik melakukan kezaliman yang besar yaitu syirik dan syirik adalah dosa orang itu pribadi kepada Tuhan. Percuma saja meminta pengampunan kepada Tuhan jika orangnya sendiri tetap berkeras dalam kezaliman atau kesyrikannya. Jika memang kita mencintai orang tua, keluarga atau kerabat kita, maka seharusnya kita mengajak mereka agar meninggalkan kesyirikan atau kita berdoa agar Allah memberikan hidayah kepada mereka. Begitu jelas lebih baik dan memang dianjurkan.

Jadi tidak meminta pengampunan terhadap orang-orang musyrik berkaitan dengan sikap kita kepada Tuhan. Bagaimana mungkin kita mengabaikan ini. Hal inilah yang tidak dimengerti oleh ali sina. Menurutnya akhlak atau moral itu hanya berkaitan dengan manusia saja. Dia tidak mengerti bagaimana akhlak atau sikapnya kepada Tuhan, tidak mengerti kalau kesyirikan adalah kezaliman pribadi seseorang kepada Tuhan yang oleh karenanya harus orang itu sendiri yang bertaubat kepada Tuhan.

 

Satu hal lagi yang perlu dijelaskan bahwa AtTaubah ayat 113 itu tidak berarti kita mesti bersikap buruk kepada orang-orang musyrik termasuk keluarga kita. Yang tidak boleh itu adalah meminta pengampunan. Sedangkan berbuat baik dan berlaku adil tetaplah dianjurkan selagi mereka orang musyrik tidak memerangi Islam. ”Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam agama dan tidak mengusir kamu dari kampung-kampungmu sebab Allah senang kepada orang-orang yang adil. Allah hanya melarang kamu bersahabat dengan orang-orang yang memerangi kamu dalam agama dan mengusir kamu dari kampung-kampungmu dan saling bantu-membantu untuk mengusir kamu ,barangsiapa bersahabat dengan mereka maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.(QS Al Mumtahanah; 8-9).

Begitu pula terhadap orang tua, meski mereka musyrik, kita tetap diharuskan bersikap baik kepada mereka, mentaati mereka selagi mereka tidak menyuruh kita bermaksiat kepada Allah SWT karena sudah jelas bahwa Akhlak kepada Tuhan di atas akhlak kepada manusia.

Dan Kami perintahkan kepada manusia(berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu,maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, Kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu maka kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(QS Luqman;14-15).

 

Tuduhan ali sina tentang Nabi Muhammad SAW bahwa Beliau SAW adalah pembohong dan banyak orang tertipu oleh Beliau SAW. Maka sudah cukup bagi kami bahwa kata-kata itu lebih tepat ditujukan buat ali sina dan orang-orang yang tertipu olehnya. Apalagi kata-kata ali sina ”Tapi jika kau menyelidikinya ke dalam intisarinya, jika kau membaca Al Quran dan mempelajari Al hadis kau akan lihat bahwa itu semua adalah bohong belaka”.Kami juga mempelajari Al Quran dan Hadis dan anehnya kami tidak mencapai kesimpulan seperti ali sina itu. Tidak hanya itu dari dulu sampai sekarang ada banyak ulama Islam yang benar-benar mempelajari Al Quran dan Hadis dan pembahasan mereka adalah pembahasan yang objektif dan tidak tendensius seperti ali sina. Jelas sekali kata-kata ali sina itu hanya untuk mengecoh orang lain padahal tidak ada satupun dari pembahasan Al Quran dan Hadis yang dia lakukan adalah benar. Semuanya hanya bertujuan untuk menjelekkan agama islam. Naudzubillah

Note : Tulisan ini ditulis oleh Saudara Hasan

Menjawab Tuduhan ali sina bahwa Islam Melakukan Kekerasan Kepada Orang NonMuslim

Makhluk yang bernama ali sina dalam salah satu artikelnya ”Kenapa Saya Meninggalkan Islam” telah menjelek-jelekkan Nabi Muhammad SAW dengan tuduhan bahwa Beliau SAW melakukan kekerasan kepada orang nonmuslim. Berikut kutipan tulisannya 

tapi meskipun demikian nabi kita ingin kita membenci mereka, mengucilkan diri kita dari mereka, memaksa menerima cara kita hidup atau membunuh mereka, menundukkan mereka dan memaksa mereka membayar jizyah. Sungguh tolol! Sangat menyedihkan! Sungguh tak berperikemanusiaan! 

Selain itu ali sina juga menambahkan

Tidak heran mengapa Muslim begitu membenci barat dan yahudi. Muhammadlah yang menabur benih kebencian itu dan menimbulkan rasa curiga pada orang-orang nonislam di kalangan Muslim. Bagaimana mungkin orang-orang Muslim bisa bergaul dengan negara-negara lain sambil menggenggampesan-pesan kebencian di Quran sebagai firman Tuhan?. Banyak orang-orang Muslim yang pindah ke negara-negara nonMuslim dan diterima dengan tangan terbuka. Banyak dari mereka yang berpolitik dan menjadi bagian dari kalangan pemerintah kelas atas. Kami tidak mengalami diskriminasi dari negara-negara nonIslam. Tapi lihat bagaimana nabi suci kita menganjurkan kita memperlakukan nonMuslim jika kita menjadi kalangan mayoritas

Kemudian ali sina itu mengutip Al Quran surah At Taubah ayat 29  ”Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk”.(QS 9:29)

Dengan ayat itulah ali sina menuduh bahwa Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam agar memerangi setiap orang nonIslam. Padahal arti sebenarnya ayat tersebut sangat jauh dari anggapan ali sina. Dalam menafsirkan Al Quran terutama yang berkaitan dengan tema tertentu maka kita harus mengumpulkan semua ayat Al Quran yang berbicara tentang tema tersebut agar tidak terjadi kesalahan dalam menafsirkan. Tafsir ini disebut Tafsir tematik atau maudhui yang kami anggap merupakan tafsir yang paling baik.

Kesalahan ali sina adalah dia mengabaikan ayat Al Quran yang menjelaskan siapa orang yang harus diperangi orang Islam dan siapa yang tidak. Penjelasan tentang hal ini terdapat dalam Al Quran surah Al Mumtahanah ayat 8 dan 9 ”Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam agama dan tidak mengusir kamu dari kampung-kampungmu sebab Allah senang kepada orang-orang yang adil. Allah hanya melarang kamu bersahabat dengan orang-orang yang memerangi kamu dalam agama dan mengusir kamu dari kampung-kampungmu dan saling bantu-membantu untuk mengusir kamu ,barangsiapa bersahabat dengan mereka maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim”.(QS 60:8-9)
 

Sudah jelas dari ayat di atas bahwa mereka yang harus diperangi orang Islam adalah orang-orang nonIslam yang memerangi orang Islam. Ketika zaman Rasulullah SAW mereka adalah kaum kafir Quraisy dan yang membantu kafir Quraisy dalam memerangi Rasulullah SAW dan pengikutnya. Mereka kaum kafir Quraisy telah menyakiti orang-orang islam dan mengusir orang-orang islam dari kampung halaman mereka. Mereka inilah yang dimaksud dalam Al Quran surah At Taubah ayat 29 seperti yang dikutip ali sina itu. Sedangkan Al Quran surah Al Mumtahanah ayat 8 dan 9 dengan jelas menyatakan bahwa kita harus berbuat baik dan berlaku adil kepada orang nonIslam yang tidak memerangi umat Islam dalam agamanya.

Jadi penafsiran ali sina itu adalah salah sama sekali, Islam tidak mengajarkan kekerasan kepada orang nonIslam, Islam mengajarkan agar pemeluknya memerangi orang nonIslam yang memerangi Islam dan berusaha menjatuhkan agama Islam atau mereka yang menyakiti dan menindas orang Islam. Sedangkan untuk orang nonIslam yang berhubungan baik dengan Islam, maka Islam mengajarkan agar pemeluknya berbuat baik dan berlaku adil terhadap mereka. Semua ini jelas menunjukkan toleransi yang baik dan adil dalam agama Islam. Tidak seperti yang dikatakan makhluk bernama ali sina itu.

Permasalahan Jizyah yang disinggung ali sina itu tidaklah bersifat buruk. Jelas sekali ali sina tidak mengerti Pemerintahan Islam dan aturannya. Dalam Pemerintahan Islam zaman Rasulullah SAW tidak ada itu yang namanya pajak. Oleh karena itu mereka orang nonislam yang bernaung di bawah pemerintahan Islam harus membayar jizyah sebagai balas jasa perlindungan yang diberikan pemerintah Islam. Setelah mereka membayar jizyah maka orang nonislam berhak diperlakukan dengan adil sama seperti orang muslim lainnya. Mereka orang nonislam yang membayar jizyah akan mendapat perlindungan dari Pemerintah Islam terhadap harta dan nyawa mereka. Orang muslim memang tidak membayar jizyah tetapi mereka yang muslim diwajibkan membayar zakat demi kepentingan masyarakat Islam. Sudah jelas orang nonmuslim tidak diwajibkan membayar zakat. Jadi dalam Pemerintahan Islam baik muslim dan nonmuslim jelas diperlakukan secara adil.

 

Note : Tulisan ini ditulis salah seorang dari kami yang ditampilkan oleh saudara Husain

 

 

 

”Islam Mengajarkan Kebencian Terhadap Nonmuslim”, Satu Lagi Kebohongan ali sina

 Dalam tulisannya ”Kenapa Saya Meninggalkan Islam”, Ali Sina menyebutkan alasannya bahwa dia muak dengan agama Islam yang mengajarkan kebencian dan kekerasan. Menurutnya ajaran ini terdapat di dalam Al Quran, lihat kutipan berikut

Setelah hidup di dunia barat selama beberapa tahun lamanya dan diterima dengan baik oleh orang-orang dari berbagai agama atau yang tak beragama sekalipun, yang mencintai saya dan menerima saya sebagai kawan mereka, aku tidak dapat lagi menerima mandat-mandat Quran sebagai firman Tuhan.

Ayat Al Quran yang dia maksud adalah QS 58:22, QS 3:118-120, QS 5:51
Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menetang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka Itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Golongan Allah itulah Golongan yang beruntung.(QS Al Mujadilah 22)

Begitulah ali sina ini, dia menafsirkan ayat ini sebagai ajaran agar orang Muslim membenci orang nonmuslim. Aneh sekali dia ini, dia berkata membaca Al Quran tetapi kenapa dia tidak memahami kata-kata orang-orang yang menetang Allah dan Rasul-Nya. Adakah kata itu berarti setiap orang nonmuslim? tidak, tidak inilah kebohongan ali sina, kata itu berarti ditujukan untuk mereka orang kafir yang memerangi Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin. Hal ini akan tampak lebih jelas pada ayat berikut

Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam agama dan tidak mengusir kamu dari kampung-kampungmu sebab Allah senang kepada orang-orang yang adil. Allah hanya melarang kamu bersahabat dengan orang-orang yang memerangi kamu dalam agama dan mengusir kamu dari kampung-kampungmu dan saling bantu-membantu untuk mengusir kamu ,barangsiapa bersahabat dengan mereka maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.(QS Al Mumtahanah 8&9)
Sudah jelas dari ayat ini bahwa untuk orang nonmuslim yang tidak memerangi agama Islam maka orang Islam diharuskan berbuat baik dan berlaku adil. Apakah ini yang dimaksud Islam mengajarkan kebencian? Sungguh penafsiran ali sina itu benar-benar menyesatkan. Apakah yang dia maksudkan bahwa orang islam harus berkasih sayang juga atau menjadikan sahabat kepada mereka yang memerangi orang Islam atau kepada mereka yang mengusir orang islam dari kampung halamannya? Itu bukan kasih sayang ali sina tetapi kebodohan dan Al Quran sendiri menyebutnya kezaliman.

Bayangkan saja ketika ada orang yang menyerang kita lantas kita menyambutnya  dengan lambaian kasih sayang sambil berkata ”wahai sahabatku ini ini silakan kau tusuk diriku dimana saja kau suka, aku tidak akan melukaimu sedikitpun karena aku sangat menyayangimu, Mari mari sahabatku”. Begitukah kasih sayang wahai ali sina? Kasih sayang orang yang sakit atau tidak waras. Saat seperti itu yang dilakukan adalah pembelaan diri bukan dengan kasih sayang konyol yang tidak jelas. ali sina sepertinya anda tidak mengerti makna kasih sayang sama sekali.

Bayangkan ketika ada orang yang mengusir kita dari rumah kita secara paksa, lantas apakah kita akan menyayangi mereka dan menjadikan mereka sebagai sahabat? Apa anda akan seperti itu wahai ali sina. Kalau iya alangkah bodohnya anda ini, sepertinya pikiran ada ini mesti diperiksa.

Selanjutnya ali sina ini mempermasalahkan ayat berikut
Hai orang-orang yang beriman, Jangan kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin-pemimpinmu, sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka (QS Al Maidah: 51).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu(karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan kemudaratan bagimu). Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat(kami) jika kamu memahaminya. (QS Ali Imran: 118).
Bukankah ayat ini sama seperti sebelumnya, untuk apa orang Islam menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin mereka, adalah selayaknya orang Islam menjadikan pemimpin mereka dari kalangan Islam. Dan bukankah begitu pula Yahudi dan Nasrani menjadikan pemimpin mereka adalah dari kalangan mereka sendiri. Apa masalahnya?

Kemudian sebagai teman kepercayaan, bukankah jelas bahwa ayat itu bermaksud agar jangan menjadikan teman kepercayaan terhadap orang yang memerangi orang Islam baik secara nyata maupun sembunyi-sembunyi. Yang secara nyata ini memang cukup jelas tetapi bagaimana dengan mereka orang yang memerangi Islam secara sembunyi-sembunyi, di luar tampak baik tetapi dalam hatinya penuh kebencian dan berusaha menimbulkan kemudaratan bagi orang Islam. Oleh karena itulah Al Quran menyatakan jangan menjadikan teman kepercayaan kepada orang di luar kalangan Islam cukup dengan berbuat baik dan berlaku adil.

Lihatlah pernyataan ali sina terhadap ayat-ayat Al Quran di atas dalam kutipan berikut

 saya mengalami sendiri bahwa perkataan2 di atas itu salah lihatlah buktinya di krisis Bosnia dan Kosovo, dimana negara-negara kristen mengadakan perang terhadap sesama negara kristen untuk membebaskan orang-orang muslim. Banyak dokter2 Yahudi yang sukarela menolong pengungsi-pengungsi Kosovo, meskipun pada kenyataannya selama perang dunia II,orang-orang Muslim Albania memihak Hitler dan menolong dia membantai orang-orang Yahudi. Semakin jelas bagi saya bahwa orang-orang muslim diterima oleh orang-orang diseluruh dunia,tapi meskipun demikian nabi kita ingin kita membenci mereka, mengucilkan diri kita dari mereka, memaksa menerima cara kita hidup atau membunuh mereka, menundukkan mereka dan memaksa mereka membayar jizyah. Sungguh tolol! Sangat menyedihkan! Sungguh tak berperikemanusiaan!.

Pernyataan yang tendensius sekali dengan kebencian terhadap Islam . ali sina berkata”lihatlah buktinya di krisis Bosnia dan Kosovo, dimana negara-negara kristen mengadakan perang terhadap sesama negara kristen untuk membebaskan orang-orang muslim. Banyak dokter2 Yahudi yang sukarela menolong pengungsi-pengungsi Kosovo”
Data dari mana itu, mana sumbernya, kalau Cuma desas-desus apa gunanya. Seandainya benar jadi kenapa?, tidak ada dalam islam yang beranggapan semua orang kristen dan Yahudi itu buruk semua, mana ada itu cuma persepsi buruk anda saja.

”meskipun pada kenyataannya selama perang dunia II,orang-orang Muslim Albania memihak Hitler dan menolong dia membantai orang-orang Yahudi”. Aneh, sekali lagi berita dari mana itu kalau cuma dari mulut anda jelas tidak bisa dipercaya karena anda jelas sekali seorang pembohong. Siapa sebenarnya yang terlibat perang dunia II adakah negara-negara muslim? Hitler dan orang-orangnya adakah mereka muslim? Jelas sekali mereka nonmuslim, jadi kebencian dan pembantaian terhadap Yahudi dilakukan oleh mereka Hitler dan orang-orangnya yang suda jelas nonmuslim. Logika pincang anda itu mesti diobati ali sina.

”Semakin jelas bagi saya bahwa orang-orang muslim diterima oleh orang-orang diseluruh dunia”. Anda pura-pura bodoh atau memang bodoh ali sina lihat kumpulan berita Islamphobia Swaramuslim.net wwwpakdenono.com begitukah maksud anda orang muslim diterima di seluruh dunia. Perusakan Masjid, pelecehan orang Islam, tulisan yang merendahkan Islam(seperti tulisan anda ali sina), pelarangan jilbab sampai tindak kekerasan kepada orang muslim, begitukah diterima di seluruh dunia. Jangan tendensius ali sina, sungguh anda benar-benar pincang. Tentu kami tidak tendensius seperti anda untuk mengatakan bahwa orang islam selalu dilecehkan, yang kami maksud ada sebagian orang yang tidak menerima Islam berusaha untuk merendahkan dan melecehkan orang islam.

”tapi meskipun demikian nabi kita ingin kita membenci mereka, mengucilkan diri kita dari mereka, memaksa menerima cara kita hidup atau membunuh mereka, menundukkan mereka dan memaksa mereka membayar jizyah”
nabi anda ali sina yang seperti itu, tidak usah bawa-bawa kata kita sungguh anda dan orang pro anda jelas berbeda dengan umat Islam. Nabi kami umat islam Nabi Muhammad SAW tidak menyuruh kami membenci mereka(lihat lagi pembahasan diatas), Nabi Kami tidak memaksa(bagimu agamamu dan bagiku agamaku QS Al Kafirun :6), Nabi kami tidak mengajarkan kami membunuh mereka yang tidak mau menerima Islam, tidak ada masalah dengan jizyah, itu sama saja dengan pajak bagi negara dan tentu wajar sekali kalau orang nonmuslim pada masa pemerintahan Nabi Muhammad SAW diharuskan memabayarnya karena mereka mendapat perlindungan dari pemerintahan Islam bagi harta dan  nyawa diri beserta keluarga mereka. Islam jelas adil ali sina, anda saja yang selalu pincang.

”Sungguh tolol! Sangat menyedihkan! Sungguh tak berperikemanusiaan!”. Benar sekali ali sina, anda memang sangat tolol dan sangat menyedihkan. Fitnah dan Hinaan anda terhadap Allah, Nabi Muhammad SAW, Islam dan Umat Islam itu jelas menyakiti umat Islam. Sungguh itu adalah alasan cukup untuk menyebut anda sebagai tak berperikemanusiaan.

Note: Tulisan ditulis oleh salah seorang dari kami  dan ditampilkan oleh saudara Husain

Logika Pincang ali sina terhadap Kitab Suci

Dalam banyak artikelnya si ali sina berusaha menyatakan kesalahan Al Quran atau bahwa Al Quran hanyalah cerita yang dibuat-buat dengan menunjukkan pertentangan antara kisah-kisah Al Quran dengan kisah-kisah dalam Taurat dan Injil. Lihat kutipan berikut dalam salah satu artikelnya ”Siapakah Nabi Muhammad?”

Al Quran pada surah Al Baqarah ayat 249 menceritakan kisah Thalut dan tentaranya
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata ”sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya kecuali menciduk seciduk tangan, maka ia adalah pengikutku”. Kemudian mereka meminumnya kecuali bebarapa orang diantara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata ” Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya”. Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata ”Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.(QS Al Baqarah ayat 249).

Kemudian si ali sina berkata tentang ayat ini

Siapa saja yang pernah membaca Kitab Perjanjian Lama mengetahui bahwa bukanlah Raja Saul yang minum dari sungai untuk menguji orang-orangnya dan menyusutkan jumlah tentaranya. Tetapi Gideon dan ia melakukannya karena Tuhan memerintahkan demikian dan bukan atas kemauannya. Selain itu cerita mengenai penyusutan jumlah tentara Israel tidak mempunyai kaitan dengan Goliath. Oleh karena kejanggalan ini dan sejumlah kesalahan copy atau cerita yang dibuat-buat dapat dipastikan bahwa pengetahuan Muhammad tentang Taurat dan Injil adalah sepotong-sepotong berdasarkan cerita-cerita nyasar dan tahayul yang beredar waktu itu.

Kemudian mulut ali sina ini berkata lebih lancang lagi

Yang pasti adalah Muhammad mengetahui sejumlah nama dalam Taurat dan Injil dan mendengar kisah-kisah mereka dari tangan kedua. Tetapi Muhammad memasukkan nama-nama tersebut dengan cerita-cerita pendek dan tidak lengkap sekedar untuk mengelabui orang-orang arab bahwa ia sungguh mengetahui Taurat dan Injil. Ternyata banyak orang-orang arab yang termakan bualan Muhammad karena mereka kebanyakan tidak mengenal cerita-cerita orang Yahudi dan Nasrani. Tetapi bualan Muhammad tidak begitu mudah diterima oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani sehingga Muhammad harus memusuhi mereka sampai akhir hayatnya dan berupaya menghabisi mereka supaya kibulannya tidak terungkap

Sudah jelas sekali bahwa semua pendapat ali sina itu hanyalah berdasarkan dugaannya semata. Lihat saja dia menyalahkan Al Quran karena tidak sesuai dengan Kitab Taurat dan Injil. Bukankah ini kesalahan metode yang benar-benar cacat(mungkin dilandasi oleh persepsinya yang buruk terhadap islam) . Al Quran adalah kitab suci agama Islam dimana semua umat islam akan meyakini bahwa semua yang ada di dalamnya adalah benar. Begitu pula kitab Taurat dan Injil (yang dalam hal ini Perjanjian Lama) tentu akan diyakini oleh Yahudi dan Nasrani sebagai kitab suci dan mereka beranggapan bahwa apa yang ada di dalamnya adalah benar.

Who is ali sina? Apakah dia muslim? Jelas bukan, apakah dia Yahudi dan Nasrani? Entahlah, jadi darimana datangnya aturan jika Al Quran bertentangan dengan Taurat dan Injil maka Al Quran salah, mengapa tidak sebaliknya. Bagi Umat Islam berdasarkan Al Quran sendiri mereka meyakini telah terjadi perubahan dalam kitab Taurat dan Injil akibat ulah tangan-tangan jahil. Bagi Yahudi dan Nasrani yang tidak meyakini Al Quran maka mereka jelas akan lebih percaya pada Taurat dan Injil.

Bukankah dari sini terlihat jelas alangkah pincangnya dasar ali sina ini, bagaimana dia bisa menyalahkan Al Quran hanya karena Al Quran bertentangan dengan Perjanjian Lama. Kenapa dia tidak menyalahkan Perjanjian Lama karena bertentangan dengan Al Quran. Sikapnya ini jelas tidak objektif, pernyataannya itu seolah-olah bersandar pada anggapan bahwa kisah di Perjanjian Lama adalah benar, maka yang muslim dapat bertanya ”Apa buktinya?”. Jika tidak ada buktinya untuk apa berbicara

Oleh karena itu anggapan Yang lama(Taurat dan Injil) menjadi acuan bagi yang baru(Al Quran) adalah subjektivitas semata dan merupakan logika yang pincang. Seharusnya jika dia ingin menyatakan bahwa kisah Al Quran yang salah maka dia harus menunjukkan bukti autentik yang meneguhkan kisah di Perjanjian Lama itu. Bukankah dia sendiri berkata situsnya bukan tempat bagi para penginjil, tetapi aneh logikanya adalah logika seorang penginjil.

Mengenai pernyataan ali sina bahwa Nabi Muhammad SAW memusuhi dan berniat menghabisi orang Yahudi dan Nasrani, pernyataan ini adalah kebohongan yang besar, buktinya adalah Al Quran sendiri

Katakanlah ”Wahai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka ”Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.(QS Ali Imran ayat 64)

(Dan dihalalkan )wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak pula menjadikannya gundik-gundik.Barang siapa yang kafir sesudah beriman maka hapuslah amalannya dan ia di akhirat termasuk termasuk orang-orang merugi.(QS Al Maidah ayat 5)

Bukankah Ahli kitab yang dimaksud adalah orang Yahudi dan Nasrani dan lihatlah bagaimana Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menyeru mereka kepada akidah tauhid, tidak ada indikasi memusuhi atau berniat menghabisi dalam ayat di atas. Begitu pula Allah SWT telah mengizinkan orang-orang muslim untuk menikahi wanita ahli kitab baik dari kalangan Yahudi atau Nasrani seperti dalam Al Quran Surah Al Maidah ayat 5. Semua ini menunjukkan itikad baik Nabi Muhammad SAW kepada ahli kitab baik dari kalangan Yahudi atau Nasrani.

Sungguh si ali sina ini adalah seorang pembohong dan menyimpan kebencian yang mendalam terhadap Islam. Sehingga tampak sekali bahwa semua argumennya dipengaruhi kebenciannya terhadap Islam. Oleh karena itu bisa diperkirakan satu-satunya alasan mengapa dia menggunakan logika pincangnya itu adalah karena dengan logika pincang itu dia dapat menjelek-jelekkan Al Quran untuk memuaskan kebenciannya terhadap Islam. Naudzubillah.

Note : Tulisan ini ditulis oleh saudara Hasan

.


a

Recent Comments

GRAVATAR_B on Faithfreedom Hanyalah Sekumpul…
noname on Sisi Buruk Interpretasi

 

September 2007
M T W T F S S
« Aug    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Klik tertinggi

  • None

Blog Stats

  • 11,618 hits